Pemuda Papua Selatan Diajak Kawal Investasi Bertanggung Jawab

MERAUKE – BELA RAKYAT – Pengawasan terhadap investasi tidak harus dipandang sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan. Sebaliknya, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, diperlukan untuk memastikan kegiatan ekonomi berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan kelestarian lingkungan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Bagus Karyo Widhiasto, S.Hut., M.Si., dari Tim Ekspedisi Patriot IPB University dan Algemeene Studie Club, dalam Dialog Kebangsaan bertema Sumpah Pemuda, Suara Pemuda Papua: Mendorong Pemuda Lokal Menjadi Pelaku Pembangunan, yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di RKD Coffee, Merauke, Papua Selatan, Rabu (28/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam sesi diskusi, Bagus menekankan pentingnya keseimbangan antara kegiatan investasi, pengelolaan sumber daya alam, dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, pembangunan perlu didukung tata kelola yang bertanggung jawab agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.

Ia menyoroti perlunya penerapan prosedur teknis dan standar lingkungan dalam pemanfaatan lahan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi dampak negatif sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.

Bagus berpandangan bahwa pengawasan merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pembangunan. Kepatuhan terhadap peraturan dan pengelolaan lingkungan yang baik justru diperlukan untuk mendukung keberlanjutan investasi.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan perlu didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan yang objektif menjadi penting agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan sesuai ketentuan hukum.

Selain aspek tata kelola, Bagus mendorong organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Papua Selatan memperkuat konsolidasi dalam menyikapi persoalan pembangunan daerah.

Kerja sama lintas organisasi diperlukan untuk menghimpun aspirasi masyarakat, memperluas kepedulian terhadap persoalan publik, serta mendorong pengawasan yang konstruktif. Keterlibatan tersebut juga mencakup dukungan terhadap penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti melalui mekanisme yang berlaku.

Melalui langkah tersebut, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran lebih luas sebagai wadah kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut berkontribusi dalam mengawal pelaksanaannya.

Pandangan Bagus menjadi bagian dari pembahasan dalam peringatan Sumpah Pemuda ke-98 yang mempertemukan unsur mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Merauke.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menerjemahkan semangat persatuan ke dalam kerja sama dan kepedulian terhadap masa depan daerah.

Dengan keterlibatan generasi muda yang aktif dan konstruktif, pembangunan Papua Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kepentingan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *