JAKARTA BELA RAKYAT – Hubungan Indonesia dan India terus bergerak dari diplomasi menuju kerja sama yang semakin konkret.
Tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke India untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh, langkah penguatan kemitraan kedua negara kembali diwujudkan di sektor teknologi dan telekomunikasi.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menyepakati penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi Republik India.
MoU tersebut menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi dan memperkuat ekosistem digital yang setara dan saling menguntungkan.
“Indonesia ingin memastikan transformasi digital membuat masyarakat Indonesia semakin mampu menguasai, mengembangkan dan menciptakan teknologi masa depan. Kerja sama dengan India menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat kapasitas tersebut,” ujar Meutya di Jakarta, Selasa (15/09/2026) melalui keterangan resmi seperti dikutip di Instagram pribadinya.
Meutya menegaskan, kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada penguatan teknologi yang ada saat ini, tetapi juga pada penguasaan teknologi generasi berikutnya. Pengembangan dan riset bersama akan mencakup teknologi 4G, 5G, hingga penjajakan teknologi 6G, serta teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.
“Kita berbicara tentang 4G dan 5G, tetapi juga teknologi yang akan menentukan konektivitas dan daya saing digital pada masa mendatang. Karena itu, riset, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi industri harus kita siapkan sejak sekarang,” kata Meutya.
Ruang lingkup kerja sama juga mencakup hal strategis lainnya:
1. Ketahanan Konektivitas: Kedua negara akan mengeksplorasi pengembangan sistem komunikasi darurat dan solusi pengurangan risiko bencana untuk menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi ketika terjadi krisis.
2. Pengembangan SDM: Implementasi melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling talenta digital.
3. Kolaborasi Triple Helix: Membuka peluang riset dan pengembangan yang melibatkan akademisi, industri, dan kemitraan pemerintah-swasta (PPP) serta business-to-business (B2B).
Untuk memastikan keberlanjutan, Indonesia dan India akan membentuk forum tahunan Indonesian-Indian Telco Dialogue yang dipimpin pejabat tinggi dan digelar bergantian untuk evaluasi dan penyusunan rencana kerja lanjutan.
MoU ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang. Dari konektivitas hari ini, menuju teknologi masa depan.
“Kemitraan Indonesia dan India harus memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat. Kita ingin kerja sama ini membuka lebih banyak ruang bagi talenta, peneliti, dan industri Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi, sehingga manfaat transformasi digital dapat semakin kuat dirasakan masyarakat dan perekonomian nasional,” tutur Meutya.





