Novita Wijayanti: Infrastruktur Penentu Masa Depan Pariwisata Super Prioritas NTT, Konektivitas Harus Terus Diperkuat

MANGGARAI BARAT – Komitmen DPR RI dalam mengawal pembangunan kawasan pariwisata super prioritas di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Labuan Bajo dan Pulau Rinca. Dalam agenda tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menyoroti pentingnya penguatan konektivitas dan infrastruktur sebagai fondasi utama agar kawasan wisata kelas dunia itu mampu berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Novita, kunjungan kerja tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang menjadi penunjang sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia menilai, sebagai destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah, Labuan Bajo membutuhkan dukungan infrastruktur yang terintegrasi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Komisi V DPR RI dari kemarin sampai hari ini mengamati bagaimana mendukung infrastruktur NTT secara keseluruhan, khususnya di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Novita Wijayanti saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Pengawasan DPR Difokuskan pada Infrastruktur Penunjang Pariwisata

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI melakukan peninjauan terhadap berbagai infrastruktur strategis yang berkaitan langsung dengan aksesibilitas kawasan wisata.

Fokus pengamatan mencakup berbagai aspek konektivitas, mulai dari pembangunan jalan, penyediaan air bersih, sarana dan prasarana pendukung, hingga infrastruktur pelabuhan yang menjadi pintu masuk menuju kawasan wisata unggulan di NTT.

Melalui pengawasan lapangan, DPR RI ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar mendukung pengembangan destinasi wisata tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Novita menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang memadai merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing Labuan Bajo sebagai destinasi wisata internasional.

Pulau Rinca Dinilai Memiliki Potensi Wisata Luar Biasa

Dalam kunjungannya ke Pulau Rinca, Novita melihat secara langsung potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut.

Pulau Rinca dikenal sebagai salah satu habitat komodo, satwa endemik Indonesia yang menjadi daya tarik utama wisatawan domestik maupun mancanegara.

Keberadaan kekayaan alam tersebut, menurutnya, menjadi alasan mengapa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara cermat agar mampu mendukung aktivitas wisata tanpa mengurangi nilai konservasi kawasan.

Karena itu, pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi kemudahan akses, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Pembangunan Harus Berjalan Bersama Upaya Pelestarian

Novita menekankan bahwa pengembangan kawasan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama Pulau Rinca dan Labuan Bajo.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus tetap berada dalam koridor pelestarian lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami melihat apa yang masih perlu diperkuat, bagaimana mendukung wisata sekaligus infrastruktur yang ada di sini agar tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Novita.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perhatian DPR RI tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan kawasan konservasi yang menjadi identitas destinasi wisata tersebut.

Infrastruktur Diharapkan Berdampak pada Ekonomi Daerah

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, Novita berharap pembangunan infrastruktur di kawasan Labuan Bajo dan Pulau Rinca terus diperkuat.

Menurut Novita, peningkatan kualitas infrastruktur diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan, memperlancar konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Selain itu, keberadaan infrastruktur yang memadai juga diharapkan dapat memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas nasional yang memiliki daya saing tinggi.

Bagi Komisi V DPR RI, pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan strategis seperti Labuan Bajo menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan aksesibilitas, mendukung sektor pariwisata, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi aset penting Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *