Bangkit dari Kekalahan, Ketapang Junior FA U13 Raih Gelar Juara

KETAPANG – BELA RAKYAT – Perjalanan panjang Ketapang Junior FA U13 akhirnya berujung manis. Tim asal Tangerang itu sukses merebut gelar juara Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026 setelah menjalani kompetisi selama kurang lebih enam bulan dengan persaingan yang ketat.

Gelar tersebut diraih melalui laga final yang berlangsung dramatis pada Ahad, 6 September 2026. Berhadapan dengan Patriot Boys, Ketapang Junior sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol. Namun, semangat juang dan mental pantang menyerah para pemain mampu mengubah jalannya pertandingan. Ketapang Junior bangkit dan melakukan comeback hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Bacaan Lainnya

Langkah menuju partai puncak sebelumnya juga tidak mudah. Di semifinal, Ketapang Junior harus berhadapan dengan Minim Futsal dalam pertandingan sengit yang akhirnya dimenangkan dengan skor 2-1.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan torehan penghargaan individu. M. Keindra Maulana meraih gelar Top Scorer, sedangkan M. Al Fatih Lastonmi dinobatkan sebagai Best Player. Dari sisi kepelatihan, Coach Zacka juga mendapat penghargaan sebagai Best Coach Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026.

Namun, bagi Ketapang Junior FA, trofi juara tersebut bukan sekadar pencapaian di akhir kompetisi. Di balik kemenangan itu terdapat perjalanan panjang pembinaan yang penuh tantangan. Tim yang kini berlaga di kelompok usia U13 tersebut sebenarnya telah dibentuk sejak para pemain masih berada di kategori U11. Pada masa-masa awal, mereka harus berhadapan dengan kesenjangan pengalaman dan pembinaan dibandingkan sejumlah tim lain yang sudah lebih dahulu membangun skuad usia muda.

Salah satu fase paling berat terjadi ketika Ketapang Junior harus menelan kekalahan telak 0-17. Belum selesai menghadapi hasil tersebut, mereka kembali kalah 0-11 pada pertandingan berikutnya. Bahkan, ketika itu mereka belum mampu mencetak satu gol pun. Meski demikian, kekalahan tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari titik itulah proses pembentukan karakter tim dimulai.

Latihan terus dijalani. Pertandingan demi pertandingan menjadi ruang belajar bagi para pemain. Setiap kekalahan dievaluasi dan setiap kekurangan diperbaiki. Perlahan, perkembangan mulai terlihat. Ketapang Junior kemudian mulai mampu bersaing dan mencatat kemenangan di berbagai turnamen, baik trofeo, fourfeo maupun kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Perkembangan itu berlanjut ketika mereka tampil di Central Futsal League (CFL) U12. Ketapang Junior berhasil keluar sebagai juara tanpa terkalahkan. Prestasi tersebut juga dilengkapi dengan penghargaan Top Scorer, Best Keeper, dan Best Player.

Memasuki Liga AAFI Tangerang 4 U13, tantangan semakin besar. Selama enam bulan kompetisi, para pemain tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, disiplin, kerja sama, serta konsistensi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menilai persaingan di Liga AAFI Tangerang 4 berlangsung sangat ketat. Menurutnya, kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu wadah penting dalam pembinaan atlet futsal usia muda di Kota Tangerang.

“Persaingannya begitu ketat. Semoga melahirkan atlet futsal yang berpotensi untuk Kota Tangerang. Ke depan semoga pesertanya lebih banyak lagi dan kompetisinya semakin sukses,” ujar Kaonang dalam media sosialnya.

Bagi Ketapang Junior FA, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pemain, pelatih, dan orang tua. Kesabaran dan konsistensi menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

“Kami selalu mengajarkan kepada anak-anak bahwa hasil tidak datang secara instan. Mereka pernah mengalami kekalahan 17-0, kemudian 11-0, bahkan belum mampu mencetak gol. Tapi mereka terus berlatih dan terus mau belajar. Hari ini mereka bisa menjadi juara. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa proses pembinaan harus dijalani dengan sabar dan konsisten,” ujar Jaka, mewakili Ketapang Junior FA.

Mental yang terbentuk dari perjalanan panjang itu terlihat jelas di partai final. Ketika tertinggal dua gol dari Patriot Boys, para pemain Ketapang Junior tidak menyerah. Mereka tetap percaya diri, terus berjuang, dan akhirnya mampu membalikkan keadaan hingga menang 3-2.

Gelar juara Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026 pun menjadi penutup manis dari perjalanan tersebut. Prestasi tim semakin lengkap dengan tiga penghargaan individu, yakni M. Keindra Maulana sebagai Top Scorer, M. Al Fatih Lastomi sebagai Best Player, dan Coach Zacka sebagai Best Coach.

Meski telah mencapai puncak kompetisi, Ketapang Junior FA menyadari bahwa perjalanan para pemain masih panjang. Gelar juara bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk terus berkembang sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan futsal usia muda. Dari tim yang pernah kalah 0-17 dan kesulitan mencetak satu gol, Ketapang Junior kini berdiri sebagai juara.

Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa dalam pembinaan usia muda, kemenangan bukan hanya tentang hasil akhir. Ada proses, kesabaran, kerja keras, dan keberanian untuk terus bangkit setiap kali jatuh. (Ay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *