MOJOKERTO – Dalam upaya mendorong modernisasi pemasaran digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Bisnis Digital, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merancang dan menerapkan modul penggunaan serta optimalisasi Google Business Profile bagi Paguyuban UMKM Ngoro Apik, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi cara pelaku UMKM mengelola kehadiran bisnis mereka di dunia digital, dari yang semula belum termanfaatkan secara optimal menjadi lebih profesional, informatif, dan mudah ditemukan calon pelanggan.
Pengabdian ini didanai melalui skema Kebijakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNESA Tahun 2026 dan dipimpin oleh tim akademisi yang terdiri dari Danang Ary Dewangga (Ketua), Ika Diyah Candra Arifah, Nadia Nur Thahirrah, Ratih Amelia, serta Fresha Kharisma, seluruhnya dari Program Studi Bisnis Digital, FEB UNESA.
Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa, banyak pelaku UMKM di Paguyuban Ngoro Apik sudah memiliki produk dan layanan yang baik, namun belum terlihat secara maksimal di pencarian daring maupun Google Maps karena profil bisnis digital mereka belum dikelola dengan tepat.
Melalui program ini, puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, jasa, hingga fashion, dibekali modul praktis yang mencakup pendaftaran dan verifikasi Google Business Profile, pengisian informasi bisnis secara lengkap (jam operasional, kategori usaha, dan deskripsi produk), optimalisasi foto dan katalog produk, strategi mendapatkan dan merespons ulasan (review) pelanggan, hingga pembacaan data performa (Performance Insights) profil bisnis untuk pengambilan keputusan pemasaran berbasis data.
“Google Business Profile adalah etalase digital gratis yang seringkali belum dimanfaatkan secara maksimal oleh UMKM. Padahal, profil bisnis yang lengkap dan aktif terbukti meningkatkan kepercayaan calon pelanggan serta memperbesar peluang usaha ditemukan saat pencarian lokal di sekitar Ngoro dan Mojokerto,” papar Danang Ary Dewangga, Ketua Tim PKM.
Selain meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha, program pengabdian ini dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas pemasaran digital UMKM, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Paguyuban Ngoro Apik dalam mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro dan kecil.
Hasil evaluasi pemahaman peserta yang dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan (pretest-posttest) menunjukkan peningkatan pemahaman yang tergolong signifikan setelah mengikuti program.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim Bisnis Digital UNESA akan melakukan pendampingan berkala guna memastikan profil bisnis digital mitra UMKM terus diperbarui dan dikelola secara optimal, termasuk penguatan lanjutan melalui integrasi dengan media sosial (Instagram dan TikTok) serta aplikasi pesan-antar seperti GoFood dan ShopeeFood. (ari)






