Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI, PKS, Kalimantan Selatan I
Al-Faqih Imam Abul Laits as-Samarqandi rahimahullah berkata:
وأصل المعصية ثلاثة أشياء: الكبر والحرص والحسد
Pokok kemaksiatan itu ada tiga: Sombong, Rakus, dan Hasad.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:
أُصُولُ الْخَطَايَا كُلُّهَا ثَلَاثَةٌ: الْكِبْرُ وَهُوَ الَّذِي أَصَارَ إِبْلِيسَ إِلَى مَا أَصَارَهُ، وَالْحِرْصُ وَهُوَ الَّذِي أَخْرَجَ آدَمَ مِنَ الْجَنَّةِ، وَالْحَسَدُ وَهُوَ الَّذِي جَرَّأَ أَحَدَ ابْنَيْ آدَمَ عَلَى أَخِيهِ
Pokok dan sumber dari segala dosa ada tiga: Sombong, itulah yang menjadikan Iblis menjadi seperti apa yang terjadi padanya. Rakus, itulah yang mengeluarkan Adam dari Surga. Hasad, itulah yang membuat salah satu anak Adam berani membunuh saudaranya.
Perkataan dua Imam besar ini adalah kaidah emas. Jika kita bedah sejarah manusia dari langit hingga bumi hari ini, semua dosa akan kembali ke tiga induk ini. Mari kita bedah satu per satu lengkap dengan dalil, kisah, dan relevansinya hari ini.
1. AL-KIBRU – SOMBONG : Dosa Pertama di Langit
Inilah dosa pertama yang dilakukan makhluk. Pelakunya bukan manusia, tapi Iblis.
Dalil Al-Qur’an:
Allah berfirman mengabadikan dialog kesombongan itu:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.” [QS. Al-Baqarah: 34]
Di ayat lain, Allah bongkar alasan sombongnya:
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Iblis berkata, “Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” [QS. Al-A’raf: 12]
Dalil Hadits:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendefinisikan sombong dengan sangat jelas:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [HR. Muslim]
Kisah Sejarah:
Iblis sebelumnya adalah makhluk yang paling taat, ahli ibadah ribuan tahun. Tapi satu kalimat sombong “Aku lebih baik dari dia” menghapus semua ibadahnya dan menjadikannya dilaknat hingga hari kiamat. Dari sombongnya Iblis, lahirlah semua kesombongan turunannya: Fir’aun yang berkata “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”, Qarun yang sombong dengan hartanya, Abu Jahal yang menolak kebenaran karena gengsi kaumnya.
Kekinian – Wajah Sombong Hari Ini:
Sombong hari ini tidak selalu berkata “Aku Tuhan”. Wajahnya lebih halus:
• Sombong Nasab & Jabatan: Merasa lebih mulia karena gelar, jabatan DPR, Kyai, Habaib, Doktor, Pejabat. Seperti yang disebut di grup tadi, ini penyakit yang sering menimpa orang yang punya kedudukan.
• Sombong Ilmu: Tidak mau menerima nasehat karena merasa lebih alim. Menolak kebenaran hanya karena yang menyampaikan lebih muda atau bukan ustadz terkenal. Inilah Batarul Haq.
• Sombong di Media Sosial: Flexing, pamer harta, pamer ibadah, merendahkan orang lain di kolom komentar. Merasa followers banyak, jadi merasa berhak menghina. Inilah Ghonthun Naas.
• Obatnya: Rasulullah mengajarkan, surga haram bagi yang di hatinya ada sombong walau sebesar biji sawi. Obatnya adalah tawadhu’ dan mengingat asal kita dari air hina dan akhir kita jadi bangkai.
2. AL-HIRSHU – RAKUS & TAMAK : Dosa Pertama di Surga
Jika sombong adalah dosa pertama di langit yang dilakukan Iblis, maka rakus adalah dosa pertama yang dilakukan di dalam Surga oleh manusia, yaitu Ayah kita Adam Alaihissalam.
Dalil Al-Qur’an:
Allah telah memberi segalanya di Surga, kecuali satu pohon. Tapi Iblis datang dengan tipu daya terhalusnya:
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu’.” [QS. Al-A’raf: 21]
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ
“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, ‘Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?'” [QS. Thaha: 120]
Adam tidak rakus makanan, tapi rakus akan keabadian. Ingin kekal di Surga. Padahal Allah sudah jamin Surga, tapi ketamakan akan “lebih” membuatnya melanggar.
Kisah Sejarah:
Karena satu ketamakan, Adam dikeluarkan dari Surga ke dunia yang penuh lelah. Dari sifat rakus inilah lahir semua kejahatan harta: Qarun yang menimbun emas hingga kunci gudangnya saja harus dipikul banyak orang, dan akhirnya ditenggelamkan. Kisah Tsalabah yang awalnya miskin dan taat, meminta didoakan kaya, setelah kaya menjadi rakus dan enggan membayar zakat.
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata:
من طلب الدنيا أضر بالآخرة، ومن طلب الآخرة أضر بالدنيا، فأضروا بالفاني للباقي
“Barangsiapa mengejar dunia (dengan tamak), pasti akan merugikan akhiratnya. Dan barangsiapa mengejar akhirat, pasti akan mengurangi dunianya. Maka korbankanlah yang fana untuk yang kekal.”
Kekinian – Wajah Rakus Hari Ini:
Ini adalah penyakit paling merata hari ini.
• Rakus Harta & Korupsi: Tidak cukup dengan gaji, masih ambil uang rakyat. Tidak cukup satu proyek, semua proyek ingin dimakan. Inilah yang membuat pejabat DPR, pengusaha, bahkan oknum agama pun jatuh.
• Rakus Jabatan & Kekuasaan: Segala cara dihalalkan untuk kekal di kursi kekuasaan. Sogok, fitnah, curang. Persis seperti rayuan Iblis kepada Adam: “Ingin kerajaan yang tidak binasa?”
• Rakus Dunia Digital: Rakus konten, rakus viral, rakus like, sampai menghalalkan hoax, ghibah, buka aurat. Rakus pinjol, judi online, karena ingin cepat kaya tanpa kerja.
• Obatnya: Qana’ah dan Zuhud. Rasulullah bersabda: Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan. Ingatlah, apa yang kamu makan akan jadi kotoran, apa yang kamu pakai akan usang, dan yang kekal hanyalah apa yang kamu sedekahkan di jalan Allah.
3. AL-HASADU – DENGKI & IRI : Dosa Pertama di Bumi
Jika sombong dosa pertama di langit, dan rakus dosa pertama di Surga, maka hasad adalah dosa pertama yang menumpahkan darah di muka bumi.
Dalil Al-Qur’an:
Kisah dua anak Adam, Qabil dan Habil:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ
“Dan ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam dengan sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, ‘Sungguh, aku pasti akan membunuhmu!'” [QS. Al-Maidah: 27]
Allah jelaskan motifnya adalah hasad, karena amalnya tidak diterima. Bukan karena Habil salah, tapi karena Habil lebih baik.
Dalil Hadits:
Rasulullah bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
“Jauhilah hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” [HR. Abu Dawud]
Kisah Sejarah:
Hasad tidak hanya membunuh Habil. Hasad pula yang membuat saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam membuang Yusuf ke dalam sumur. Padahal mereka adalah anak-anak Nabi Ya’qub. Mereka berkata:
اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ
“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat, agar perhatian ayahmu tertuju hanya kepadamu.” [QS. Yusuf: 9]
Hasad juga yang membuat Yahudi Madinah menolak Nabi Muhammad, padahal mereka tahu kebenaran beliau, hanya karena beliau bukan dari Bani Israil.
Kekinian – Wajah Hasad Hari Ini:
Hasad adalah penyakit hati paling senyap tapi paling menghancurkan ukhuwah.
• Hasad di Keluarga & Persaudaraan: Iri melihat saudara kandung lebih sukses, lebih disayang orang tua. Berujung putus silaturahmi dan warisan berdarah.
• Hasad di Dunia Dakwah & Politik: Sesama ustadz saling menjatuhkan karena jamaah. Sesama anggota dewan saling sikut karena hasad kedudukan. Di grup WhatsApp pun, hasad muncul dalam bentuk nyinyir, tidak senang melihat teman dapat nikmat.
• Hasad di Media Sosial: Inilah ladang hasad terbesar abad ini. Melihat postingan teman liburan, beli mobil, anaknya berprestasi, hati menjadi panas. Akhirnya memunculkan ghibah, fitnah, dan buzzer untuk menjatuhkan.
• Obatnya: Rasulullah mengajarkan, jika melihat nikmat pada saudara, doakan keberkahan: اللهم بارك. Dan sadari, hasad itu sebenarnya protes kepada takdir Allah. Engkau tidak ridha Allah memberi nikmat kepada orang lain.
PENUTUP: Bagaimana Kita Selamat?
Imam Abul Laits menutup nasehatnya dengan kalimat emas:
فالواجب على كل أحد ان يجتنب المعاصي ويجتهد في الطاعة ويخلص في طاعته لوجه الله تعالى
“Maka wajib bagi setiap orang untuk menjauhi segala kemaksiatan, bersungguh-sungguh dalam ketaatan, dan mengikhlaskan ketaatannya hanya untuk Allah Ta’ala.”
Tiga langkah praktisnya:
1. Untuk Sombong: Perbanyak Sujud. Sujud adalah lawan dari sombong. Iblis menolak sujud, maka kita perbanyak sujud. Ingatlah ke tanah tempat kita sujud, dari tanah kita dicipta dan ke tanah kita kembali.
2. Untuk Rakus: Perbanyak Puasa dan Sedekah. Puasa melatih menahan keinginan, sedekah melatih melepas harta. Orang yang qana’ah adalah orang terkaya.
3. Untuk Hasad: Perbanyak Husnudzon dan Doa. Jika hati mulai hasad, segera ucapkan “MasyaAllah, Tabarakallah”. Doakan saudaramu yang mendapat nikmat, karena malaikat akan berkata “Dan bagimu yang semisalnya”.
Semoga Allah bersihkan hati kita dari tiga induk dosa ini. Karena dari tiga inilah, semua cabang maksiat tumbuh subur.
Wallahu A’lam Bishawab.
Semoga Bermanfaat.






