Menkomdigi Meutya Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Google: Dorong Ketahanan Infrastruktur Digital Indonesia

SILICON VALLEY – BELA RAKYAT – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memperkuat diplomasi teknologi Indonesia dengan mendorong kolaborasi strategis bersama Google dalam pengembangan konektivitas, infrastruktur digital, ketahanan jaringan, hingga keamanan ekosistem digital nasional.

Langkah tersebut dibahas Meutya Hafid dalam pertemuan bilateral dengan Vice President Global Network Solutions Google, Brian Quigley, di Googleplex, California, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

“Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda pemerintah memperluas kerja sama dengan perusahaan teknologi global sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur digital memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Meutya seperti dikutip di Instagram pribadinya.

Dorong Infrastruktur Kabel Terhubung Langsung ke Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Meutya membahas pengembangan jaringan global Google, termasuk peluang perluasan infrastruktur kabel bawah laut dan kabel terestrial yang terhubung langsung dengan Indonesia.

Penguatan jaringan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas konektivitas sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur digital nasional menghadapi berbagai potensi gangguan.

“Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi antara Google dan perusahaan telekomunikasi Indonesia untuk mempercepat pembangunan interkonektivitas pusat data serta memperluas akses internet ke berbagai wilayah,” papar Meutya.

Dengan semakin kuatnya interkoneksi antarpusat data dan jaringan telekomunikasi, Indonesia diharapkan mampu memiliki infrastruktur digital yang lebih tangguh untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital.

Konektivitas Harus Berujung pada Manfaat

Meutya sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan konektivitas tidak boleh berhenti pada pembangunan jaringan semata. Infrastruktur digital harus benar-benar digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi.

“Kementerian Komdigi mencatat, keberhasilan konektivitas harus dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Meutya.

Pandangan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memastikan transformasi digital tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi mampu membuka akses dan peluang yang lebih merata.

Bahas Pengembangan RCS hingga Ekosistem Aplikasi

Kolaborasi Indonesia dan Google dalam pertemuan tersebut juga mencakup pengembangan Rich Communication Services (RCS) sebagai teknologi komunikasi generasi berikutnya yang dapat memperluas kemampuan layanan pesan dibandingkan SMS konvensional.

Selain itu, dibahas pula dukungan terhadap pengembang aplikasi Indonesia agar ekosistem teknologi nasional semakin berkembang dan mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif.

“Kerja sama antara pemerintah dan perusahaan teknologi global, dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kapasitas talenta, pengembang, serta pelaku industri digital nasional,” nilai Meutya.

Keamanan Digital dan Pemberantasan Judi Online

Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian dalam pembahasan Meutya dengan Google.

Pemerintah mendorong penguatan kolaborasi untuk menjaga ruang digital Indonesia, termasuk dalam upaya pemberantasan judi online melalui berbagai ekosistem layanan Google seperti Search, Ads, dan Play Store.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk membangun ruang digital yang tidak hanya cepat dan terkoneksi, tetapi juga aman bagi masyarakat.

Sebelumnya, Meutya juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dan kepentingan nasional.

Google Sampaikan Komitmen Perluas Investasi di Indonesia

Dalam pertemuan di Silicon Valley tersebut, Google juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas investasi dan kehadirannya di Indonesia.

“Komitmen ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat infrastruktur digital, memperluas konektivitas, mengembangkan ekosistem teknologi, serta meningkatkan kapasitas industri digital nasional,” papar Meutya.

Bagi pemerintah, keterlibatan perusahaan teknologi global perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional, termasuk melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas ekosistem digital dalam negeri.

Meutya sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa keterbukaan Indonesia terhadap teknologi global harus berjalan bersama kepastian aturan, keamanan, dan kepentingan nasional.

Perkuat Posisi Indonesia di Ekosistem Digital Global

Pertemuan dengan Google menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi dalam ekosistem teknologi global.

Pengembangan kabel bawah laut, jaringan terestrial, pusat data, akses internet, teknologi komunikasi, keamanan digital, hingga ekosistem aplikasi menjadi elemen yang saling berkaitan dalam membangun fondasi ekonomi digital.

“Dengan semakin kuatnya konektivitas internasional dan nasional, Indonesia memiliki peluang memperluas akses digital sekaligus memperkuat daya saing industri teknologi dalam negeri,” jelas Meutya.

Agenda tersebut juga menunjukkan bahwa diplomasi digital Indonesia tidak hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi turut menyentuh pembangunan infrastruktur, ketahanan jaringan, keamanan ruang digital, dan pengembangan ekosistem teknologi nasional.

Melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Google, pemerintah berupaya memastikan transformasi digital Indonesia bergerak dari sekadar memperluas akses internet menuju pembangunan ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *