JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan pentingnya pelaksanaan program revitalisasi sekolah secara lebih menyeluruh agar mampu menjawab kebutuhan nyata infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek bangunan yang mengalami kerusakan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Adde Rosi sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya saat menyoroti pelaksanaan program revitalisasi sekolah, termasuk di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Ia menilai, revitalisasi sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap sekolah yang membutuhkan memperoleh perhatian secara proporsional melalui dukungan anggaran yang memadai.
Revitalisasi Masih Bersifat Parsial
Adde Rosi menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan dan laporan yang diterimanya, pelaksanaan revitalisasi di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Siak masih dilakukan secara terbatas.
Menurutnya, pekerjaan renovasi baru menyasar beberapa bagian bangunan, seperti atap, pintu, dan jendela, sementara bagian lain yang juga membutuhkan perbaikan belum tersentuh.
“Revitalisasi yang tadi diberlakukan di SD Kabupaten Siak ini memang revitalisasi yang mungkin alakadarnya. Karena apa? Karena hanya baru memperbaiki atapnya saja, dengan jendela dan juga pintu, tetapi keseluruhannya belum,” ujar Adde Rosi.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan rehabilitasi sekolah masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran yang tersedia saat ini.
Banyak Sekolah Masih Membutuhkan Perbaikan
Adde Rosi mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Siak, masih terdapat banyak sekolah yang memerlukan program revitalisasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Data per 22 Juli 2026 mencatat sebanyak 54 satuan pendidikan di Kabupaten Siak telah ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi. Meski demikian, menurutnya, kebutuhan perbaikan di lapangan masih cukup besar karena banyak bangunan sekolah memerlukan rehabilitasi secara menyeluruh.
Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Siak, melainkan juga dialami banyak daerah lain di Indonesia.
Kondisi Serupa Terjadi di Berbagai Daerah
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Banten I, Adde Rosi mengatakan persoalan keterbatasan revitalisasi sekolah juga masih ditemukan di wilayah yang diwakilinya.
Bagi Adde Rosi, masih banyak sekolah yang membutuhkan renovasi ruang kelas, perbaikan sanitasi, rehabilitasi bangunan, hingga peningkatan sarana penunjang pendidikan lainnya.
“Padahal tadi berdasarkan laporan dari Ibu Bupati juga, banyak sekali sekolah-sekolah di Siak ini yang membutuhkan program revitalisasi. Kita berharap dengan kondisi yang memang hampir serupa di seluruh kabupaten/kota, termasuk juga di dapil saya di Provinsi Banten, ini masih banyak sekolah yang membutuhkan revitalisasi,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai perhatian serius dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional.
Komisi X DPR RI Siap Dorong Penambahan Anggaran
Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Adde Rosi memastikan pihaknya akan terus mengawal kebijakan revitalisasi sekolah agar memperoleh dukungan anggaran yang lebih besar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur sekolah yang layak.
Karena itu, Komisi X akan mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar mengalokasikan anggaran revitalisasi secara lebih optimal sehingga semakin banyak sekolah yang dapat diperbaiki setiap tahunnya.
“Oleh karena itu, kami di Komisi X tentu akan mendorong lebih optimal lagi agar Kemendikdasmen ini bisa menganggarkan lebih banyak lagi,” tegasnya.
Pemerataan Infrastruktur Pendidikan
Adde Rosi menegaskan bahwa pemerataan kualitas pendidikan harus dimulai dari pemerataan fasilitas belajar. Menurutnya, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif tanpa memandang lokasi geografis sekolahnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur pendidikan yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Dengan penguatan anggaran, pengawasan yang lebih ketat, serta pelaksanaan revitalisasi yang menyeluruh, diharapkan kualitas sarana pendidikan nasional dapat terus meningkat dan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.






