Oleh: Ahmed Zaki Iskandar, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta
Selamat pagi, salam sejahtera. Shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.
Yang saya hormati seluruh pengurus Pleno DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta.
Yang saya hormati Ketua dan anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta.
Ketua dan pengurus ormas Hasta Karya serta sayap Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta yang saya hormati.
Serta seluruh Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta dan peserta upacara yang saya hormati dan saya banggakan.
Di pagi hari yang cerah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya bagi kita semua, pada hari ini kita diberikan nikmat sehat walafiat serta diberikan kekuatan untuk bersama-sama melaksanakan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-81 Republik Indonesia.
Tidak lupa kita mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh para pahlawan yang telah berjuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Khususnya para pejuang dan juga pendiri Partai Golkar. Saya mendoakan semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan kasih sayang dan ampunan serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Dan bagi kita semua, semoga Allah SWT menganugerahkan taufik, hidayah, dan kekuatan untuk dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan kita demi mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Hadirin peserta upacara yang saya hormati, perjuangan para pahlawan adalah contoh nyata dari semangat tanpa henti yang harus kita teladani dan kita tiru.
Kemerdekaan ini adalah hasil dari usaha kolektif dan kesungguhan para pendiri bangsa yang berjuang tanpa memandang perbedaan. Mereka mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh dedikasi, semangat, dan keberanian.
Kita harus terus mengingat bahwa tujuan mulia ini tidak akan tercapai hanya dengan bersandar pada harapan. Kita harus ikut berjuang keras, bekerja dengan cerdas, penuh integritas, dan juga komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia melalui karya-karya nyata.
Sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, dan berdaulat, kita memiliki tanggung jawab untuk memajukan negara ini agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Dengan semangat yang tidak pernah menyerah, mari kita terus bekerja keras, berinovasi, dan berkarya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini.
Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya banggakan. Pada saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada akhir tahun 2026.
Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya pemerintah melalui program kemandirian swasembada di bidang peternakan dan pertanian, efisiensi anggaran, rasionalisasi jumlah BUMN, kampung nelayan, koperasi desa Merah Putih, makan bergizi gratis, ekonomi hijau, serta dan yang utama melalui program kemandirian energi di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum Partai Golkar, yang tentu saja sudah banyak berhasil dengan sangat luar biasa membantu pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran di 2 tahun terakhir, salah satunya adalah tetap menekan harga subsidi BBM sampai hari ini.
Sebagai kader Partai Golkar yang militan, optimisme kemandirian energi yang digagas dan dijalankan oleh Ketua Umum kita sebagai Menteri ESDM ini wajib kita dukung.
Sebagai contoh, program utama energi ini: menindak tegas pelanggaran tambang-tambang ilegal, mempercepat hilirisasi energi hijau, dan juga pengolahan gas CNG atau tabung Merah Putih yang merupakan inovasi dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, untuk membantu masyarakat kecil agar tidak lagi bergantung kepada suplai gas dari negara lain.
Sosialisasi ini harus kita gaungkan terus kepada masyarakat, kepada saudara kita, tetangga, dan juga kerabat, bahwa Ketua Umum Partai Golkar Bapak Bahlil Lahadalia terus bekerja keras untuk membangun kemandirian bangsa dan negara serta rakyat Republik Indonesia.
Komitmen tersebut bukan hanya slogan di atas panggung, melainkan diwujudkan melalui program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga di akar rumput.
Dengan turun ke lapangan, mendengar aspirasi, dan mengawal sampai pada pengambilan kebijakan, kehadiran Bapak Bahlil Lahadalia dan juga Partai Golkar akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Inilah salah satu langkah Ketua Umum kita yang wajib kita tiru dan kita aplikasikan kepada masyarakat.
Hadirin yang saya hormati, saat ini Partai Golkar telah membuktikan diri bahwa semakin hari semakin matang dalam berpolitik serta mengawal pembangunan di Indonesia, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.
Kita sebagai kader wajib mendukung dengan upaya langkah-langkah politik yang nyata dan terus berkarya membantu rakyat melalui jaringan-jaringan aspirasinya.
Namun, perjuangan kita belum berhenti. Tentu saja kita akan menyambut pemilu berikutnya di tahun 2029. Saat ini, konsolidasi organisasi yang sedang berlangsung di tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT/RW nanti harus jadi momentum kita bersama untuk terus memperbaiki diri, menyatukan visi dan misi kembali, serta membuat solid diri bahwa kita sebagai kader Partai Golkar adalah kader yang berkualitas, memiliki pikiran yang visioner, dan juga berorientasi dalam rangka membantu dan membangun kesejahteraan masyarakat.
Saya ingin bertanya, apakah Saudara-saudara siap untuk merebut kemenangan di Pemilu 2029?
(Audiens: Siap!)
Baik, terima kasih.
Para kader yang saya banggakan, terakhir saya minta agar seluruh kader Partai Golkar tetap menjaga semangat dan soliditas dalam satu komando kebersamaan Partai Golkar Jakarta dan DPP Partai Golkar Indonesia untuk mendukung dan terus mensukseskan seluruh program Partai Golkar serta pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan juga Gibran hingga tuntas sampai akhir masa jabatan nanti.
Tidak lupa pula di hari yang baik ini, mari kita sama-sama doakan para korban bencana saudara-saudara kita baik di Nusa Tenggara Timur maupun di Nusa Tenggara Barat. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi bencana alam ini.
Hadirin yang berbahagia, demikianlah amanat pada kesempatan yang berbahagia ini. Sekaligus saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada hari ini, dan juga seluruh kader yang hadir mengikuti upacara pada hari ini. Tentu saja kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan acara dan upacara pada hari ini.
Dirgahayu Republik Indonesia!
Merdeka!
(Audiens: Merdeka!)
Terima kasih.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.
Wabillahi taufiq wal hidayah, wa ridho wal inayah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Suara Golkar?
(Audiens: Suara Rakyat!)
Golkar?
(Audiens: Indonesia!)
Golkar?
(Audiens: Menang, menang, menang!)
Sekali lagi biar semangat! Kalau saya bilang Suara Rakyat, Suara Golkar. Kalau saya katakan Golkar: Menang, menang, menang.
Suara Golkar?
(Audiens: Suara Rakyat!)
Golkar?
(Audiens: Menang, menang, menang!)
Merdeka! Terima kasih.






