JAKARTA – BELA RAKYAT – Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Robi Anugrah Marpaung (RAM), mengapresiasi capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pidato Presiden Prabowo yang memaparkan hasil kerja pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya.
Capaian Ekonomi 5,45 Persen Jadi Sorotan Utama
Dalam pidato Sidang Tahunan MPR tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45 persen pada semester pertama 2026, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Robi menilai angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa pemerintah berupaya menjaga momentum perekonomian nasional di tengah tantangan global.
“AMPI mengapresiasi capaian yang telah disampaikan Presiden Prabowo, khususnya terkait kinerja pemerintah selama 21 bulan. Pertumbuhan ekonomi yang disampaikan menunjukkan adanya upaya pemerintah dalam menjaga momentum perekonomian nasional,” ujar Robi, Sabtu (22/8/2026).
Sejumlah capaian yang disampaikan Presiden dalam Sidang Tahunan tersebut mencakup sektor pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga penertiban sumber daya alam.
Pertanggungjawaban Konstitusional di Forum Kenegaraan
Menurut Robi, penyampaian capaian pemerintah dalam forum kenegaraan seperti Sidang Tahunan MPR RI sangat penting. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sekaligus menjadi gambaran mengenai arah kebijakan pemerintah dalam menjalankan mandat konstitusi.
Ia menilai prinsip ketaatan terhadap konstitusi perlu terus menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pemerintahan.
“Yang paling penting adalah bagaimana capaian tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang dirasakan langsung oleh rakyat. Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama,” tegasnya.
Hal ini sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo bahwa berbagai program pemerintah tidak semata diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
AMPI Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan Rumah
Meski memberikan apresiasi, DPP AMPI juga memberikan catatan kritis. Robi mengakui bahwa belum seluruh persoalan bangsa maupun janji kampanye yang menjadi bagian dari mandat pemerintahan dapat diselesaikan dalam 21 bulan.
“AMPI melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Belum seluruh persoalan bangsa dan janji kampanye dapat dituntaskan. Karena itu, capaian yang sudah ada harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih keras dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Robi menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam merespons kesulitan masyarakat, melindungi kepentingan vital nasional, serta memastikan kebijakan yang diambil memiliki dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dorongan untuk Kerja Lebih Keras
AMPI berharap pemerintah dapat mempertahankan capaian positif yang telah diraih sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan rumah nasional, seperti pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.
“Apresiasi tentu kami berikan terhadap capaian yang sudah ada. Tetapi apresiasi harus berjalan bersama dengan evaluasi dan dorongan untuk terus bekerja. Masih ada persoalan yang harus diselesaikan dan AMPI berharap pemerintah dapat menuntaskannya secara bertahap sesuai dengan konstitusi dan kepentingan rakyat,” pungkas Robi.
Sebagai organisasi sayap Partai Golkar, AMPI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat dan keberlanjutan pembangunan nasional.






