Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI, F-PKS / Kalimantan Selatan I
Tidak ada seorang pun yang hidup tanpa harapan. Setiap manusia menginginkan rezeki yang lapang, ilmu yang bermanfaat, kesehatan, keluarga yang bahagia, hati yang tenang, ampunan Allah, pertolongan saat menghadapi kesulitan, hingga akhir kehidupan yang husnul khatimah dan masuk surga.
Semua keinginan tersebut pada hakikatnya bukanlah sesuatu yang mustahil. Allah Ta’ala telah membuka pintu-pintu rahmat-Nya. Yang diperintahkan kepada manusia hanyalah berdoa, beribadah, bertawakal, dan bersungguh-sungguh dalam ikhtiar.
Allah Ta’ala berfirman,
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan memperkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60).
Ayat ini menjadi bukti bahwa doa bukan sekadar ucapan, melainkan ibadah yang menunjukkan penghambaan seorang hamba kepada Rabbnya.
1. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah
“Allahummarzuqni rizqan halalan thayyiban waasi’an min ghairi ta’bin wa laa masyaqqah.”
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal, baik, luas tanpa kelelahan dan kesulitan.”
Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At-Thalaq: 2-3).
Lihatlah kisah Maryam. Ketika berada di mihrab, Nabi Zakariya selalu menemukan makanan di sisinya.
Allah berfirman,
“Setiap Zakariya masuk menemui Maryam di mihrab, ia mendapati makanan di sisinya.” (QS. Ali Imran: 37).
Maryam tidak memiliki ladang, tidak berdagang, namun Allah sendiri yang mencukupinya. Ini menjadi pelajaran bahwa rezeki tidak hanya datang melalui perhitungan manusia, tetapi juga melalui jalan yang Allah kehendaki.
Karena itu para ulama mengingatkan, jangan hanya memperbanyak bekerja, tetapi perbanyak pula istighfar, sedekah, dan ketakwaan.
2. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat
“Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbala.”
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini setiap selesai shalat Subuh.
Allah bahkan memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ agar terus meminta tambahan ilmu.
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha: 114).
Menariknya, Allah tidak memerintahkan Nabi meminta tambahan harta dalam ayat ini, tetapi tambahan ilmu.
Imam Syafi’i pernah berkata bahwa siapa yang menginginkan dunia hendaklah dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat juga harus dengan ilmu.
Kisah Nabi Musa yang melakukan perjalanan panjang menemui Nabi Khidir menunjukkan bahwa setinggi apa pun ilmu seseorang, ia tetap harus rendah hati untuk belajar.
3. Doa Memohon Keteguhan Iman
“Allahumma ya muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘ala diinik.”
Rasulullah ﷺ sangat sering membaca doa ini. Padahal beliau adalah manusia paling mulia.
Mengapa? Karena hati manusia berada di antara dua jari Allah. Allah dapat membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya.
Sejarah mencatat banyak orang yang awalnya memusuhi Islam lalu menjadi pembela agama, seperti Umar bin Khattab.
Sebaliknya, ada pula yang dahulu rajin beribadah tetapi akhirnya tergelincir karena kesombongan.
Maka jangan pernah merasa aman terhadap iman sendiri.
4. Doa Memohon Afiyah dan Kesehatan
“Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyah fid dunya wal akhirah.”
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setelah keyakinan, tidak ada nikmat yang lebih baik daripada afiyah.
Afiyah bukan sekadar sehat badan.
Afiyah berarti selamat agama, keluarga, rezeki, akhlak, hati, dan kehidupan.
Nabi Ayyub adalah teladan luar biasa.
Beliau kehilangan harta, keluarga, bahkan kesehatannya. Namun beliau tetap bersabar.
Allah akhirnya berfirman,
“Sesungguhnya Kami mendapatinya sebagai seorang yang sabar.” (QS. Shad: 44).
Allah kemudian mengembalikan kesehatan, keluarga, dan hartanya.
5. Doa Memohon Ketenangan Hati
Dalam kehidupan modern, banyak orang memiliki kekayaan tetapi kehilangan ketenangan.
Allah menjelaskan sumber ketenangan.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa agar Al-Qur’an menjadi penyejuk hati.
Hati yang jauh dari Al-Qur’an akan mudah gelisah.
Sebaliknya, hati yang dekat dengan Allah akan kuat menghadapi berbagai ujian.
6. Doa Memohon Keluarga Sakinah
“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama.”
Doa ini terdapat dalam QS. Al-Furqan ayat 74.
Keluarga yang sakinah bukan berarti tanpa masalah.
1. Rumah tangga Nabi Ibrahim diuji.
Rumah tangga Nabi Ya’qub diuji.
Rumah tangga Rasulullah ﷺ juga menghadapi ujian.
Namun semua dijalani dengan iman dan kesabaran.
Keluarga terbaik bukan yang paling kaya, melainkan yang paling dekat kepada Allah.
7. Doa Memohon Ampunan
“Rabbighfirli watub ‘alayya innaka antat tawwabur rahiim.”
Allah berfirman,
“Janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).
Nabi Adam memulai kehidupan manusia dengan taubat. Beliau berdoa,
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri.” (QS. Al-A’raf: 23).
Allah menerima taubat beliau. Demikian pula pembunuh seratus orang dalam kisah sahih yang akhirnya diampuni Allah karena taubatnya yang sungguh-sungguh.
Tidak ada dosa yang lebih besar daripada rahmat Allah.
8. Doa Memohon Pertolongan
“Hasbunallahu wa ni’mal wakil.”
Ucapan ini diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api. Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya.
Doa Nabi Yunus, “Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadz dzaalimiin.” dibaca ketika beliau berada dalam tiga kegelapan: malam, lautan, dan perut ikan.
Allah berfirman,
“Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan.” (QS. Al-Anbiya: 88).
Setiap muslim yang membaca doa Nabi Yunus dengan penuh keyakinan memiliki harapan besar memperoleh pertolongan Allah.
9. Doa Memohon Surga
“Allahumma inni as-alukal jannah wa a’uudzu bika minan naar.” Inilah tujuan akhir kehidupan seorang mukmin.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, maka surga akan memohon kepada Allah agar orang tersebut dimasukkan ke dalamnya.
Sebaliknya, siapa yang memohon perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka memohon agar ia diselamatkan.
Mengapa Doa Terkadang Terasa Belum Dikabulkan?
Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Namun cara Allah mengabulkan doa bisa berbeda.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa seorang muslim akan diberi salah satu dari tiga bentuk:
1. Allah segera mengabulkannya.
2. Allah menyimpannya sebagai pahala di akhirat.
3. Allah menghindarkan musibah yang sebanding dengan doa tersebut.
Karena itu jangan pernah berhenti berdoa.
Kunci Dibukanya Pintu-Pintu Kebaikan
Allah mencintai hamba yang menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya. Perbanyak membaca Al-Qur’an setiap hari meskipun hanya beberapa ayat.
Biasakan berdzikir pagi dan petang agar hati selalu terhubung dengan Allah. Perbanyak istighfar sebagaimana Nabi Muhammad ﷺ yang beristighfar lebih dari tujuh puluh kali bahkan seratus kali setiap hari.
Jangan tinggalkan sedekah, karena sedekah tidak mengurangi harta, bahkan menjadi sebab datangnya keberkahan.
Berbaktilah kepada kedua orang tua. Banyak ulama menjelaskan bahwa ridha Allah sangat berkaitan dengan ridha orang tua.
Jauhilah makanan haram, riba, kezaliman, dan memutus silaturahmi, karena semua itu dapat menjadi penghalang terkabulnya doa.
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Manfaatkan sepertiga malam terakhir ketika Allah turun ke langit dunia sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
Perbanyak doa saat sujud, karena saat itulah seorang hamba berada paling dekat dengan Rabbnya.
1. Berdoalah di antara adzan dan iqamah.
2. Perbanyak doa pada hari Jumat, terutama pada waktu yang mustajab.
3. Jangan lewatkan kesempatan berdoa ketika turun hujan, ketika berpuasa hingga berbuka, dan ketika safar.
Penutup
Sembilan doa di atas bukanlah sekadar rangkaian kalimat yang dibaca di lisan. Doa adalah bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan Allah Mahakuasa.
Doa akan menjadi lebih kuat apabila disertai keimanan, ketakwaan, kesabaran, ikhtiar yang halal, serta tawakal kepada Allah.
Semoga Allah membukakan untuk kita pintu-pintu rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, iman yang kokoh, kesehatan yang sempurna, hati yang tenang, keluarga yang sakinah, ampunan atas segala dosa, pertolongan dalam setiap kesulitan, dan pada akhirnya memasukkan kita ke dalam surga-Nya tanpa hisab.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.






