Kenikmatan Dunia yang Tak Pernah Sempurna

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I

Tafsir Mendalam QS. Ali Imran: 14 di Zaman Modern

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, kata زُيِّنَ (zuyyina) – “dihiasi” – dalam bentuk majhul, yang menghiasinya adalah Allah sebagai ujian, dan syaitan sebagai perayu. Artinya keindahan dunia ini bukan hakikatnya, tapi hiasannya. Seperti bangkai yang ditutup dengan bunga yang wangi. Dari jauh harum, didekati busuk.

Rasulullah SAW menguatkan ini:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian beramal.” (HR. Muslim)

Manis dan hijau, enak dipandang, tapi menipu. Inilah kaidah besar: Setiap nikmat dunia pasti bercampur dengan kekeruhan. Tidak ada nikmat dunia yang 100% murni.

1. FITNAH WANITA & PASANGAN: Cinta yang Bisa Menjadi Surga atau Neraka

Allah meletakkan An-Nisa di urutan pertama, karena ini fitnah paling kuat.

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki melebihi fitnah wanita.” (HR. Bukhari & Muslim)

Cinta itu anugerah. Tapi cinta dunia selalu membawa cemas: cemburu, curiga, bosan, khianat, KDRT, hingga perceraian.

Kisah Sejarah: Lihatlah kisah Nabi Yusuf AS.

Ketampanannya adalah nikmat, tapi nikmat itu membawanya difitnah oleh Zulaikha, dijebloskan ke penjara bertahun-tahun. Cinta yang tidak dikelola dengan takwa berubah menjadi bencana.

Sebaliknya lihatlah kisah cinta paling suci: Rasulullah SAW dengan Khadijah RA. Ketika semua orang mendustakan beliau, Khadijah membenarkan. Ketika semua orang menjauh, Khadijah memeluk. Kenapa abadi? Karena cintanya dibangun di atas agama, bukan syahwat.

Konteks Kekinian:

Hari ini, cinta diobral di media sosial. Fenomena perselingkuhan online, insecure karena pasangan membandingkan dengan selebgram, perceraian meningkat karena “tidak lagi serasi”. Banyak rumah tangga hancur bukan karena tidak ada cinta, tapi karena cinta diperturutkan tanpa ilmu. Suami istri saling menuntut untuk dibahagiakan, bukan saling berlomba membahagiakan karena Allah. Akibatnya, rasa sakitnya lebih besar dari bahagia yang pernah ada.

2. FITNAH ANAK-ANAK: Permata Hati yang Menjadi Ujian Hati

Anak adalah qurrata a’yun – penyejuk mata. Tapi Allah juga berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).” (QS. At-Taghabun: 15)

Mengandungnya susah, melahirkannya mempertaruhkan nyawa, membesarkannya penuh begadang, mendidiknya penuh air mata.

Kisah Sejarah: Lihatlah Nabi Nuh AS.

950 tahun berdakwah, tapi anak kandungnya sendiri, Kan’an, menolak iman dan tenggelam di depan matanya. Betapa hancurnya hati seorang ayah yang shalih melihat anaknya binasa.

Lihat juga Nabi Ya’qub AS. Cintanya pada Yusuf AS yang begitu dalam, harus dibayar dengan kebutaan karena tangis bertahun-tahun kehilangan.

Anak bisa menjadi pahala jariyah, tapi bisa juga menjadi musuh.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

“Wahai orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka.” (QS. At-Taghabun: 14) – Menjadi musuh jika melalaikan dari Allah.

Konteks Kekinian:

Zaman now, fitnah anak semakin berat. Kita lelah bekerja untuk membelikan gadget mahal, tapi gadget itu yang merusak akhlaknya. Kita khawatir dengan pergaulan bebas, LGBT, narkoba, bullying, dan konten pornografi yang hanya sejauh satu klik. Muncul istilah strawberry generation – anak yang terlihat indah tapi rapuh. Banyak orang tua yang secara fisik memiliki anak, tapi secara batin kehilangan anaknya karena hatinya sudah direbut oleh TikTok dan game.

3. FITNAH HARTA: Qarun di Zaman Flexing

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ، حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2)

Harta itu candu. Mencarinya butuh dosa – riba, korupsi, menipu. Menjaganya butuh cemas – takut miskin, takut dicuri. Kehilangannya butuh tangis.

Kisah Sejarah Paling Terang: Qarun.
Dia bukan orang miskin. Dia adalah sepupu Nabi Musa, orang alim yang kaya raya. Hartanya sampai kunci-kunci gudangnya saja harus dipikul oleh banyak orang kuat. (QS. Al-Qashash: 76)

Apa yang terjadi? Hartanya membuatnya sombong. Ia berkata: “Harta ini aku dapat karena ilmuku.” Ia pamer keliling kota dengan kuda dan pakaian mewah. Akhirnya? Allah benamkan dia beserta seluruh hartanya ke dalam bumi. Dan ia menjadi simbol abadi, bahwa harta yang tidak diikat dengan syukur akan menenggelamkan pemiliknya.

Bandingkan dengan Abdurrahman bin Auf RA. Hartanya tidak kalah banyak, tapi ia adalah sahabat yang dijamin surga. Kenapa? Karena hartanya di tangannya, bukan di hatinya. Datang ia syukuri, pergi ia sabar. Ia gunakan untuk membiayai Perang Tabuk, memerdekakan budak, dan menafkahi janda.

Konteks Kekinian:
Inilah zaman Qarun-Qarun modern: flexing di Instagram. Pamer jam Richard Mille, mobil sport, liburan ke luar negeri dengan uang riba dan pinjol. Demi terlihat kaya, banyak anak muda terjerat judi online, pinjaman online, trading bodong. Umurnya habis hanya untuk mengumpulkan likes, bukan pahala. Saat ditagih pinjol, saat rugi trading, depresi, bahkan bunuh diri. Benar-benar penderitaan yang lebih besar dari kenikmatan sesaat saat di-like orang.

4. AL-KHAIL & AL-AN’AM WAL HARTS: Jabatan, Bisnis, dan Sawah Ladang

Dulu kuda pilihan adalah simbol status seperti Alphard dan jabatan direktur hari ini. Sawah ladang adalah perusahaan, ruko, dan saham.

Nikmatnya punya jabatan? Dihormati. Tapi bebannya? Harus menjilat atasan, takut digeser bawahan, mempertanggungjawabkan di akhirat. Rasulullah bersabda jabatan adalah amanah, di hari kiamat akan menjadi penyesalan kecuali yang menunaikannya dengan benar.

Nikmatnya punya bisnis besar? Omset miliaran. Tapi cemasnya? Karyawan berkhianat, pajak mencekik, kompetitor menjatuhkan.

PENUTUP: Menjadi Orang Berakal di Tengah Badai Dunia

Karena itu Allah tutup ayat dengan وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ – Dan di sisi Allah tempat kembali yang baik.

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Setiap hari berlalu, sebagian dirimu hilang.”

Maka orang berakal akan melakukan 3 hal:

Pertama, Mengambil Dunia Secukupnya

Seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon. Ia tidak membangun istana di bawah pohon itu. Ia cukup istirahat, minum, lalu lanjut perjalanan. Rasulullah bersabda: Jadilah di dunia seperti orang asing atau pengembara.

Kedua, Menahan Hawa Nafsu

Kenikmatan haram itu manisnya 5 menit, penyesalannya 5 tahun bahkan 50 tahun. Perselingkuhan manisnya semalam, hancurnya rumah tangga seumur hidup. Korupsi manisnya sesaat, penjaranya bertahun-tahun.

Ketiga, Bersabar dalam Ketaatan

Menuntut ilmu itu pahit, bangun tahajud itu berat, jujur dalam bisnis itu sulit. Tapi inilah kesulitan yang berbuah manis. Buahnya adalah ketenangan di dunia dan surga di akhirat.

Timbanglah setiap nikmat. Jangan tanyakan “Apa nikmatnya sekarang?” tapi tanyakan “Apa akibatnya nanti?”

Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak tertipu oleh hiasan dunia, dan menjadikan kita hamba yang rindu akan Husnul Ma’ab, tempat kembali yang terbaik di sisi-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *