JAKARTA – BELA RAKYAT – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat perjuangan dan persatuan di era transformasi digital. Hal itu ditegaskan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Atas nama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Meutya menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia kepada seluruh rakyat Indonesia. Tahun ini, Indonesia genap berdiri selama 81 tahun dengan fondasi nilai yang kokoh.
Ucapan Resmi HUT ke-81 RI dari Kemkomdigi
Dalam transkrip pidato resminya, Meutya Hafid menyampaikan pesan kebangsaan yang penuh makna.
“Atas nama Kementerian Komunikasi dan Digital, saya Meutya Hafid mengucapkan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. 81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong-royong,” ujar Meutya.
Menurutnya, usia 81 tahun kemerdekaan adalah bukti ketangguhan bangsa yang dibangun dari semangat kolektif seluruh anak bangsa. Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung semangat untuk terus melangkah bersama.
“Dirgahayu Republik Indonesia! Mari terus melangkah bersama, memperkuat persatuan, dan menghadirkan semangat kemerdekaan melalui transformasi digital yang inklusif, aman, berdaulat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Menjaga Semangat Perjuangan, Persatuan dan Gotong Royong
Meutya menekankan bahwa tiga nilai dasar bangsa — perjuangan, persatuan, dan gotong royong — tidak boleh luntur ditelan zaman. Justru di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi, nilai tersebut harus semakin diperkuat.
“Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum refleksi dan aksi nyata dalam membangun bangsa yang berdaya saing.
Transformasi Digital yang Inklusif dan Berdaulat
Memasuki era digital, Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi digital nasional. Meutya menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan teknologi hadir sebagai solusi, bukan sebagai pemecah belah.
“Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Meutya.
Transformasi digital yang diusung Kemkomdigi berlandaskan pada empat pilar utama: inklusif, aman, berdaulat, dan bermanfaat. Inklusif berarti tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses digital. Aman berarti ruang digital yang terlindungi dari hoaks, judi online, dan kejahatan siber. Berdaulat berarti Indonesia memiliki kendali atas data dan kedaulatan digitalnya sendiri. Serta bermanfaat yang berarti teknologi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
“Kementerian Komunikasi dan Digital terus berkomitmen mengawal transformasi digital untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan berdaulat di era digital,” lanjutnya.
Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat
Menutup pesannya, Menteri Meutya menggaungkan optimisme untuk masa depan Indonesia. Dengan persatuan dan pemanfaatan teknologi yang bijak, cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud.
“Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat. Merdeka!” pungkasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi, dan kolaborasi di ruang digital.






