JAKARTA – BELA RAKYAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat tata kelola zakat nasional mulai dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga inovasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Penguatan tersebut dibahas dalam forum Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi yang digelar secara daring, Rabu (20/8/2026). Forum ini diikuti oleh 565 pimpinan BAZNAS daerah se-Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas kinerja pengelolaan dana ZIS pada semester I 2026.
“Jadi kita evaluasi capaian semester 1 2026, kemudian atas dasar evaluasi itu, kita melakukan langkah-langkah penyempurnaan,” jelas Sodik saat memberikan arahan.
Menurutnya, evaluasi terukur atas capaian pengumpulan hingga pendistribusian menjadi pedoman penting untuk pelaksanaan Program Strategis BAZNAS 2026–2031 di semester II.
“Penting hari ini yang terus menggelar acara-acara persiapan Rakornas agar nanti efektif, dan khusus tema hari ini adalah kita melakukan evaluasi, agar kita tahu persis posisi kita saat ini untuk melangkah kepada sisa waktu kita semester kedua tahun 2026 ini,” ujarnya.
Penguatan tata kelola zakat nasional difokuskan pada lima pilar utama, yakni peningkatan SDM, perluasan kolaborasi, penciptaan terobosan inovasi, pemaksimalan mobilisasi dana melalui lima direktorat, hingga penunaian amanah melalui pendistribusian dan pemberdayaan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Hj. Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa Pra-Rakornas ini merupakan persiapan teknis menuju Rakornas BAZNAS yang akan digelar di Jakarta pada 6–9 Oktober 2026 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Saidah juga memaparkan capaian pemberdayaan BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan nasional.
“Dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita pada tahun lalu sudah bisa mengentaskan 302.994 mustahik atau naik 5,84 persen year-on-year, di antaranya 131.952 jiwa dari miskin ekstrem serta berhasil mengubah status 15.649 orang dari mustahik menjadi muzaki,” ungkap Saidah.
Melalui konsolidasi ini, BAZNAS berharap kinerja pengelolaan ZIS di seluruh Indonesia semakin profesional, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan mustahik.






