Mahdi Bin Naran Resmi Daftar Calon Kepala Desa Sukadanau: Bang Madink Bawa Semangat Pengabdian, Emak-Emak dan Pemuda Siap Bergerak

BEKASI | BELA RAKYAT — Siang ini, Senin (3/8/2026), sekitar pukul 13.00 WIB, langkah Mahdi Bin Naran memasuki sebuah babak baru dalam perjalanan demokrasi Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Sosok yang akrab disapa Bang Madink tersebut resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Sukadanau dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi periode 2026–2034. Bukan sekadar langkah menuju ruang pencalonan, pendaftaran itu menjadi penanda lahirnya ikhtiar baru, ketika harapan masyarakat mulai menemukan arah, ketika suara warga mulai menjelma menjadi cita-cita, dan ketika pengabdian kembali mengetuk pintu masa depan desa.

Pendaftaran tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penyerahan berkas dan pemenuhan persyaratan administratif. Di balik dokumen yang disampaikan, tersimpan niat untuk memikul amanah, merawat kepercayaan, serta menghadirkan kepemimpinan yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat. Sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintahan desa bukan semata ruang administrasi, melainkan rumah bersama untuk menyelenggarakan pemerintahan, membangun kehidupan, memperkuat kemasyarakatan, dan memberdayakan warga dengan berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Mahdi Bin Naran atau yang akrab disapa Madink menegaskan bahwa keputusannya maju bukan semata untuk meraih sebuah jabatan, melainkan menjawab panggilan pengabdian yang tumbuh dari kecintaan kepada tanah kelahiran dan masyarakat Sukadanau.

“Hari ini saya mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Sukadanau dengan niat tulus untuk mengabdi, bekerja, dan berjuang bersama masyarakat. Saya ingin Sukadanau terus tumbuh menjadi desa yang maju, tertata, aman, sejahtera, serta mampu membuka peluang yang lebih luas bagi seluruh warganya. Kepala desa bukanlah orang yang berdiri jauh di atas rakyat, tetapi pelayan yang harus hadir, mendengar, mengayomi, dan berusaha memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Bang Madink kepada awak media BelaRakyat.com, Senin (3/8/2026).

Dukungan pun mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Dari RT. 005/RW. 003, Dusun 3 Jarakosta, suara kaum perempuan hadir membawa energi yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Mpok Santi bersama rekan-rekan emak-emak menyatakan kesiapan untuk bergerak dan menggalang dukungan bagi Bang Madink. Dengan penuh keyakinan dan semangat kebersamaan, Mpok Santi mengatakan, “Kami emak-emak dari RT. 005/RW. 003 Dusun 3 Jarakosta, siap memberikan do’a, dukungan, dan tenaga untuk memenangkan Bang Madink. Kami melihat beliau sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, mau mendengar, dan memiliki niat untuk membangun Sukadanau. Kalau emak-emak sudah bergerak dalam memenangkan Bang Madink menjadi pemimpin Sukadanau, maka kelar semua urusan. Emak-emak itu bukan hanya bisa mengurus keluarga, tetapi juga bisa menyatukan warga, menjaga semangat, dan ikut mengawal masa depan desa. InsyaAllah, kami siap bergerak bersama sampai Bang Madink menjadi Kepala Desa Sukadanau,” tegasnya yang disambut antusias rekan-rekan emak-emak.

Gelombang dukungan juga datang dari kalangan generasi muda, Udin Kuple bersama Pasukan Pemuda Desa Sukadanau menyatakan kesiapan untuk berada di barisan perjuangan Bang Madink dalam Pilkades 2026.

“Kami, para pemuda Desa Sukadanau, siap bersatu, bergerak, dan memenangkan Bang Madink. Kami membutuhkan pemimpin yang mampu membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang, berkarya, berwirausaha, dan ikut mengambil peran dalam pembangunan desa. Pemuda bukan hanya pelengkap dalam setiap kegiatan, tetapi merupakan tenaga, pikiran, dan masa depan Sukadanau. Kami siap mengawal perjuangan ini secara santun, damai, bermartabat, dan penuh semangat persaudaraan. Bersama Bang Madink, kami ingin Sukadanau lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Udin Kuple bersama para pemuda.

Dukungan tersebut memiliki makna yang semakin kuat karena Sukadanau bukanlah desa yang berdiri jauh dari denyut pertumbuhan industri. Di wilayah ini dan kawasan sekitarnya berdiri sejumlah perusahaan berskala besar, antara lain PT Garuda Raja Paksi, PT Fajar Surya Wisesa Tbk atau FajarPaper, PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, serta berbagai perusahaan besar lainnya yang tumbuh di sekitar kawasan industri Cikarang. Kehadiran industri seharusnya tidak hanya menghadirkan bangunan pabrik, lalu lintas logistik, dan geliat ekonomi, tetapi juga membuka jalan yang lebih luas bagi masyarakat Sukadanau untuk memperoleh kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, serta ikut merasakan manfaat dari kemajuan ekonomi yang tumbuh di tanah mereka sendiri. Bang Madink berharap pembangunan desa ke depan mampu membangun jembatan yang lebih kuat antara potensi masyarakat, dunia industri, dan peluang kerja bagi warga lokal.

“Kemajuan bukan hanya tentang jalan yang mulus dan bangunan yang berdiri megah. Kemajuan harus hadir dalam pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, ekonomi warga yang tumbuh, kesempatan kerja yang terbuka, pelayanan publik yang cepat, serta lahirnya generasi muda yang kreatif dan berdaya saing. Sukadanau memiliki potensi besar karena berada di tengah pertumbuhan industri. Karena itu, masyarakat Sukadanau harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang layak untuk bekerja, berkembang, dan menjadi bagian dari kemajuan tersebut. Saya ingin pembangunan desa dapat dirasakan secara adil dan nyata, tanpa meninggalkan siapa pun. Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjaga Pilkades tetap sejuk dan bermartabat. Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Demokrasi harus memperkuat persaudaraan, bukan memecah kebersamaan.” Pungkas Madink.

Pasukan Pemuda Desa Sukadanau siap MEMENANGKAN MADINK Sebagai Kepala Desa Sukadanau 2026-2034.

Dengan resminya Mahdi Bin Naran atau Bang Madink mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Sukadanau, dinamika Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi periode 2026–2034 memasuki babak yang semakin hidup. Dukungan emak-emak yang membawa kekuatan kebersamaan, serta pemuda yang mengusung energi perubahan, menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pencalonannya. Namun, di atas seluruh kontestasi, hukum harus tetap menjadi pagar, demokrasi harus tetap menjadi jalan, dan kepentingan masyarakat harus menjadi tujuan utama. Dari langkah yang dimulai pada siang itu, Bang Madink membawa pesan yang sederhana namun sarat makna: kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, melainkan siapa yang paling sungguh-sungguh hadir, mendengar, bekerja, membuka kesempatan, dan mengabdikan diri demi masa depan Sukadanau.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *