Merdeka di Era Digital, Komdigi: Transformasi Digital Harus Dirasakan Masyarakat

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Raline Shah menyoroti makna kemerdekaan di tengah pesatnya transformasi digital.

Menurut Raline, kemerdekaan di era digital tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan teknologi dan meningkatnya konektivitas. Lebih dari itu, kemerdekaan harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat dipercaya masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut disampaikan Raline melalui akun Instagram pribadi Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Merdeka! Di era digital, salah satu wujud kemerdekaan itu adalah kemudahan untuk mendapatkan pelayanan publik yang baik, cepat, dan dapat dipercaya,” ucap Raline seperti video yang diunggah.

Raline menegaskan, keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak semata-mata diukur dari angka, penghargaan, maupun capaian administratif. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana pembenahan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Bagi kami, yang penting bukan hanya angka atau penghargaan, yang lebih penting adalah membangun pemerintahan yang semakin mampu melayani,” tulisnya.

Pelayanan Publik Komdigi Raih Predikat Sangat Baik

Dalam refleksinya, Raline memaparkan sejumlah capaian Komdigi yang menjadi bagian dari proses pembenahan tata kelola pemerintahan.

Pada 2025, Komdigi memperoleh nilai 91,41 dari 100 dengan predikat Sangat Baik dalam Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia.

Selain itu, berdasarkan penilaian Ombudsman, Komdigi meraih Opini Kualitas Tertinggi tanpa Maladministrasi secara berkelanjutan sejak 2022 hingga 2025.

Komdigi juga meraih Predikat Pelayanan Prima Kategori A, yang menurut Raline menjadi salah satu indikator bahwa kualitas pelayanan dan respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat terus diperbaiki.

“Ini menunjukkan bahwa pelayanan dan respon terhadap kebutuhan masyarakat terus kita perbaiki,” ujar Raline.

Profesionalisme ASN Jadi Bagian Penting

Raline juga menyoroti pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Menurutnya, transformasi digital tidak akan berjalan optimal apabila tidak dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan.

Pada 2025, Komdigi meraih peringkat ketiga Kementerian Terbaik dalam Manajemen ASN Indonesia dalam ajang BKN Award.

Dari sisi akuntabilitas keuangan, Komdigi juga disebut berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama dua tahun berturut-turut.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerintahan yang profesional sekaligus akuntabel.

Reformasi Birokrasi Terus Diperkuat

Selain pelayanan publik dan profesionalisme ASN, Raline mengungkapkan adanya peningkatan dalam tata kelola pemerintahan di lingkungan Komdigi.

Indeks Reformasi Birokrasi Komdigi meningkat dari 79,1 pada 2022 menjadi 88,14 pada 2025.

Sementara itu, Indeks Reformasi Hukum Komdigi mencapai nilai sempurna 100 pada 2026.

Raline menilai berbagai capaian tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari proses panjang pembenahan internal pemerintah.

Bagi dia, angka-angka tersebut tidak boleh berhenti sebagai laporan kinerja atau penghargaan semata. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika perubahan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.

Transformasi Digital Harus Berdampak Nyata

Raline menegaskan, transformasi digital pemerintahan pada akhirnya harus berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

“Tentu angka-angka ini bukan sekadar prestasi saja, tetapi tanda bahwa transformasi digital juga berarti membenahi pemerintah dari dalam agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak memastikan digitalisasi tidak sekadar membuat Indonesia semakin terkoneksi, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih baik.

“Mari kita pastikan transformasi digital bukan hanya membuat Indonesia semakin terkoneksi, tetapi juga membuat pelayanan pemerintah semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjut Raline.

Makna Merdeka di Tengah Era Digital

Bagi Raline, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan negara.

Kemerdekaan di era digital, menurutnya, adalah ketika masyarakat semakin mudah memperoleh hak-haknya melalui layanan publik yang profesional, akuntabel, cepat, dan terpercaya.

“Merdeka di era digital berarti terus berbenah untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik,” tulis Raline.

Ia menambahkan, berbagai capaian yang diraih Komdigi merupakan bagian dari perjalanan menuju pemerintahan yang semakin profesional, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Karena pada akhirnya, transformasi digital adalah tentang bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *