Tamsil Didesak Ambil Langkah Hukum: Saya Pertimbangkan Cuma Tidak Tega Cucu Kiai Dijebloskan ke Penjara

Tamsil Linrung

JAKARTA, BELA RAKYAT – Polemik yang mencuat terkait persoalan Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Maros, Sulawesi Selatan, terus bergulir. Sejumlah pihak bahkan meminta Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengambil langkah hukum terhadap sejumlah narasi dan tuduhan yang disebutnya telah menyeret nama dirinya.

Desakan tersebut muncul setelah berulang kali beredar narasi yang mengaitkan Tamsil Linrung dengan persoalan internal Pesantren Darul Istiqamah Maccopa. Tamsil menilai sejumlah tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak benar dan berpotensi menjadi fitnah apabila terus disebarluaskan tanpa pembuktian.

Dalam komunikasi yang beredar, Tamsil mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum. Namun, ia menyatakan masih mempertimbangkan aspek kekeluargaan dan hubungan dengan tokoh-tokoh yang selama ini dihormatinya.

“Waalaikumsalam. Iyye saya sedang pertimbangkan. Cuma saya juga tidak tega kalau cucunya Kiyai yang saya sangat hormati saya harus jebloskan ke penjara,” demikian jawaban Tamsil ketika ditanya mengenai kemungkinan menempuh jalur hukum kepada Bela Rakyat, Ahad (13/9/2029).

Tamsil menegaskan, apabila unsur delik memang terpenuhi, persoalannya dapat dibawa ke ranah hukum. Namun, ia masih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik dan berharap pihak-pihak yang berselisih dapat kembali mengedepankan tabayun serta musyawarah.

Di sisi lain, Tamsil mengaku kecewa karena nama dirinya disebut sebagai pihak yang berada di balik kekisruhan di lingkungan pesantren. Ia membantah keras tuduhan tersebut.

“Saya sangat kecewa dengan Muzakkir, Mufassir dan Muallim yang tidak henti-hentinya menarasikan bahwa Bapak Tamsil Linrung adalah ‘DALANG’ kekacauan Pesantren dan Muzayyin adalah orang yang menutup-nutupi ‘BOROK’ Tamsil Linrung,” tulis Tamsil dalam komunikasi yang beredar.

BERITA TERKAIT: 

TERBONGKAR! Jawaban Tamsil Linrung Dikaitkan Terlibat Kekisruhan Pesantren Darul Istiqamah Maccopa Maros Sulawesi Selatan (Part I)

Tamsil Linrung Jawab Tuduhan Keterlibatan di Pesantren Darul Istiqamah: Saya Baru Pahami Kemarahan Ustadz Muzakkir Arif! (Part II)

Tamsil Bantah Dikaitkan Kekisruhan Pesantren Darul Istiqamah Maros: Mestinya Dibuktikan Saya Terlibat!

Menurut Tamsil, tuduhan bahwa dirinya mengambil tanah pesantren maupun aset berupa hotel atau penginapan milik Darul Istiqamah di Jakarta juga tidak benar. Ia bahkan mempersilakan pihak yang menuduh untuk membuktikan tuduhan tersebut melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya dituduh mengambil tanah pesantren. Itu semua tidak benar. Silakan dibuktikan dan diambil kembali. Begitu juga saya dituduh mengambil hotel atau penginapan milik Darul Istiqamah di Jakarta. Juga saya jawab kalau tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tamsil menjelaskan, selama ini dirinya justru membantu Pesantren Darul Istiqamah atas permintaan almarhum KH Arif Marzuki bersama Ustadz Muzayyin. Bahkan, menurut Tamsil, perkenalan dirinya dengan Muzayyin pertama kali dilakukan oleh Ustadz Muzakkir.

“Saya tidak pernah mengambil sesuatu apapun itu dari pesantren Darul Istiqamah. Selama ini saya hanya bantu atas permintaan pak KH Arif Marzuki bersama Ustadz Muzayyin,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Tamsil juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya mencari jalan damai. Ia mengaku pernah bertemu Bupati dan Wakil Bupati Maros, Dandim serta Kapolres, bersama Ustadz Andis, di rumah jabatan Bupati Maros. Dalam pertemuan tersebut, menurut Tamsil, sempat dibicarakan rencana mediasi dengan Ustadz Muzakkir dan pihak lainnya.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tamsil menyebut dirinya bahkan sudah siap menghadirkan Muzayyin dalam pertemuan yang dimediasi pemerintah daerah. Akan tetapi, menurut keterangan Tamsil, pertemuan tersebut tidak terlaksana karena Ustadz Muzakkir disebut tidak bersedia bertemu.

“Saya tidak mengerti apa maunya beliau-beliau itu. Semua tuduhannya ke saya, saya sudah jawab kalau hal tersebut tidak benar,” kata Tamsil.

Netizen Minta Tamsil Tidak Diam: Ambil Langkah Hukum!

Di tengah polemik tersebut, dukungan terhadap Tamsil juga muncul dari sejumlah pihak, termasuk warga yang mengaku mengikuti perkembangan persoalan Pesantren Maccopa.

Salah seorang yang mengaku sebagai warga Maros bahkan menyampaikan saran agar Tamsil mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai berulang kali membawa nama dirinya dalam persoalan tersebut.

“Saya selaku warga Maros, terkhusus asli mukimin Maccopa, izin memberi saran kepada Bapak Tamsil selaku tokoh nasional yang kami kagumi untuk mengambil langkah hukum,” demikian isi pesan yang diterima Tamsil.

Pesan tersebut menilai persoalan sudah berlangsung cukup lama dan berpotensi semakin melebar apabila tidak segera mendapatkan klarifikasi dan penyelesaian yang tegas.

Dalam percakapan lainnya, Tamsil juga menilai persoalan tersebut tidak lagi sebatas perbedaan pandangan, tetapi sudah masuk pada pola pembentukan asumsi yang kemudian dipaksakan menjadi kesimpulan.

“Betul sekali ustadz, makanya kesimpulan ana, memang mereka tidak mencari kebenaran tapi mencari pembenaran atas asumsi yang dia bangun sendiri,” ujar Tamsil.

Ia juga mengingatkan bahwa menilai seseorang hanya berdasarkan dugaan mengenai niat merupakan cara berpikir yang keliru.

“Tapi menghakimi sesuatu dengan dalil niat, itu sudah sangat keliru dan menyesatkan,” tegasnya.

Tamsil Buka Ruang Mediasi

Meski mempertimbangkan langkah hukum, Tamsil masih menunjukkan sikap terbuka untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Ia bahkan menawarkan agar seluruh pihak dipertemukan sehingga tuduhan dapat disampaikan secara langsung dan masing-masing pihak memperoleh kesempatan memberikan penjelasan.

“Atau mungkin kita bisa mediasi untuk pertemukan. Biar kita sama-sama mendengar tuduhannya itu dan saya berkesempatan untuk juga bisa menjelaskannya,” kata Tamsil.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Tamsil tidak serta-merta memilih jalur konfrontasi. Di satu sisi, ia mempertimbangkan hak hukumnya untuk menjaga nama baik. Di sisi lain, ia masih membuka pintu dialog demi menghindari persoalan semakin melebar.

Tamsil juga menyatakan tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Langkah itu dilakukan untuk menentukan mekanisme penyelesaian yang dinilai paling tepat.

“Saya lagi mengumpulkan bukti-bukti fitnah beliau untuk saya tempuh jalur yang bisa mendudukkan persoalan yang menjauhkan dari segala fitnah beliau,” ujarnya.

Bagi Tamsil, persoalan tersebut idealnya diselesaikan melalui tabayun, pembuktian dan mekanisme hukum yang tersedia, bukan melalui narasi yang berkembang tanpa dasar pembuktian yang jelas.

Kini, publik menunggu apakah polemik Pesantren Darul Istiqamah Maccopa akan berakhir melalui meja mediasi atau justru masuk ke ranah hukum. Yang jelas, Tamsil Linrung telah memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan membiarkan tuduhan terhadap dirinya terus berkembang tanpa klarifikasi dan pembuktian.

Catatan redaksi: Tuduhan atau pernyataan mengenai pihak-pihak yang disebut dalam berita ini merupakan bagian dari keterangan dan komunikasi yang diterima/diberikan Tamsil Linrung. Bela Rakyat tidak menyimpulkan bahwa suatu tindak pidana telah terjadi sebelum adanya pembuktian dan putusan hukum yang berkekuatan tetap.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *