MOJOKERTO – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB UNESA) melalui Program Studi S1 Bisnis Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil (HIPEMIKA) Kabupaten Mojokerto di Astana Jabal Sirr, Mojokerto.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim dari Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya, dengan Audika Briantari Zaen, S.Pd., M.Kom. sebagai ketua tim. Tim PKM terdiri atas Achmad Fitro, S.Kom., M.Kom.; Dr. Nanang Hoesen Hidroes Abbrori, S.T., M.T.I.; Riska Dhenabayu, S.Kom., M.M.; Anita Safitri, S.Kom., M.Kom.; dan Rakha Asyrofi, S.ST., M.Kom.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi FEB UNESA dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia UMKM di tengah perkembangan teknologi digital. Pelaku UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja.
Namun, perkembangan lingkungan bisnis yang semakin dinamis menuntut UMKM tidak hanya mampu mengelola kegiatan operasional, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Sebagian pelaku UMKM HIPEMIKA telah menjalankan kegiatan usaha secara rutin, khususnya pada sektor kuliner, jasa, dan industri rumahan. Namun, proses pengembangan kompetensi karyawan masih banyak dilakukan secara informal dan belum didukung oleh media digital yang sederhana untuk mencatat serta memantau perkembangan pembelajaran secara berkala.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini.
Pengembangan kompetensi yang tidak terdokumentasi dengan baik dapat menyulitkan pemilik atau pengelola UMKM dalam mengetahui perkembangan kemampuan karyawan, materi yang telah dipelajari, maupun kebutuhan pembelajaran berikutnya.
Mengembangkan Kompetensi Karyawan melalui Media Digital

Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim PKM Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNESA memperkenalkan Self-Learning Tracking Sheet, sebuah media digital sederhana yang dirancang untuk membantu UMKM melakukan pencatatan dan pemantauan proses pengembangan kompetensi karyawan.
Self-Learning Tracking Sheet dikembangkan sebagai sarana untuk mendorong proses belajar mandiri yang lebih terstruktur, terdokumentasi, dan terukur. Melalui media ini, peserta tidak hanya memperoleh daftar rekomendasi pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga dapat mencatat proses pembelajaran yang telah dilakukan serta memantau perkembangan kompetensinya.
Dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan, peserta diperkenalkan dengan mekanisme penggunaan tracking sheet dan diarahkan untuk melakukan pencatatan perkembangan pembelajaran sesuai dengan bidang aktivitas masing-masing.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk memahami fitur-fitur yang tersedia dan mempraktikkan penggunaannya secara langsung. Self-Learning Tracking Sheet dilengkapi dengan sejumlah fitur yang mendukung proses pengembangan kompetensi.
Fitur tersebut meliputi identifikasi divisi, pemilihan level kompetensi, daftar pelatihan dan sertifikasi, tautan menuju sumber pembelajaran, checklist materi yang telah diselesaikan, persentase perkembangan pembelajaran, serta progress bar untuk memberikan gambaran visual mengenai capaian pembelajaran.
Daftar pembelajaran dalam tracking sheet juga disusun berdasarkan beberapa tingkatan kompetensi, mulai dari Basic, Beginner, Intermediate, Advanced, hingga Expert.
Selain itu, materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan bidang pekerjaan dalam UMKM, seperti pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi, desain, logistik, TMT serta teknologi informasi. Peserta tidak hanya mengenal konsep penggunaan tracking sheet, tetapi juga mampu menggunakan fitur-fitur yang tersedia.
Peserta dapat mengidentifikasi divisi, memilih level kompetensi, mengakses tautan pelatihan dan sertifikasi, mencatat materi yang telah diselesaikan melalui checklist, serta memantau perkembangan pembelajaran melalui persentase dan progress bar.
Dari kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan pemanfaatan media digital untuk monitoring pengembangan kompetensi, dari sebelumnya 8 peserta menjadi 31 peserta setelah mengikuti kegiatan. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan sebesar 67,7 poin persentase, yaitu dari 23,5% menjadi 91,2%.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Self-Learning Tracking Sheet dapat membantu mengubah proses pengembangan kompetensi yang sebelumnya belum terdokumentasi menjadi lebih terstruktur, terdokumentasi, dan terukur. Media ini juga memberikan alternatif sederhana bagi UMKM untuk memantau materi yang telah dipelajari, perkembangan keterampilan, serta keterkaitannya dengan pelatihan dan sertifikasi.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals
Pelaksanaan kegiatan PKM ini juga mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Pertama, SDG 4 – Quality Education, melalui penguatan kesempatan belajar dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Self-Learning Tracking Sheet memberikan sarana bagi peserta untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dan mendokumentasikan proses belajar sesuai kebutuhan kompetensi.
Kedua, SDG 8 – Decent Work and Economic Growth, melalui upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia UMKM. Pengembangan kompetensi yang lebih terarah diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas individu dan produktivitas dalam lingkungan kerja UMKM.
Ketiga, SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, melalui penerapan media digital sederhana sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong transformasi digital pada sektor UMKM.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNESA menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas UMKM serta mendorong transformasi digital yang dapat diterapkan secara nyata sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. (ari)






