Ridwan Andi Wittiri Perjuangkan Akses Listrik Warga Pulau Liukang, Dorong PLTS Komunal demi Kemajuan Bulukumba

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Anggota Komisi XII DPR RI Ridwan Andi Wittiri terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya warga Pulau Liukang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ridwan mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menyediakan akses listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal bagi masyarakat di pulau tersebut.

Dorongan itu disampaikan Ridwan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM yang membahas asumsi dasar sektor energi dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2027 serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2027. Rapat berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Ridwan, persoalan akses listrik di Pulau Liukang perlu mendapatkan perhatian serius karena listrik bukan hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu kunci untuk membuka potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Pulau Liukang Punya Potensi Wisata Bahari

Ridwan menjelaskan, Pulau Liukang memiliki posisi strategis karena berada di depan kawasan wisata Tanjung Bira, salah satu destinasi wisata bahari yang dikenal di Kabupaten Bulukumba.

Potensi wisata di kawasan tersebut sangat besar. Aktivitas wisata seperti menyelam dan snorkeling menjadi daya tarik bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dikembangkan karena masyarakat di Pulau Liukang masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

“Di depan Tanjung Bira ada Pulau Liukang. Banyak wisatawan mancanegara datang ke sana untuk menyelam dan snorkeling. Yang menjadi masalah adalah belum ada listrik,” ujar Ridwan.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi. Sebab, pengembangan pariwisata di wilayah kepulauan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar, salah satunya ketersediaan energi listrik yang memadai.

Dorong PLTS Komunal untuk Dua Desa

Sebagai solusi, Ridwan mendorong pembangunan PLTS komunal yang dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Liukang.

Ia secara khusus mengusulkan agar PLTS komunal tersebut dapat dibangun untuk melayani dua desa di pulau tersebut.

“Kalau diberikan PLTS komunal untuk dua desa di sana, saya yakin bisa menjadi objek wisata yang berkembang seperti di Bali maupun Labuan Bajo,” katanya.

Menurut Ridwan, pemanfaatan energi surya menjadi pilihan yang relevan bagi wilayah kepulauan seperti Pulau Liukang. Selain dapat memberikan akses listrik kepada masyarakat, pembangunan PLTS komunal juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan kawasan wisata.

Dengan tersedianya listrik, masyarakat akan memiliki dukungan infrastruktur yang lebih baik untuk mengembangkan berbagai aktivitas produktif yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Perjuangkan Kepentingan Rakyat Bulukumba

Dorongan Ridwan terhadap penyediaan PLTS komunal menunjukkan komitmennya untuk membawa persoalan masyarakat daerah ke tingkat kebijakan nasional.

Bagi masyarakat Pulau Liukang, persoalan listrik bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Ridwan menilai, potensi besar yang dimiliki Bulukumba, khususnya kawasan Tanjung Bira dan Pulau Liukang, harus mendapatkan dukungan pemerintah agar dapat berkembang secara optimal.

Karena itu, kebutuhan masyarakat di Pulau Liukang terus ia perjuangkan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPR RI bersama pemerintah.

Usulan pembangunan PLTS komunal tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Ridwan kepada Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret sehingga masyarakat Pulau Liukang tidak lagi menghadapi keterbatasan akses listrik.

Listrik untuk Pariwisata dan Kesejahteraan

Ridwan menegaskan bahwa penyediaan listrik tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Infrastruktur energi juga dapat menjadi fondasi bagi pengembangan sektor pariwisata.

Pulau Liukang yang berada di kawasan dengan potensi wisata bahari tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur agar wisatawan dapat menikmati destinasi secara lebih optimal, sekaligus memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Pembangunan PLTS komunal diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Bulukumba.

Dengan demikian, pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Pagu Anggaran Kementerian ESDM Capai Rp27,37 Triliun

Dalam rapat tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menyampaikan mengenai pagu anggaran Kementerian ESDM dalam RAPBN Tahun 2027.

Bahlil menjelaskan, berdasarkan pembahasan bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 5 Agustus 2026, Kementerian ESDM memperoleh pagu anggaran sebesar Rp27,37 triliun.

Dari total anggaran tersebut, Rp22,51 triliun atau sekitar 82 persen dialokasikan untuk program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur energi.

Sementara itu, anggaran lainnya digunakan untuk program layanan publik nonfisik serta kebutuhan pendukung lainnya.

Besarnya anggaran untuk program prioritas tersebut menjadi salah satu ruang bagi pemerintah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur energi, termasuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Subsidi Listrik RAPBN 2027 Capai Rp117,84 Triliun

Dalam rapat Komisi XII DPR RI tersebut, Bahlil juga menyampaikan usulan subsidi listrik dalam RAPBN 2027 yang mencapai Rp117,84 triliun.

Besaran tersebut menggunakan sejumlah asumsi, di antaranya Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, serta tingkat inflasi sebesar 2,5 persen.

Bahlil menjelaskan bahwa perubahan harga ICP dan nilai tukar dapat memengaruhi kebutuhan subsidi listrik.

“Kalau harga ICP naik menjadi 80 dolar AS per barel, maka ada kemungkinan terjadi penambahan subsidi, termasuk jika nilai tukar mengalami perubahan. Kita berdoa mudah-mudahan nilai tukar tidak terlalu banyak terkoreksi,” ujar Bahlil.

Memastikan Energi Hadir untuk Rakyat

Perjuangan Ridwan Andi Wittiri untuk menghadirkan listrik di Pulau Liukang menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan energi tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan atau kawasan yang sudah berkembang.

Wilayah kepulauan dengan potensi ekonomi dan pariwisata juga membutuhkan perhatian agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

Bagi Bulukumba, listrik yang memadai di Pulau Liukang diharapkan bukan hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui dorongan pembangunan PLTS komunal untuk dua desa, Ridwan Andi Wittiri menunjukkan komitmennya memperjuangkan aspirasi rakyat Bulukumba di tingkat nasional.

“Kalau diberikan PLTS komunal untuk dua desa di sana, saya yakin bisa menjadi objek wisata yang berkembang seperti di Bali maupun Labuan Bajo,” tegas Ridwan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *