BEKASI | MEDIA BELA RAKYAT — Kampanye Pilkades Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi memasuki ruang yang lebih dekat dengan masyarakat. Mahdi, calon kepala desa nomor urut 5 yang akrab disapa Madink, memilih turun langsung menyusuri lingkungan warga pada Rabu, 16 September 2026. Bukan sekadar berdiri di panggung, ia hadir dari pintu ke pintu, berbincang dan bersilaturahmi dengan masyarakat.
Menariknya, blusukan Mahdi juga menyentuh kawasan di sekitar basecamp atau rumah pemenangan Cakades Ruslani dan Cakades Damin. Di tengah suasana kontestasi yang semakin dinamis, Mahdi tetap datang untuk menyapa warga dan membuka komunikasi secara langsung.

Bagi Mahdi, perjumpaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari proses mengenali persoalan desa. Sebagai calon kepala desa nomor urut 5, Mahdi memiliki ruang untuk memperkenalkan gagasan, pengalaman, serta agenda yang ditawarkannya kepada masyarakat sekitar.
“Saya datang bukan hanya untuk menyampaikan apa yang ingin saya lakukan, tetapi juga untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan warga Sukadanau,” tutur Mahdi kepada awak Media di sela-sela blusukan, Rabu (16/9/2026) siang.
“Langkah tersebut membuat agenda kampanye berlangsung dalam suasana yang lebih cair. Warga dapat berbicara langsung dengan kandidat, menyampaikan persoalan lingkungan, serta mengutarakan harapan mereka mengenai arah pembangunan dan pelayanan pemerintahan desa,” tegasnya.
Menurut Mahdi, “Blusukan itu bukan sekadar datang, salaman, lalu pulang. Yang paling penting adalah mendengar. Karena desa ini milik masyarakat, dan setiap suara warga punya arti,” ungkap pria yang akrab disapa Madink.

“Kehadiran saya (Mahdi-red) di lingkungan yang berdekatan dengan basis pendukung kandidat lain juga menjadi bagian dari dinamika sosial Pilkades Sukadanau. Kontestasi politik desa berlangsung di tengah masyarakat yang sehari-hari tetap bertetangga, bersaudara, dan berinteraksi dalam ruang sosial yang sama,” katanya.
Masih menurut Mahdi, “Kampanye tidak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan kandidat, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui blusukan, saya memperlihatkan pendekatan kampanye yang menempatkan perjumpaan langsung dengan warga sebagai bagian dari agenda politiknya,’ ujarnya.
“Nomor 5 kini bukan hanya terlihat pada surat suara dan alat peraga kampanye. Angka tersebut ikut hadir dalam perjalanan saya (Mahdi) selaku Bocah asli kelahiran Sukadanau dalam menyusuri lingkungan desa, menemui warga, mendengarkan cerita kampung, dan menyerap aspirasi dari ruang-ruang kehidupan masyarakat secara langsung.” Pungkasnya.
(CP/red)






