Pererat Ukhuwah, Satkar Ulama Indonesia Gelar Silaturahmi dan Halal Bi Halal 2026 di Lume Coffee Wisma Laena

JAKARTA – Keluarga Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia menggelar kegiatan Silaturahmi dan Halal Bi Halal 1447 H / 2026 M dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Acara yang berlangsung di Lume Coffee, Gedung Wisma Laena, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah serta konsolidasi organisasi pasca Idul Fitri.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat, di antaranya Ketua Umum DPP Satkar Ulama Idris Laena, Wakil Ketua Umum Mujib Rohmat, Ferdiansyah, Sekretaris Jenderal Syamsurachman, serta Bendahara Umum Ahmad Labib. Turut hadir pula para pimpinan organisasi sayap serta pengurus DPP dan wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Idris Laena mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sejatinya digelar secara spontan. Ia menjelaskan bahwa acara ini awalnya bukan direncanakan sebagai agenda besar, melainkan hanya rapat internal.

“Ini kegiatan yang disiapkan hanya dalam waktu dua hari. Awalnya kita hanya merencanakan rapat internal, namun karena masih dalam suasana halal bihalal, maka kita sepakat untuk menggelarnya sekalian menjadi ajang silaturahmi,” ujar Idris.

Lebih lanjut, Idris juga menyampaikan bahwa organisasi tengah bersiap menghadapi agenda besar di akhir tahun. Ia mengungkapkan bahwa pada Desember 2026, Satkar Ulama Indonesia akan menggelar Muktamar untuk melakukan regenerasi kepengurusan, termasuk pemilihan Ketua Umum yang baru.

“Desember nanti kita akan melaksanakan Muktamar Satkar Ulama untuk mengganti kepengurusan, termasuk Ketua Umum. Ini bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Mujib Rohmat dalam sambutannya menekankan bahwa tradisi halal bihalal memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa tradisi ini telah ada sejak masa Soekarno sebagai sarana konsolidasi nasional pasca kemerdekaan.

“Halal bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang sudah ada sejak era Bung Karno. Ini menjadi sarana untuk menyatukan kembali elemen bangsa setelah berbagai dinamika yang terjadi,” ujar Mujib.

Ia juga menilai pertemuan tersebut memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan antar pengurus dan kader. Menurutnya, silaturahmi yang terjalin akan memperkuat soliditas organisasi dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan.

“Pertemuan ini luar biasa. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang untuk merekatkan silaturahmi antar pengurus, memperkuat kebersamaan, dan menyatukan visi ke depan,” katanya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Mujib Rohmat, memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi bangsa Indonesia. Suasana hangat penuh keakraban pun terasa hingga akhir kegiatan, menandai kuatnya semangat kebersamaan di tubuh Satkar Ulama Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *