MERAUKE – BELA RAKYAT – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di Papua Selatan. Selain upacara peringatan, rangkaian kegiatan di lingkungan Kantor Pemerintah Provinsi Papua Selatan diisi dengan karnaval budaya dan berbagai perlombaan yang menghadirkan suasana penuh kebersamaan.
Karnaval budaya menjadi salah satu warna dalam perayaan kemerdekaan. Beragam ekspresi budaya tampil dan berpadu dengan semangat merah putih, menciptakan ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Tokoh pemuda Papua Selatan, Samuel Doko, mengatakan kemeriahan tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan dalam peringatan HUT RI. Menurutnya, kegiatan budaya dan perlombaan memiliki nilai penting dalam menumbuhkan rasa persaudaraan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Indonesia.
“Perayaan kemerdekaan jangan hanya dipahami sebagai seremoni tahunan. Ketika masyarakat berkumpul, menampilkan budaya, mengikuti perlombaan dan merayakan kemerdekaan bersama, sesungguhnya kita sedang merawat persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia,” kata Samuel Doko, Senin (17/8/2026).
Menurut Samuel, karnaval budaya memiliki pesan kebangsaan yang kuat bagi Papua Selatan. Keragaman suku, budaya dan tradisi yang ada di wilayah tersebut, kata dia, merupakan kekayaan yang seharusnya dirawat sebagai bagian dari identitas Indonesia.
“Budaya Papua Selatan bukan sesuatu yang berada di luar Indonesia. Budaya Papua adalah bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia. Karena itu, menampilkan budaya dalam momentum kemerdekaan adalah cara kita menunjukkan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan bangsa,” ujarnya.
Samuel menilai nasionalisme tidak harus dibangun dengan menghilangkan identitas lokal. Sebaliknya, rasa cinta terhadap Indonesia dapat tumbuh semakin kuat ketika masyarakat memiliki ruang untuk menunjukkan dan menjaga kebudayaannya.
“Kita bisa mencintai tanah dan budaya Papua sekaligus mencintai Indonesia. Identitas lokal dan identitas kebangsaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama dalam semangat persatuan,” tegasnya.
Ia juga menilai keterlibatan generasi muda dalam rangkaian HUT RI perlu terus diperkuat. Pemuda, menurutnya, memiliki posisi strategis dalam menjaga semangat kebangsaan sekaligus menjadi motor pembangunan Papua Selatan.
“Pemuda harus menjadi bagian dari perayaan dan pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus diberi ruang untuk berkarya, berkreasi, berolahraga, menampilkan seni budaya dan membangun jejaring kebersamaan,” katanya.
Samuel menyebut kegiatan sederhana seperti perlombaan dapat memiliki dampak sosial yang besar karena menciptakan interaksi lintas kelompok. Dari ruang seperti itulah, menurutnya, rasa saling mengenal, menghargai dan bekerja sama dapat tumbuh.
“Perlombaan mungkin terlihat sederhana, tetapi nilai sosialnya besar. Orang bertemu, saling menyapa, tertawa bersama dan membangun hubungan. Ini modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan di Papua Selatan,” ujarnya.
Lebih jauh, Samuel mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Menurutnya, kemerdekaan akan semakin bermakna apabila masyarakat mendapatkan kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan.
“Merah Putih bukan hanya simbol yang kita kibarkan setiap Agustus. Merah Putih harus menjadi semangat untuk bekerja dan membangun. Kemerdekaan harus dirasakan dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan publik yang baik, pendidikan, kesempatan ekonomi dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” katanya.
Ia berharap semarak HUT ke-81 RI di Papua Selatan menjadi energi positif yang tidak berhenti setelah rangkaian perayaan selesai.
“Semangat persatuan jangan hanya hidup pada 17 Agustus. Mari kita bawa semangat itu ke kampung-kampung, sekolah, tempat kerja, ruang publik dan seluruh kehidupan masyarakat. Dari Papua Selatan kita tunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia,” pungkas Samuel.






