BAZNAS dan UMB Siapkan Skema Bantuan Agar Mahasiswa Prasejahtera Tak Putus Kuliah

JAKARTA – BELA RAKYAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) membahas penguatan kolaborasi untuk membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera agar dapat mempertahankan keberlanjutan pendidikan hingga menyelesaikan studi.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi BAZNAS RI dan UMB di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis, 10 September 2026. Pertemuan dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Rektor UMB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Bacaan Lainnya

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk memastikan dukungan pendidikan dapat diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Ia menyampaikan, BAZNAS telah meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri yang menyasar mahasiswa semester lima ke atas. UMB disebut telah masuk sebagai salah satu mitra dalam program tersebut.

Menurut Sodik, dukungan melalui program beasiswa diharapkan dapat membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan kampus juga dinilai penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menyampaikan adanya peluang untuk mengembangkan skema co-fundraising antara BAZNAS dan UMB.

Skema tersebut memungkinkan kampus dan BAZNAS bersama-sama menghimpun dukungan dari masyarakat maupun donatur untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kendala pembiayaan kuliah.

Rizaludin menjelaskan, persoalan pembiayaan pendidikan dapat muncul pada berbagai tahapan perkuliahan. Karena keterbatasan dana, lembaga zakat harus menentukan prioritas penerima bantuan, termasuk antara mahasiswa baru dan mahasiswa yang sudah mendekati tahap akhir studi.

Karena itu, menurut dia, pendataan dan penyusunan profil mahasiswa yang membutuhkan bantuan menjadi bagian penting dalam pengembangan program. Informasi mengenai kondisi penerima manfaat dapat disampaikan secara jelas kepada calon donatur sehingga dukungan yang diberikan lebih terarah.

Ia menilai kepedulian masyarakat terhadap pendidikan cukup besar apabila kebutuhan penerima manfaat disampaikan secara transparan dan terukur.

Sementara itu, Rektor UMB Herry Suhardiyanto menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan bagi mahasiswa kurang mampu bukan hanya berkaitan dengan keberlanjutan studi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pengelolaan perguruan tinggi.

Herry mengatakan, kampus tidak menginginkan persoalan tunggakan biaya kuliah membuat mahasiswa kehilangan kesempatan mengikuti proses akademik. Namun, pada saat yang sama, tunggakan mahasiswa juga dapat menjadi beban bagi institusi pendidikan.

Karena itu, kerja sama dengan BAZNAS diharapkan dapat menghadirkan solusi yang memungkinkan mahasiswa dari keluarga prasejahtera tetap melanjutkan kuliah, sementara kondisi keuangan kampus tetap dapat dikelola secara berkelanjutan.

Kolaborasi BAZNAS RI dan UMB tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperluas akses bantuan pendidikan sekaligus mencegah persoalan ekonomi menjadi alasan mahasiswa harus menghentikan pendidikan tinggi sebelum menyelesaikan studinya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *