Anggaran Jadi Kunci Penanganan Bencana, Komisi IX DPR Siap Dukung Kemenkes

JAKARTA – BELA RAKYAT – Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa upaya penanganan dan pemulihan layanan kesehatan di wilayah bencana tidak akan optimal tanpa dukungan anggaran yang cukup.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani dalam Rapat Kerja bersama Menteri Kesehatan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam rapat yang membahas evaluasi penanganan kesehatan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), perkembangan bencana di Sumatera, serta perlindungan tenaga kesehatan tersebut, Irma mengapresiasi gerak cepat Kemenkes di lapangan.

Menurutnya, koordinasi Kemenkes dengan instansi terkait termasuk BPOM dalam distribusi vitamin untuk nakes di NTT sudah berjalan baik.

Namun ia mengingatkan, semua program tersebut membutuhkan kepastian anggaran.
“Kalau tidak ada anggarannya tidak jalan, Pak. Harus ada anggaran,” kata Irma.

Irma menyebut Komisi IX siap mendukung penuh kebutuhan anggaran Kemenkes, termasuk melalui optimalisasi anggaran yang masih tersedia. Ia meminta Kemenkes untuk secara terbuka menyampaikan kebutuhan anggaran agar bisa dibahas bersama.

Soroti Dampak Karhutla dan Listrik Rumah Sakit

Selain NTT, Irma juga menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan yang mulai mengganggu kesehatan warga. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan meningkat dan sejumlah warga harus mengungsi.

Ia meminta Kemenkes menerapkan kesigapan yang sama seperti di Flores untuk mengantisipasi dampak karhutla, termasuk memperkuat fasilitas kesehatan di wilayah terdampak ISPA.

Isu lain yang disoroti adalah ketahanan listrik di fasilitas kesehatan. Irma mengungkapkan masih ada rumah sakit di Sumatera yang mengalami pemadaman listrik beberapa kali dalam seminggu, yang sangat berbahaya bagi pelayanan, terutama saat operasi.

“Kalau lagi operasi tiba-tiba mati, Pak, bahaya sekali,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan infrastruktur pendukung, termasuk genset/diesel untuk rumah sakit dan Puskesmas, terpenuhi. Ia mengapresiasi penyediaan diesel yang sudah dilakukan Kemenkes untuk sejumlah Puskesmas.

Kesejahteraan Nakes dan Anggaran Primer

Irma juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan di garis depan bencana, baik dari sisi insentif maupun dukungan kesehatan.

“Selain vitamin dan insentif, itu harus Bapak betul-betul perhatikan, dan saya berharap itu bisa dipenuhi,” tuturnya.

Terakhir, ia mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan efisiensi terhadap anggaran kesehatan primer, karena layanan primer adalah pintu utama akses kesehatan masyarakat.

“Anggaran Kesehatan Primer tidak boleh diefisiensi. Dan itu harus menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *