JAKARTA – Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali menegaskan pentingnya membangun karakter kepemimpinan sejak usia muda sebagai bekal menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Leadership and Organizational Training of Student (LOTUS) 2026 di SMA Labschool Bintaro, Kamis (23/4/2026).
Menurut Bamsoet, perkembangan dunia yang ditandai oleh kemajuan teknologi, disrupsi ekonomi, serta perubahan sosial menuntut generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, berpikir strategis, serta berintegritas tinggi. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang muncul secara instan ketika seseorang telah menduduki jabatan.
“Kepemimpinan itu dibentuk sejak dini, bahkan dari hal-hal sederhana di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mantan Ketua DPR RI ini menekankan bahwa kepemimpinan visioner menjadi salah satu kunci utama dalam membangun masa depan bangsa. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu merumuskan arah yang jelas serta menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang punya visi jelas tentang masa depan, lalu mampu mengajak orang lain berjalan bersama menuju tujuan tersebut,” kata Bamsoet.
Ia juga menyoroti besarnya potensi generasi muda Indonesia. Dengan jumlah yang mencapai puluhan juta jiwa, generasi muda dinilai sebagai kekuatan strategis dalam mendorong pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan pembinaan berkelanjutan, terutama melalui pendidikan karakter dan pengalaman organisasi.
Selain itu, Bamsoet menegaskan bahwa integritas dan etika merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Tanpa integritas, kepercayaan akan mudah runtuh, bahkan di lingkungan terkecil seperti sekolah.
“Integritas itu kesesuaian antara ucapan dan tindakan. Jika itu tidak ada, maka kepercayaan juga akan hilang,” tegasnya.
Ia menambahkan, etika kepemimpinan tercermin dari sikap menghargai orang lain, berlaku adil, serta mampu menjadi teladan. Di era modern, kepemimpinan yang hanya berorientasi pada kekuasaan dinilai tidak lagi relevan. Sebaliknya, kepemimpinan berbasis nilai moral dan keteladanan justru menjadi kunci dalam membangun solidaritas dan kepercayaan.
“Pemimpin adalah sosok yang siap berkorban, baik waktu, tenaga, maupun perasaan. Ia juga harus mampu memahami hal-hal yang tidak selalu tampak dan mendengar apa yang tidak terucap,” pungkas Bamsoet.
Melalui kegiatan seperti LOTUS 2026, diharapkan para pelajar dapat mulai mengasah kemampuan kepemimpinan sejak dini, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berkarakter dalam menghadapi masa depan.






