Type to search

Tanya DR Suharsono

Suka Duka Terbesar Pemimpin Perusahaan dalam Bisnis

Share

Assalamualaikum Wr Wb

Pak Doktor Suharsono

Salam kenal saya Achmad Fauzi. Warga Bekasi kota, Jawa Barat. Usia saya 45 tahun. Pekerjaan saya sebagai pegawai di perusahaan swasta.

Sebenarnya, saya sudah baca artikel terkait keberhasilan Bapak memimpin perusahaan yang bapak rintis dari nol. Saya banyak belajar bagaimana Bapak memajukan perusahaan itu hingga sekarang. Dan ternyata, perusahaan atau lembaga yang Bapak pimpin, keponakan saya pernah belajar di situ, yakni BBC kursus bahasa Inggris. Dan setelah saya berdialog dengan ibunya terungkap ternyata BBC banyak lembaga pendidikan berkecimpung di dalamnya.

Ceritanya sangat menarik meniti karir atau mengembangkan usaha dari nol hingga berhasil. Itu sungguh petualangan yang luar biasa… Betulkan Pak DR?

Dan saya alami saat saya ikut perusahaan tempat saya bekerja ini dan hingga kini sudah sukses. Meski perusahaan ini bukan punya saya. Hehehe

Andai perusahaan itu milikku, mungkin ceritanya beda.

Saya mau tanya, dalam Bapak memimpin perusahaan bapak itu apa saja suka duka hingga besar hingga sekarang? Penasaran saya ingin tahu.

Pasti berbeda kan rasanya Pak Suharsono sebagai pemilik perusahaan atau hanya sekedar karyawan seperti saya ini?
Yang saya rasakan sebagai karyawan (membuat Perusahaan ini sukses) bangga bagian dari perusahaan ini.

Pertanyaan kedua. Menurut bapak, peran terbesar apa yang pernah Bapak lakukan untuk memajukan perusahaan yang banyak itu?

Achmad Fauzi, Bekasi (08121****)

Jawaban:

Waalaikum salam ww.

Terima kasih Pak Fauzi telah meneliti lembaga yang pernah saya kembangkan. Saya bersyukur, saya memanfaatkan masa-masa muda untuk membangun bisnis kursus Bahasa Inggris BBC. Saya juga sangat bersyukur, dari kursus BBC kemudian berkembang ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di beberapa kota besar di Indonesia.

Semuanya merupakan petualangan yang menarik dan saya juga bersyukur dapat berbagi pengalaman kepada masyarakat luas. Saya diundang ke beberapa daerah untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam membangun lembaga kursus dan pendidikan. Semuanya adalah karunia yang Allah SWT limpahkan kepada diri saya.

Ada dua pertanyaan pokok yang pak Fauzi ajukan yakni, pertama suka duka dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Yang kedua, peran terbesar yang saya lakukan dalam memajukan perusahaan.

Suka duka saya membangun dan mengembangkan bisnis

1. Membangun bisnis adalah suatu petualangan.

Membangun bisnis penuh dinamika, penuh kerja keras dan perjuangan, penuh derita, tetapi juga penuh bahagia. Saya bersyukur, memiliki isteri dan anak-anak yang luar biasa. Mereka mensuport dan menghibur dikala duka. Mereka memberikan pandangan-pandangan dalam membuat solusi terhadap masalah yang saya hadapi. Mereka juga ikut bekerja keras untuk mewujudkan impian saya. Itulah salah satu faktor penunjang sukses: memiliki pendamping yang mendukung.

2. Membangun bisnis penuh ketidak pastian

Kadang-kadang untung dan kadang-kadang rugi. Kalau untung jangan berfoya-foya. Manfaatkan keuntungan yang didapat untuk mengembangkan usaha supaya lebih besar lagi. Keuntungan harus diputar lagi untuk menghasilkan nilai tambah. Sebaliknya, kalau rugi, jangan mutung dan bersedih berlama-lama. Kerugian dan kegagalan adalah bagian dari proses mencapai kesuksesan. Kita harus membuat keuntungan yang didapat bisa menutup kerugian. Dan harus berlebih. Kalau tidak berlebih berarti kita hanya kerja bakti. Kalau rugi terus, kita akan bangkrut. Kalau berlebih, kita akan berkembang.

3. Kita perlu mencintai apa yang kita lakukan

Berbisnis adalah berpetualang. Kita harus menikmati petualangan itu. Dinamika yang kita hadapi dalam berbinis membuat kita banyak belajar. Kita belajar mengelola uang, kita belajar mengelola orang, kita belajar mengelola hubungan, dan kita belajar mengelola emosi kita. Kita harus mencintai apa yang kita lakukan. Walaupun apa yang kita lakukan tidak memberikan hasil yang kita harapkan.

Dalam berbisnis kita juga belajar membuat keputusan-keputusan yang tepat bagi diri dan organisasi kita. Mencintai apa yang kita lakukan akan membuat kita bahagia. Kita capai, ya. Kita kadang-kadang sedih, ya. Kita sering marah, ya. Kita kadangkala merugi, ya. Semua perasaan itu pernah kita rasakan dalam berbisnis. Kalau kita mencintai apa yang kita lakukan, kita akan merasakan kebahagiaan. Bagaimana mengatur emosi agar kita menikmati perasaan-perasaan yang bermacam-macam. Itulan kunci kebahagiaan. Menikmati apapun kondisi yang dialami.

4. Kita harus yakin apa yang kita lakukan bermakna.

Dalam berbisnis, kita sering ditipu orang. Kita sering rugi besar. Kita sering disabotase. Kita sering ditinggalkan oleh orang-orang terbaik kita. Kita sering didemo karyawan dan mahasiswa kita. Dibalik itu semua, kita lagi diuji dan disuruh banyak belajar. Semua kejadian buruk yang menimpa kita adalah bagian dari proses yang namanya kesuksesan. Kesuksesan membangun kehidupan yang bermakna. Kesuksesan membuat kebermanfaatan yang lebih besar.

Peran terbesar apa yang saya lakukan sebagai pemimpin

1. Penetapan Rencana Strategis

Pemimpin punya peran dalam memajukan perusahaan. Salah satu peran besar yang saya lakukan adalah menentukan arah perusahaan dalam bentuk perencanaan strategis. Perencanaan strategis atau lebih dikenal renstra merupakan perencanaan pengelolaan hal-hal strategis untuk mencapai visi. Saya bersyukur, saya belajar hal ini dari seorang konsultan Kanada pada tahun 1992 pada saat bisnis saya masih kecil. Untuk mempertajam pengetahuan ini, saya mengundang konsultan-konsultan manajemen lain untuk memandu kami dalam mencapai visi.

Renstra adalah kerangka kerja jangka panjang (5 tahun). Di dalam renstra termasuk: penetapan visi dan misi, penetapan nilai-nilai luhur, analisa SWOT, pembuatan tujuan tahunan, pembuatan target-target bulanan. Dalam rensra juga memuat berbagai strategi untuk mencapai target, penetapan jangka waktu, dan hal-hal lain berkenaan dengan penanggung jawab kegiatan. Dengan adanya renstra ini, berbagai kegiatan diperusahaan sangat terarah karena ada target-target.

2. Menjadikan perusahaan sebagai organisasi pembelajar

Dinamika perubahan diluar organisasi berkembang sangat cepat. Organisasi yang tidak belajar akan ketinggalan dengan perubahan. Organisasi yang selalu belajar mudah beradaptasi dengan berbagai perubahan. Saya menjadikan ‘budaya pembelajar’ sebagai salah satu nilai luhur.

Pelatihan-pelatihan diadakan sepanjang tahun. Karyawan harsus cakap melakukan pekerjaannya. Semua karyawan, dari office boy sampai manajer dan direktur, harus belajar sesuatu yang baru khususnya berkaitan dengan pekerjaannya. Hal ini untuk membuat bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih baik. Karyawan didorong untuk melanjutkan studinya di S1, S2, dan S3. Ada yang belajar mandiri, ada yang mendapat bantuan dari perusahaan, ada yang mendapat beasiswa dari pemerintah.

Budaya pembelajar telah menjadikan perusahaan sebagai organisasi pembelajar. Budaya pembelajar telah menjadikan perusahaan tahan banting menghadapi berbagai perubahan. Perubahan terbesar terjadi dengan adanya pandemic, tetapi perusahaan tetap jalan melakukan berbagai kegiatannya walaupun secara online. Budaya pembelajar telah menjadikan para karyawan belajar cepat menyesuaikan dengan perubahan yang ada.

Semoga jawaban saya dapat mengobati keingintahuan pak Fauzi dan memberikan pencerahan untuk menetapkan pilihan-pilihan dalam kehidupan. Sukses untuk pak Fauzi! []

 

[ Kali ini DR Suharsono memberi kesematan buat Anda sekalian yang ingin curhat, ada personalan hidup yg susah diselesaikan terkait keluarga, karir, bisnis, keuangan dll.

Daftar pertanyaan bisa dihubungi Nomor what’s App 081364923457

Catatan: identitas bisa disembunyikan dan jawabannya dimuat di belarakyat.com

Terimakasih

Cc: DR SUHARSONO, MM, MPd]

Tags:
Next Article

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up