JAKARTA – BELA RAKYAT – Sinergi antara DPR dan Ombudsman RI didorong untuk lebih diperkuat. Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menjadwalkan konsultasi berkala dengan Komisi II.
Hal itu disampaikan Heri atau yang akrab disapa Hergun, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Kepala Ombudsman RI Nuzran Joher beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi II, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Legislator Fraksi Gerindra tersebut, konsultasi rutin setiap tiga bulan sangat penting untuk memperkuat pengawasan pelayanan publik.
“Harapan kami, Ombudsman bisa lebih kuat dan kita bisa lebih bersinergi, sehingga dukungan dan kolaborasi bisa tercapai dengan baik,” kata Hergun.
Hergun menilai, berbagai temuan dan laporan yang dihimpun Ombudsman di lapangan bisa menjadi bahan krusial bagi anggota DPR. Data tersebut dapat digunakan saat kunjungan kerja maupun saat reses di daerah pemilihan.
“Supaya keberadaan Ombudsman ini bisa dianggap oleh mitra-mitra kami lainnya. Fungsi DPR itu kan ada tiga: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Tapi jangan lupa, kami juga punya fungsi sebagai problem solver di dapil masing-masing,” jelasnya.
Untuk mewujudkan komunikasi yang efektif, Hergun juga mengusulkan agar Ombudsman menunjuk Person in Charge (PIC) khusus.
“Harapan saya ada komunikasi dengan Komisi II, ada PIC yang jelas siapa yang bisa dihubungi. Jadi ada bahan yang bisa diberikan setidaknya pada saat rapat konsultasi berkala secara periodik,” tegasnya.
Dengan adanya PIC dan jadwal konsultasi yang terstruktur, Hergun optimis kerja pengawasan pelayanan publik akan jauh lebih terintegrasi dan solutif.






