MOJOKERTO – Persaingan pasar yang semakin dinamis menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital. Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Dosen Program Studi Bisnis Digital Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama UMKM yang tergabung dalam komunitas Ngoro Apik, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
UMKM Ngoro Apik memiliki beragam usaha produktif, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan, hingga produk lokal berbasis rumah tangga. Namun, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran konvensional dan jaringan lokal. Keterbatasan dalam branding, pemanfaatan iklan digital, serta pengelolaan penjualan online menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar dan menghadapi persaingan dengan produk pabrikan.
Melalui program bertajuk “Penguatan Kapasitas UMKM Ngoro Apik Mojokerto melalui Iklan Digital dan Optimasi Penjualan Online Menuju Transformasi Bisnis Berkelanjutan”, tim Unesa memberikan pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pemasaran digital.
Kegiatan mencakup pengenalan branding, pemanfaatan media dan platform online, pendampingan iklan digital dan konten promosi, hingga optimasi penjualan online serta evaluasi dasar hasil pemasaran.
Pendampingan juga mencakup aspek manajemen usaha, khususnya perencanaan pemasaran, pengelolaan usaha, dan pengambilan keputusan bisnis. Mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan sehingga strategi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan diharapkan dapat terus diterapkan setelah program selesai.
Program ini diketuai Muhammad Febrilian Dwi Syahputra, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Dr. Dhiyan Septa Wihara, S.P., M.M.; Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M.; Renny Sari Dewi, S.Kom., M.Kom.; Hafid Kholidi Hadi, S.E., M.SM.; dan Dr. Nadia Asandimitra Haryono, S.E., M.M.
Tim tersebut membawa keahlian yang beragam, mulai dari transformasi digital organisasi, sustainable work behaviour, digital tourism marketing, teknologi informasi, digital leadership, hingga manajemen keuangan.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas UMKM tersebut, program PKM diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan pemasaran digital, meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha UMKM, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas UMKM. (ari)






