JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tragedi yang merenggut korban jiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) harus segera ditangani secara serius dan menyeluruh.
Menurut Ijeck, kecelakaan yang diduga melibatkan kendaraan bermuatan berlebih tidak boleh lagi dipandang sebagai peristiwa biasa. Ia menilai, setiap kecelakaan yang disebabkan oleh pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan merupakan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat.
“Berapa banyak nyawa lagi harus menjadi korban sebelum persoalan truk ODOL (Over Dimension Over Loading) benar-benar ditangani?” ujar Ijeck dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (20/7/2026).
Ia menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan berharap para korban yang mengalami luka-luka dapat segera pulih.
Tragedi Sibolangit Jadi Alarm Keselamatan Jalan
Ijeck menegaskan bahwa kecelakaan di Sibolangit harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi besar terhadap sistem pengawasan kendaraan angkutan barang di Indonesia.
Baginya, persoalan ODOL selama ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara optimal. Padahal dampaknya sangat besar, mulai dari meningkatnya risiko kecelakaan hingga kerusakan infrastruktur jalan.
“Persoalan over dimension over loading atau ODOL bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai bahwa pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang harus dilakukan secara lebih ketat sehingga kendaraan yang melanggar aturan tidak lagi bebas beroperasi di jalan raya.
Akan Dibawa ke Rapat Komisi V DPR RI
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Ijeck memastikan persoalan ini akan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat bersama pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, evaluasi tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang mampu mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
“Saya memastikan persoalan ini akan dibawa ke rapat Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan sebagai bahan evaluasi menyeluruh,” katanya.
Ia berharap rapat tersebut dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dalam mengawasi kendaraan angkutan barang sekaligus memperkuat sistem keselamatan transportasi darat nasional.
Dorong Penegakan Hukum Lebih Tegas
Selain evaluasi kebijakan, Ijeck juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang konsisten terhadap kendaraan ODOL.
Ia meneramgkan, praktik kendaraan bermuatan maupun berdimensi melebihi ketentuan tidak boleh lagi ditoleransi karena risikonya sangat besar terhadap pengguna jalan lainnya.
“Penegakan aturan yang lebih tegas harus dilakukan agar kendaraan ODOL tidak terus mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan modern melalui pemanfaatan teknologi juga perlu diperkuat sehingga pelanggaran dapat dideteksi lebih cepat tanpa bergantung sepenuhnya pada pemeriksaan manual di lapangan.
Pengawasan Modern dan Evaluasi Menyeluruh
Ijeck menilai pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.
Ia mendorong pemerintah memperkuat sistem digital, memperbanyak alat timbang kendaraan yang terintegrasi, serta meningkatkan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mendorong penegakan aturan yang lebih tegas, pengawasan yang lebih modern, serta evaluasi menyeluruh agar kecelakaan serupa tidak terus berulang,” katanya.
Ia menyampaikan, upaya tersebut harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Keselamatan Pengguna Jalan Harus Menjadi Prioritas
Di akhir keterangannya, Ijeck menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi ataupun kelalaian dalam penegakan aturan.
Ia berharap tragedi di Sibolangit menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang.
“Bagi Fraksi Partai Golkar, keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Setiap tragedi harus menjadi momentum untuk memperkuat regulasi, meningkatkan pengawasan, dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Ijeck berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat segera mengambil langkah nyata agar kecelakaan akibat kendaraan ODOL dapat ditekan secara signifikan. Dengan penegakan hukum yang konsisten, pengawasan yang modern, serta koordinasi yang kuat antarinstansi, keselamatan pengguna jalan diharapkan semakin terjamin dan tragedi serupa tidak kembali terulang.






