Sekjen Pemuda LIRA Bangga Meutya Hafid Jadi Satu-satunya Menteri Perempuan yang Dinilai Publik Berkinerja Baik

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Pemuda LIRA Habibie Mahabbah, SIP, MM menyampaikan rasa bangganya melihat nama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid masuk dalam daftar menteri Kabinet Merah Putih yang dinilai publik memiliki kinerja baik.

Menurut Habibie, munculnya Meutya Hafid di tengah dominasi nama-nama menteri pria menjadi catatan menarik sekaligus menunjukkan bahwa kiprah perempuan di jajaran kabinet mendapat perhatian dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Saya bangga melihat Ibu Meutya Hafid ada di tengah nama-nama menteri Kabinet Prabowo Subianto yang dinilai publik berkinerja baik. Ini bukan sekadar soal popularitas, tetapi menunjukkan bahwa sosok perempuan juga mampu hadir dan mendapatkan pengakuan publik dari sisi kinerja,” ujar Habibie kepada wartawan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

“Yang saya suka demgan tim kerja Komdigi yang dipimpin oleh Ibu Meutya ini, bagaimana melawan informasi hoaks. Termasuk juga bagaimana melawan informasi hoaks ‘bakal ada kerusuhan di bulan Agustus 2026 ini’. Terlihat di situ bagaimana seorang perempuan benar-benar turun menjelaskan ke masyarakat bahwa ada informasi yang disebar tanpa sumber yang jelas dan akurat,” sambung Habibie.

Hal itu merujuk pada survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli–3 Agustus 2026. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei tersebut, terdapat 12 nama menteri yang disebut secara spontan oleh publik sebagai sosok yang bekerja dengan baik. Dari 12 nama tersebut, Meutya Hafid menjadi satu-satunya figur perempuan yang muncul.

Meutya disebut oleh 6,1 persen responden dalam kategori menteri yang dinilai bekerja baik. Luar biasa.

Sementara itu, nama-nama yang berada di posisi teratas didominasi figur pria, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 42,8 persen dan Teddy Indra Wijaya sebesar 33,5 persen.

Habibie yang pernah menjabat sebagai Presidium Nasional Assosiasi Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (AMIPI) ini menilai, posisi Meutya Hafid dalam daftar tersebut memiliki arti tersendiri karena penilaiannya tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat keterkenalan seorang menteri.

Yang menarik, Ibu Meutya bahkan tidak masuk dalam daftar 12 menteri paling dikenal publik atau top of mind. Tetapi ketika masyarakat ditanya siapa menteri yang bekerja dengan baik, nama beliau tetap muncul dengan angka 6,1 persen. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap kinerja tidak selalu berbanding lurus dengan popularitas,” jelas Habibie.

Mantan Bendahara Umum PB HMI dan Wakil Sekjen DPP KNPI ini menegaskan, dirinya tidak melihat hasil survei tersebut sebagai ajang untuk membandingkan atau merendahkan menteri lain.

Sebaliknya, kata Habibie, kehadiran Meutya dalam daftar 12 menteri yang dinilai bekerja baik justru menjadi gambaran bahwa ruang apresiasi publik terhadap kinerja perempuan di pemerintahan semakin terbuka.

Tidak perlu membandingkan Ibu Meutya dengan menteri lain secara berlebihan. Semua menteri memiliki tugas dan tantangan masing-masing. Yang patut diapresiasi adalah dari 12 nama yang disebut publik berkinerja baik, ada satu nama perempuan, yaitu Meutya Hafid,” ujar Habibie.

Menurut dia, hasil survei tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi para perempuan Indonesia untuk terus mengambil peran strategis dalam pemerintahan dan pembangunan nasional.

Perempuan tidak hanya hadir sebagai pelengkap. Perempuan juga bisa berada di posisi strategis, bekerja, berkinerja dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Meutya Hafid menjadi salah satu contoh bahwa kerja keras dan tanggung jawab di ruang publik bisa mendapat pengakuan,” paparnya.

Habibie berharap Meutya Hafid dapat terus meningkatkan kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi digital Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa hasil survei merupakan potret persepsi publik pada periode tertentu sehingga harus dibaca secara proporsional.

Survei adalah potret persepsi masyarakat pada suatu waktu. Karena itu, hasilnya harus kita lihat secara objektif. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana apresiasi publik ini menjadi energi untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Habibie.

Dengan demikian, bagi Habibie, munculnya nama Meutya Hafid dalam daftar tersebut bukan hanya kabar baik bagi dirinya sebagai seorang menteri, tetapi juga menjadi pesan positif mengenai representasi perempuan dalam jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Meutya Hafid. Tetap bekerja, tetap rendah hati dan terus berikan yang terbaik. Kehadiran Ibu di antara nama-nama menteri yang dinilai publik berkinerja baik tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkasnya.

Sumber: Survei Indonesia Political Opinion (IPO), 27 Juli–3 Agustus 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *