Wihaji Optimalkan Program MPASI 3B untuk Tekan Risiko Stunting di Indonesia

JAKARTA – BELA RAKYAT – Pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah kekurangan gizi. Salah satu langkah yang didorong adalah program pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau dikenal dengan program 3B.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa kecukupan asupan gizi menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mengatasi persoalan stunting di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program MPASI 3B merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan kelompok sasaran mendapatkan dukungan pemenuhan nutrisi yang memadai.

Wihaji menjelaskan, BKKBN mendapatkan tugas untuk mendistribusikan MPASI kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas kesehatan dan pembangunan keluarga.

“Yang mengukur stunting kan bukan di kementerian kita, tapi salah satu sebab stunting adalah asupan gizi,” ujar seperti disampaikan ke Bela Rakyat, Selasa (3/11/2026).

Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kontribusi berbagai kementerian dan lembaga sesuai dengan tugas masing-masing. Dalam hal ini, BKKBN mengambil peran melalui intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok yang menjadi sasaran program.

Wihaji juga menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut perlu dilihat berdasarkan dampak nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Pengukuran hasilnya, kata dia, dapat dilakukan melalui sejumlah indikator, termasuk perkembangan berat dan tinggi badan. Sementara itu, angka prevalensi stunting secara nasional tetap membutuhkan survei komprehensif dari kementerian yang memiliki kewenangan, khususnya Kementerian Kesehatan.

Ia berharap distribusi MPASI 3B mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Program ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan demikian, keberhasilan program MPASI 3B tidak hanya diukur dari penyaluran bantuan, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dan perkembangan kondisi kesehatan kelompok penerima.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *