Pemanfaatan Sistem Penyimpanan Energi Listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) pada Kawasan Peternakan dan Pertanian di Desa Sajen Pacet, Mojokerto

Screenshot

MOJOKERTO – Dalam upaya mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi tepat guna, Program Studi Diploma Tiga (Prodi D3) Teknik Elektro Industri, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Sistem Penyimpanan Energi Listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) pada Kawasan Peternakan dan Pertanian di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto” pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, Pemerintah Desa Sajen, serta masyarakat sebagai mitra dalam menghadirkan solusi penyediaan penerangan jalan yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sistem penyimpanan energi listrik berbasis energi surya.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Desa Sajen merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Pacet yang memiliki potensi besar pada sektor peternakan kambing dan pertanian sebagai sumber utama mata pencaharian masyarakat.

Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut berlangsung sejak dini hari hingga malam hari, terutama untuk pemberian pakan ternak, pemeriksaan kondisi ternak, pengangkutan hasil pertanian, maupun mobilitas menuju lahan pertanian.

Namun demikian, keterbatasan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) pada akses menuju kawasan peternakan dan pertanian masih menjadi kendala yang cukup serius. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari meningkatkan risiko kecelakaan, mengurangi tingkat keamanan lingkungan, serta menghambat produktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Selain itu, lokasi peternakan yang relatif jauh dari permukiman menyebabkan akses terhadap jaringan listrik konvensional belum tersedia secara optimal sehingga diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang dapat beroperasi secara mandiri.

Menjawab permasalahan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat PENS mengimplementasikan sistem Penerangan Jalan Umum berbasis energi surya yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi listrik menggunakan baterai. Sistem ini memanfaatkan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik pada siang hari, kemudian energi tersebut diatur oleh solar charge controller dan disimpan ke dalam baterai sebagai media penyimpanan.

Pada malam hari, energi yang tersimpan digunakan untuk menyalakan lampu LED secara otomatis sehingga penerangan tetap tersedia meskipun tidak ada sinar matahari. Dengan konsep tersebut, sistem mampu menyediakan penerangan jalan secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN, sekaligus memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan lebih efisien.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk menentukan lokasi prioritas pemasangan PJU berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan.

Selanjutnya dilakukan survei teknis, analisis kebutuhan sistem, perancangan instalasi, serta pemasangan perangkat yang meliputi panel surya, baterai penyimpanan energi, solar charge controller, lampu LED, dan tiang penerangan.
Setelah proses instalasi selesai, tim melakukan pengujian sistem guna memastikan seluruh komponen bekerja sesuai perencanaan dan mampu memberikan tingkat pencahayaan yang optimal bagi masyarakat.

Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam penerapan teknologi energi terbarukan di masyarakat.

Selain implementasi teknologi, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai prinsip kerja sistem penyimpanan energi listrik, manfaat pemanfaatan energi surya, serta tata cara pengoperasian dan perawatan sistem agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh fasilitas penerangan jalan yang lebih baik, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknologi energi terbarukan sehingga mampu melakukan perawatan dasar terhadap sistem secara mandiri.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang telah dibangun sekaligus menjamin keberlanjutan pemanfaatan teknologi di masa mendatang.
Implementasi sistem penyimpanan energi listrik untuk Penerangan Jalan Umum ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Sajen.

Kehadiran penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam maupun dini hari, mengurangi potensi kecelakaan di jalur menuju kawasan peternakan dan pertanian, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, penerapan teknologi energi surya dengan sistem penyimpanan energi listrik juga menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang dapat dikembangkan lebih luas di wilayah pedesaan sebagai solusi penyediaan energi yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan penyediaan Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9), serta pengembangan Permukiman yang Berkelanjutan (SDG 11), sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penerapan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *