JAKARTA – BELA RAKYAT – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menyerukan seluruh kader Partai Golkar di Ibu Kota untuk memperkuat soliditas, meningkatkan kerja nyata bagi masyarakat, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Pesan tersebut disampaikan Ahmed Zaki saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diikuti jajaran pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Dewan Pertimbangan, organisasi masyarakat (ormas) Hasta Karya, organisasi sayap Partai Golkar, serta para kader dan peserta upacara di Kantor Partai Golkar DKI Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026) pagi.
Dalam amanatnya, Ahmed Zaki menegaskan bahwa momentum kemerdekaan tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Menurut dia, peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kenang Jasa Pahlawan dan Pendiri Partai Golkar
Mengawali amanatnya, Ahmed Zaki mengajak seluruh peserta upacara memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia juga menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Secara khusus, Ahmed Zaki turut mengenang para pejuang dan pendiri Partai Golkar yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa dan organisasi politik tersebut.
Ia mendoakan agar seluruh pahlawan dan pendiri Partai Golkar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Bagi kita semua, semoga Allah SWT menganugerahkan taufik, hidayah, dan kekuatan untuk dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan kita demi mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Ahmed Zaki.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya Nyata
Ahmed Zaki mengatakan, perjuangan para pahlawan merupakan teladan tentang bagaimana bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan dengan semangat yang tidak pernah berhenti.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan kolektif para pendiri bangsa yang mampu menempatkan persatuan di atas berbagai perbedaan.
Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan karya nyata.
Ia menekankan bahwa cita-cita Indonesia yang maju tidak dapat diwujudkan hanya dengan mengandalkan harapan.
“Kita harus ikut berjuang keras, bekerja dengan cerdas, penuh integritas, dan juga komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia melalui karya-karya nyata,” tegasnya.
Ahmed Zaki juga mengajak kader Golkar untuk terus bekerja, berinovasi, dan menghasilkan berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, Indonesia harus mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Dalam amanat tersebut, Ahmed Zaki turut menyoroti agenda pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada akhir 2026.
Menurut Ahmed Zaki, target tersebut harus didukung dengan berbagai kebijakan yang mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Ia menyebut sejumlah program pemerintah, mulai dari kemandirian dan swasembada di sektor pertanian serta peternakan, efisiensi anggaran, rasionalisasi jumlah BUMN, pembangunan kampung nelayan, Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, ekonomi hijau, hingga kemandirian energi.
Ahmed Zaki menilai berbagai agenda tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun perekonomian nasional yang lebih kuat dan mandiri.
Dorong Kader Golkar Dukung Kemandirian Energi
Salah satu perhatian utama Ahmed Zaki dalam amanatnya adalah sektor energi.
Ia secara khusus menyampaikan dukungan terhadap agenda kemandirian energi yang dijalankan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Sebagai kader Golkar, Ahmed Zaki meminta seluruh kader mendukung kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Menurutnya, sektor energi memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, daya saing industri, hingga ketahanan ekonomi nasional.
“Sebagai kader Partai Golkar yang militan, optimisme kemandirian energi yang digagas dan dijalankan oleh Ketua Umum kita sebagai Menteri ESDM ini wajib kita dukung,” katanya.
Soroti Penertiban Tambang Ilegal dan Hilirisasi Energi
Ahmed Zaki menyebut sejumlah agenda yang menurutnya penting dalam mendorong kemandirian energi nasional.
Di antaranya adalah penindakan terhadap pelanggaran pertambangan ilegal, percepatan hilirisasi energi hijau, serta pengembangan pengolahan gas.
Ia juga menyinggung konsep CNG atau tabung Merah Putih yang disebutnya sebagai salah satu inovasi yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Menurut Ahmed Zaki, upaya membangun ketahanan energi harus dilakukan secara berkelanjutan agar Indonesia tidak terlalu bergantung terhadap pasokan energi dari luar negeri.
Ia meminta kader Golkar ikut menyampaikan berbagai program tersebut kepada masyarakat.
“Sosialisasi ini harus kita gaungkan terus kepada masyarakat, kepada saudara kita, tetangga, dan juga kerabat,” ujarnya.
Ahmed Zaki menekankan, komunikasi politik Partai Golkar dengan masyarakat tidak boleh hanya dilakukan ketika momentum pemilu tiba. Kader harus hadir secara konsisten dan mampu menjelaskan berbagai kebijakan serta program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Politik Golkar Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Lebih jauh, Ahmed Zaki menegaskan bahwa Partai Golkar harus semakin matang dalam menjalankan fungsi politiknya sekaligus mengawal pembangunan.
Khusus di DKI Jakarta, ia meminta seluruh kader memperkuat jaringan aspirasi masyarakat dan menerjemahkannya ke dalam kerja politik yang konkret.
“Kita sebagai kader wajib mendukung dengan upaya langkah-langkah politik yang nyata dan terus berkarya membantu rakyat melalui jaringan-jaringan aspirasinya,” tutur Ahmed Zaki.
Menurut dia, kekuatan Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh sejauh mana kader mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kader harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi warga dengan proses pengambilan kebijakan.
Konsolidasi dari Kota hingga RT/RW
Menghadapi Pemilu 2029, Ahmed Zaki meminta seluruh jajaran Partai Golkar DKI Jakarta menjadikan konsolidasi organisasi sebagai momentum memperkuat mesin politik partai.
Konsolidasi, kata dia, harus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga jaringan paling bawah di lingkungan masyarakat, termasuk RT dan RW.
Ia menilai konsolidasi bukan sekadar aktivitas administratif organisasi, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas kader.
“Harus jadi momentum kita bersama untuk terus memperbaiki diri, menyatukan visi dan misi kembali, serta membuat solid diri bahwa kita sebagai kader Partai Golkar adalah kader yang berkualitas, memiliki pikiran yang visioner, dan juga berorientasi dalam rangka membantu dan membangun kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ahmed Zaki Tantang Kader Rebut Kemenangan 2029
Di hadapan peserta upacara, Ahmed Zaki kemudian membangun semangat kader dengan menanyakan kesiapan mereka menghadapi Pemilu 2029.
“Apakah Saudara-saudara siap untuk merebut kemenangan di Pemilu 2029?” tanya Ahmed Zaki.
“Siap!” jawab para peserta secara serentak.
Jawaban tersebut kemudian disambut Ahmed Zaki dengan ucapan terima kasih sekaligus dorongan agar semangat tersebut tidak berhenti di ruang upacara.
Menurutnya, kemenangan politik harus dibangun sejak sekarang melalui konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas kader, kerja nyata, dan kedekatan dengan masyarakat.
Jaga Soliditas dan Satu Komando
Ahmed Zaki juga mengingatkan seluruh kader Partai Golkar DKI Jakarta agar menjaga semangat kebersamaan dan soliditas organisasi.
Ia meminta seluruh kader berada dalam satu komando kebersamaan Partai Golkar Jakarta dan DPP Partai Golkar dalam menjalankan agenda organisasi maupun mengawal program pemerintahan.
“Kita dukung dan terus sukseskan seluruh program Partai Golkar serta pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan juga Gibran hingga tuntas sampai akhir masa jabatan nanti,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Partai Golkar DKI Jakarta ingin mengambil peran aktif dalam mengawal agenda pemerintahan dan pembangunan nasional.
Doakan Korban Bencana di NTT dan NTB
Di tengah pesan politik dan pembangunan, Ahmed Zaki juga mengajak seluruh peserta upacara mendoakan masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ia berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah.
“Semoga mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi bencana alam ini,” tuturnya.
Menurut Ahmed Zaki, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian dan solidaritas terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi kesulitan.
Tutup Amanat dengan Seruan Kemenangan Golkar
Mengakhiri amanatnya, Ahmed Zaki menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh kader yang hadir dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-81.
Ia kemudian menutup pidatonya dengan seruan khas Partai Golkar yang langsung disambut meriah para peserta.
“Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!” seru Ahmed Zaki.
Setelah itu, ia mengajak peserta membangun semangat melalui yel-yel Partai Golkar.
“Suara Golkar?” teriak Ahmed Zaki.
“Suara Rakyat!” jawab peserta.
“Golkar?”
“Indonesia!”
“Golkar?”
“Menang, menang, menang!”
Seruan tersebut kembali diulang dengan semangat yang lebih tinggi.
“Suara Golkar?” tanya Ahmed Zaki.
“Suara Rakyat!” jawab kader.
“Golkar?”
“Menang, menang, menang!”
Bagi Ahmed Zaki, semangat tersebut harus menjadi energi baru bagi seluruh kader Golkar DKI Jakarta untuk bekerja lebih keras, memperkuat konsolidasi, hadir di tengah masyarakat, serta mempersiapkan kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2029.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi titik penguatan tekad kader Partai Golkar untuk terus berkarya, mengawal pembangunan, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.






