BEKASI | BELA RAKYAT — Di tengah gema nilai-nilai kemanusiaan yang mengiringi peringatan 10 Muharram, sebuah momentum yang memiliki makna spiritual mendalam dalam sejarah Islam, LSM GMBI KSM Cikarang Barat menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim di Kampung Rawa Banteng, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Acara yang dihadiri jajaran pengurus dan anggota LSM GMBI KSM Cikarang Barat itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi penerima bantuan, melainkan simbol harapan yang terus dijaga agar tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Senyum yang terukir di wajah mereka seakan menjadi bahasa universal tentang arti kepedulian dan kasih sayang sosial.
Ketua LSM GMBI KSM Cikarang Barat, Wahyu Widjanarko, menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, anak-anak yatim memiliki kedudukan yang mulia dalam nilai-nilai ajaran Islam sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan perhatian, dukungan moral, serta bantuan yang dapat meringankan beban kehidupan mereka.
“Kami melakukan kegiatan santunan ini agar dapat menumbuhkan rasa kebersamaan terhadap sesama dan membangun nilai-nilai sosial. Bahwa penting rasa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang berada di sekitar lingkungan kita,” ujar Wahyu Widjanarko di sela kegiatan, (25/6/2026).
Lebih jauh, Wahyu menuturkan bahwa semangat berbagi tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, kepedulian merupakan fondasi penting untuk membangun lingkungan yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan amanat Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima yang menekankan kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Secara normatif, kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga selaras dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 34 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Dalam implementasinya, partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi elemen penting dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan sosial sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi nasional terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Bagi LSM GMBI KSM Cikarang Barat, kegiatan santunan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara organisasi dan masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan modern yang kerap menghadirkan sekat-sekat sosial, kepedulian menjadi jembatan yang menyatukan hati. Sebab sejatinya, pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya nilai kemanusiaan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Mengakhiri kegiatan, Wahyu Widjanarko mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi dengan sesama. Ia berharap santunan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan optimisme, serta menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus menatap masa depan dengan penuh harapan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban anak-anak yatim dan memberikan mereka harapan serta kebahagiaan. Momentum 10 Muharram ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus dirawat, karena dari situlah lahir masyarakat yang kuat, berempati, dan saling menguatkan.” Pungkasnya.
(CP/red)






