Buka Muktamar NU di Jombang, IPR: Prabowo Tunjukkan Kedekatan dengan Kiai, Santri dan Pesantren

JAKARTA — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, dinilai menjadi simbol kuat kedekatan Presiden dengan kalangan ulama, kiai, santri, dan pesantren.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan kehadiran Presiden dalam forum besar NU tersebut bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi juga menunjukkan penghormatan dan perhatian Prabowo terhadap dunia pesantren serta kontribusi ulama dalam kehidupan kebangsaan.

“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa beliau dekat dengan kiai, ulama, santri dan pesantren. Kehadiran beliau di Muktamar NU di Jombang adalah bentuk penghormatan kepada salah satu kekuatan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia,” kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (28/8/26).

Menurutnya, hubungan yang baik antara pemerintah dengan ulama dan pesantren sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembentukan karakter bangsa.

“Pesantren adalah bagian dari DNA kebangsaan Indonesia. Karena itu, kedekatan Presiden dengan ulama dan pesantren harus dilihat sebagai modal sosial yang sangat penting bagi pemerintahan Prabowo dalam membangun Indonesia,” ujarnya.

Iwan menilai, NU dengan jaringan ulama, pesantren, dan santri yang sangat luas memiliki posisi strategis dalam menjaga moderasi beragama, toleransi, persatuan, serta mencegah berkembangnya polarisasi di tengah masyarakat.

“Presiden membutuhkan dukungan moral dan masukan dari para ulama. Sebaliknya, pemerintah juga perlu memastikan pesantren dan kalangan santri mendapatkan ruang yang semakin besar dalam pembangunan nasional,” katanya.

Ia berharap Muktamar NU tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan-gagasan strategis untuk memperkuat pembangunan bangsa, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, dan penguatan sumber daya manusia.

“Pesan pentingnya adalah pemerintah, ulama, kiai, santri dan pesantren harus berjalan bersama. Kedekatan Presiden Prabowo dengan kalangan pesantren merupakan energi positif untuk memperkuat ukhuwah, persatuan, dan stabilitas nasional,” pungkas Iwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *