BOGOR – BELA RAKYAT – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partia Golkar Hamka Baco Kady, mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus melakukan inovasi dan modernisasi teknologi. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca, iklim, dan kebencanaan yang diterima masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Hamka saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Bogor, pada Kamis, 11 September 2026. Kunjungan ini dalam rangka pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur dan layanan informasi kebencanaan. Seperti dikutip di Instagram Hamka B Kady.
Dalam keterangannya, Hamka menegaskan bahwa di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, peran BMKG sebagai sumber utama informasi yang akurat dan andal menjadi sangat vital.
BMKG Harus Berinovasi Lagi
Hamka menilai, BMKG tidak boleh berpuas diri dengan teknologi yang ada saat ini. Inovasi berkelanjutan menjadi sebuah keharusan agar BMKG tetap relevan dan presisi dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
“BMKG harus berinovasi lagi. Apapun itu sebenarnya dunia sekarang sudah harus menggunakan teknologi yang modern,” ujar Hamka B. Kady.
Menurut Hamka, informasi yang akurat dari BMKG adalah kunci utama bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan memitigasi risiko bencana.
Dua Fokus Utama: Perawatan Alat dan Advance Teknologi
Dalam wawancara tersebut, politisi senior Partai Golkar itu merinci dua hal utama yang harus menjadi perhatian serius ke depan.
Pertama, adalah pemeliharaan atau maintenance terhadap alat-alat operasional yang sudah ada agar tetap berfungsi optimal. Kedua, adalah pengembangan teknologi yang lebih maju atau advance technology.
“Ada dua hal yang harus kita pikirkan, yang pertama adalah bagaimana me-maintain alat yang sudah ada, kemudian yang kemudian selanjutnya adalah teknologi advance dari alat itu sendiri ya ke depan,” jelasnya.
Soroti Rencana Penggabungan Geologi dan BMKG
Hamka juga menyoroti rencana pemerintah ke depan yang akan menggabungkan layanan geologi dengan BMKG dalam satu kelembagaan. Baginya, langkah ini akan membawa konsekuensi penyesuaian yang besar, namun diyakini akan memperkuat sumber informasi kebencanaan secara terintegrasi.
“Apalagi ke depan rencana pemerintah itu akan menggabungkan antara geologi dengan BMKG. Nanti kalau sudah berada pada satu kelembagaan, nanti akan ada penyesuaian-penyesuaian,” katanya.
Ia berharap, dengan penggabungan tersebut, akurasi data kebencanaan, baik yang bersifat meteorologis maupun geologis, dapat semakin meningkat dan terpusat.
“Karena kita berharap bahwa dengan bergabungnya itu sumber-sumber informasi yang akurat, yang selama ini diperoleh oleh masyarakat tentu datangnya dari BMKG ya,” tambah Hamka.
Dorong Peningkatan Kualitas Layanan dan SDM
Selain teknologi, Hamka Baco Kady juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh BMKG. Ia menilai SDM BMKG saat ini sudah cukup handal dan memadai, sehingga siap untuk mengoperasikan teknologi yang lebih modern di masa depan.
“Oleh karena itu kami berharap kepada BMKG untuk meningkatkan kualitas layanannya, kualitas sumber daya manusianya. Karena kami selama ini memperhatikan, mengamati bahwa sumber daya manusianya cukup handal, cukup memadai untuk advance teknologi ke depan,” pungkasnya.
Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Stasiun Klimatologi Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam penyusunan kebijakan dan anggaran untuk mendukung modernisasi peralatan dan peningkatan kapasitas BMKG secara nasional, demi keselamatan masyarakat Indonesia.






