Yosep Puji Gotong Royong Warga: Pukau Ribuan Orang, Desa Lubang Buaya Taklukkan Gerak Jalan Kecamatan Setu

BEKASI | MEDIA BELA RAKYAT – Derap langkah yang berpadu dengan semangat kebangsaan menggema di setiap ruas jalan Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada, Kamis (6/8/2026), saat ribuan peserta mengikuti Gerak Jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 11 desa tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung besar yang menampilkan wajah persatuan, disiplin, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Di tengah lautan merah putih yang berkibar, semangat gotong royong seakan menjelma menjadi bahasa yang dipahami oleh seluruh peserta dan masyarakat yang memadati sepanjang lintasan.

Sorotan utama tertuju kepada Desa Lubang Buaya, yang tampil begitu memukau dengan konsep atraktif, formasi barisan yang presisi, kostum bernuansa merah putih berpadu topi bergaya Ska Punk, serta yel-yel yang mengguncang semangat para penonton. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa nasionalisme dapat diekspresikan melalui kreativitas yang tetap menjunjung nilai kesopanan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Tak mengherankan apabila dewan juri akhirnya menetapkan Desa Lubang Buaya sebagai Juara 1 Gerak Jalan HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Setu, sebuah prestasi yang disambut gegap gempita oleh masyarakat.

Calon Kepala Desa Lubang Buaya sekaligus petahana (incumbent), Maulana Yusup atau yang akrab disapa Yosep, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta serta masyarakat yang telah berjuang mengharumkan nama desa.

“Alhamdulillah, kemenangan ini bukan milik saya ataupun pemerintah desa semata, tetapi milik seluruh warga Desa Lubang Buaya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, para pelatih, panitia, pemuda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah bergotong royong mempersiapkan penampilan terbaik. Kekompakan yang ditunjukkan hari ini adalah cerminan karakter masyarakat Lubang Buaya yang selalu bersatu dalam membangun desa. Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus kita pelihara, bukan hanya saat perlombaan, tetapi juga dalam pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, menjaga persaudaraan, dan mewujudkan Desa Lubang Buaya yang semakin maju, harmonis, serta menjadi kebanggaan Kecamatan Setu,” ujar Yosep kepada awak media, Kamis (6/8/2026). 

Apresiasi juga datang dari warga Desa Burangkeng, Ajid Hermawan, yang mengaku terpukau menyaksikan penampilan peserta dari Desa Lubang Buaya. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi yang paling menonjol dibandingkan peserta lainnya.

“Terus terang saya sangat kagum. Dari awal masuk lintasan sampai finis, peserta Desa Lubang Buaya benar-benar tampil luar biasa. Barisannya sangat kompak, yel-yelnya membakar semangat, kostumnya kreatif, dan seluruh pesertanya terlihat penuh percaya diri. Saya sebagai warga desa sebelah (Burangkeng-red) ikut bangga melihat semangat seperti itu. Mereka layak menjadi juara karena penampilannya memang berbeda dan mampu menghibur masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan desa-desa lain juga bisa menampilkan kreativitas yang sama sehingga semangat kemerdekaan semakin terasa,” ungkap Ajid.

Keberhasilan tersebut bukanlah kemenangan yang lahir dalam sekejap, melainkan buah dari latihan, kedisiplinan, koordinasi, serta semangat kolektif seluruh elemen masyarakat desa. Setiap langkah yang mereka ayunkan seolah menjadi puisi tentang persatuan; setiap yel-yel yang dikumandangkan menjelma doa agar Indonesia terus berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan zaman. Semangat tersebut selaras dengan amanat Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Nilai bela negara diwujudkan melalui disiplin, persatuan, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih jauh, semangat yang terpancar dalam kegiatan ini juga sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia, serta selaras dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, memperkuat kohesi sosial, serta membangun karakter bangsa melalui partisipasi aktif masyarakat. Gerak jalan menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, sportivitas, kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warganya. Di sepanjang lintasan, antusiasme masyarakat menjadi energi yang menghidupkan suasana. Sorak sorai, kibaran Sang Merah Putih, hingga senyum anak-anak yang menyaksikan peserta melintas menghadirkan pemandangan yang mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan amanah yang harus terus dirawat melalui persatuan dan kepedulian. Kemenangan Desa Lubang Buaya menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, kreativitas berpadu dengan disiplin, maka lahirlah prestasi yang mampu menginspirasi banyak orang dan memperkuat optimisme menuju Indonesia yang semakin maju. Imbuhnya.

 

Selamat kepada seluruh masyarakat Desa Lubang Buaya atas keberhasilan meraih Juara 1 Gerak Jalan HUT ke-81 Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Setu. Semoga capaian ini menjadi bara semangat yang terus menyala, menginspirasi generasi penerus untuk menjaga persatuan, menghidupkan budaya gotong royong, serta mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, dan pengabdian kepada bangsa. Sebab, bangsa yang besar bukan hanya dikenang karena kemenangan masa lalunya, tetapi karena kemampuannya menjaga persatuan, merawat harapan, dan melangkah bersama menuju masa depan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat. Pungkas Ajid.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *