Type to search

Tanya DR Suharsono

Cara Jadi Istri yang Baik dari Suami Seorang Pengusaha Sukses?

Share

Assalamualaikum ww.

Semoga pak Doktor Suharsono selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam kehidupan. Supaya bapak dapat berbagi pengalaman dalam membangun kesuksesan.

Maaf, saya mau curhat pak Doktor.

Saya ini ibu rumah tangga. Suami kerja di perusahaan minyak dan sering terbang ke lepas pantai tempat ngebor minyak. Saya punya 4 anak yang semuanya masih kecil-kecil. Saya punya usaha desain dan produksi pakaian. Juga punya beberapa toko batik di Semarang. Saat ini saya punya 15 karyawan yang membantu saya.

Kegiatan saya belakangan ini sangat banyak. Mengurus suami dan keempat anak yang masih kecil sangat menyibukkan dan menyita waktu. Belum lagi urus pesanan pakaian, mendesain pakaian, dan juga toko-toko batik.

Saya juga aktif di organisasi kewanitaan. Susah bagi saya untuk bagi waktu. Tidak semuanya bisa saya lakukan.

Mohon saran-saran pak Doktor, bagaimana saya dapat melakukan semuanya dengan baik. Menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik. Menjadi pengusaha yang baik. Dan menjadi aktifist organisasi yang baik.
Kadang-kadang saya berpikir mau tutup saja toko-toko saya, tapi sayang karena sudah punya pelanggan banyak.

Oh..ya, nama saya Atik Wulandari, umur 40 tahun, tinggal di Salatiga, Jawa Tengah.
Mohon saran pak Doktor. Supaya saya bisa menjadi istri yang sukses dan juga pengusaha yang sukses.
Terima kasih,

Wassalamualaikum ww.

Atik Wulandari – Salatiga (085311*****)

Jawaban:

Waalaikum salam ww.
Bu Atik yang luar biasa. Saya, laki-laki, sulit membayangkan betapa sibuknya ibu melakukan semua kegiatan dengan begitu baik. Urus suami, 4 anak yang masih kecil, desain pakaian, produksi pakaian, beberapa toko di luar kota tempat tinggal. Dan masih aktif di organisasi kewanitaan.

Merupakan hal yang wajar jika ibu sangat sibuk. Dan pastinya sering pusing memikirkan semuanya.

Itulah kelebihan wanita dibanding dengan pria. Wanita itu dapat multi fokus. Dapat melakukan banyak hal pada waktu yang bersamaan. Contohnya seperti bu Atik sendiri. Ibu harus bersyukur, tetap sehat dan semangat dalam menjalankan semua perannya. Ibu harus juga menjaga kesehatan supaya tetap fit karena banyak orang bergantung sama bu Atik.

Dengan informasi yang sangat terbatas tentang kegiatan ibu, saya ingin memberikan saran-saran. Minimal saran-saran ini akan dapat mengurai keruwetan yang ibu alami. Syukur dapat menjadi solusi.

1. Bersyukur dengan kondisi yang ada

Dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat yang kita peroleh. Ibu bersyukur suami memahami kesibukan ibu. Bersyukur anak-anak mendapatkan perhatian dan pendidikan yang cukup. Bersyukur usaha-usaha berjalan lancar, toko-toko mendapatkan pelanggan yang banyak.

Bersyukur masih dapat aktif di organisasi. Dengan bersyukur, kita akan menarik lebih banyak hal-hal yang kita syukuri ke dalam kehidupan kita. Inilah kekuatan dan keajaiban bersyukkur.

2. Libatkan pasangan dalam memikirkan perkembangan anak-anak dan usaha

Urusan kita akan sukses manakala kita didukung oleh pasangan kita. Pasangan yang memahami dan mendukung akan memberikan support yang luar biasa terhadap kegiatan yang kita lakukan. Konflik dengan pasangan harus dihidari karena akan menyedot energy kita.

Mintalah pendapat pasangan tentang pengembangan usaha kita. Ajak dia berdiskusi secara santai. Pakai pendapatnya dalam pengelolaan bisnis. Pasangan akan merasa dihargai kalau pendapatnya diterima dan dipakai.

3. Lakukan manajemen waktu

Kegiatan kita dapat dikelompokkan kedalam 4 katagori: penting dan mendesak; penting dan tidak mendesak; tidak penting dan mendesak; tidak penting dan tidak mendesak. Lakukan kegiatan yang penting-penting saja, baik yang mendesak maupun yang tidak mendesak. Kegiatan dikatagorikan penting bila memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian tujuan. Bila masih ada waktu dan mau, lakukan kegiatan yang lain. Pilih kegiatan yang produktif yang dapat membantu kelancaran urusan rumah angga dan usaha.

4. Bangun tim kerja yang solid

Jangan semuanya ibu yang melakukan. Sebagian dari kegiatan dapat kita delegasikan. Delegasikan beberapa tugas kepada tim. Buat mereka berperan dan bertanggung jawab. Bagi-bagi tugas dan peran. Siapa melakukan apa, dan bertanggung jawab kepada siapa. Penanggung jawab kegiatan usaha yang melapor kepada bu Atik. Buat agar tim dapat melakukan sebagian dari pekerjaan yang selama ini ibu lakukan. Perankan diri ibu sebagai pemimpin tertinggi.

5. Bangun sistem manajemen yang baik

Bila usaha sudah berkembang, perlu dibuat standar-standar operasi dalam berbagai bidang. Bidang produksi, bidang keuangan, bidang SDM, bidang pemasaran, dan bidang lain yang diperlukan.

Sistem manajemen yang baik akan banyak membantu pengelolaan berbagai usaha dan kegiatan di berbagai tempat yang berbeda. Bila perlu, cari konsultan yang dapat membantu ibu dalam menangani bebagai permasalahan usaha.

Semoga saran-saran saya bermanfaat. Karena banyaknya kegiatan yang ibu lakukan, perlu diingat: lakukan hal-hal yang penting-penting saja, delegasikan sebagian kegiatan, mulai bangun sistem manajemen.
Saya yakin bu Atik akan menjadi pengusaha besar dan sukses di kemudian hari.

Insya Allah.

[Kali ini DR Suharsono memberi kesematan buat Anda sekalian yang ingin curhat, ada personalan hidup yg susah diselesaikan terkait keluarga, karir, bisnis, keuangan dll.

Daftar pertanyaan bisa dihubungi Nomor what’s App 081364923457

Catatan: identitas bisa disembunyikan dan jawabannya dimuat di belarakyat.com

Terimakasih

Cc: DR SUHARSONO, MM, MPd]

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *