MEDAN – BELA RAKYAT – Komisi X DPR RI memastikan lima Sekolah Dasar (SD) di Sumatera Utara yang mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat bencana banjir akan menjadi prioritas penerima bantuan revitalisasi pada tahun 2026.
Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, saat Kunjungan Kerja Spesifik ke SD Negeri 060950 Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung progres revitalisasi sekolah pascabencana.
Legislator Dapil Sumatera Utara I itu menjelaskan, banjir besar yang melanda Sumut tahun lalu berdampak pada hampir seribu sekolah dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.
“Memang kegiatan belajar-mengajar sudah 100 persen berjalan normal, tapi faktanya masih ada sekolah yang pembangunannya belum selesai,” ujar Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Dari hasil dialog dengan Pemda dan pihak sekolah, Komisi X mencatat ada lima SD yang mendesak untuk segera dibantu karena kondisinya rusak sedang dan berat. Selain itu, ada usulan pembangunan 12 Ruang Kelas Baru (RKB) untuk jenjang SMP.
Sofyan menegaskan, dengan adanya tambahan anggaran revitalisasi tahun ini, pembangunan tidak perlu menunggu hingga 2027.
“Kita dapat tambahan anggaran revitalisasi, dari 60 ribu menjadi 71 ribu sekolah secara nasional. Jadi lima SD ini dan 12 RKB SMP di Sumut kita dorong agar tuntas di tahun 2026 ini juga,” tegasnya.
Terkait usulan fasilitas penunjang seperti laptop dan perangkat teknologi pembelajaran, Sofyan menyebut aspirasi tersebut akan ditampung untuk program tahun depan. Sementara untuk infrastruktur halaman sekolah yang terdampak banjir, menurutnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, secara nasional program revitalisasi menunjukkan progres yang cukup cepat. Dengan penambahan kuota tahun ini, diharapkan pemulihan sekolah rusak bisa dipercepat.
“Target kita, di tahun 2029 sudah tidak ada lagi sekolah rusak atau hampir roboh. Semua anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” pungkas Sofyan Tan.






