JAKARTA – Dalam rangka menyambut perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Jakarta, Minggu 26 Juli 2026, Penyair Pulo Lasman Simanjuntak menghadirkan sejumlah sajak-sajak pilihan terbaru.
Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun ini mengambil tema “Menebalkan Makna Pada Segala” akan berlangsung di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kemendikdasmen, Jln.Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat mulai Pukul 14.00 WIB.
Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal serta 50 buku antologi bersama para penyair di seluruh Indonesia.
Karya puisinya sejak tahun 1980 s/d tahun 2026 ini telah dimuat di 23 media cetak (koran, suratkabar mingguan, dan majalah), serta dipublish (tayang) pada 300 media online (website) maupun majalah digital di Indonesia dan Malaysia.
Karya puisinya juga telah dipublikasikan ke mancanegara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Filipina ,Republik Demokratik Timor Leste, Bangladesh, dan India.
Sering diundang baca puisi di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Radio Republik Indonesia (RRI- Stasiun Jakarta), Cafe Sastra Balai Pustaka, dan sejumlah tempat komunitas sastra di wilayah Jabodetabek.
Dua karya puisinya berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua ” dan “Meditasi Batu ” telah diangkat menjadi tembang puitik oleh Komponis & Pianis Ananda Sukarlan. Khusus untuk puisi berjudul “Meditasi Batu” , Zoe Hong Yee, mezzo soprano dari Malaysia telah menyanyikan puisi tersebut (diperdanakan-red) di Universitas Glasgow, Skotlandia, Inggris, pada 16 Maret 2025 lalu.
Sejumlah karya puisinya juga telah dijadikan puisi dalan lagu oleh Penyair Wawan Hamzah Arfan.Namanya telah dicatat dalam BUKU PINTAR SASTRA INDONESIA penerbit Harian Umum Kompas dengan editor Pamusuk Eneste (Hal.185-186) serta buku APA & SIAPA PENYAIR INDONESIA penerbit Yayasan Hari Puisi dengan editor Maman S Mahayana (Hal.451). Namanya juga masuk dalam buku Direktori Penulis Indonesia 2023 pada halaman 271.
PuisiPuisi
Pulo Lasman Simanjuntak
JELANG APRIL 2026
jelang april 2026
semalaman aku terus dihajar
mimpi-mimpi mengerikan
bersama sajakku
makin terkapar
mungkinkah mimpi-mimpi itu
jadi kenyataan
karena perang rudal
tak kunjung terselesaikan
bahkan telah membakar
semua pengharapan
angan-angan
dalam kesusahan
dan pencobaan
aku harus bersabar, pesanmu
di atas kendaraan kemenangan
usianya telah mencapai ribuan
perjalanan
paling menegangkan
menuju tanah kanaan
sebab hanya Tuhan
selalu ada di depan
sehingga jiwaku
makin tenang
seperti tak tergoyahkan
Jakarta, Kamis 26 Maret 2026
JAMUR KULIT
jamur kulit mulai bergerak-
tak terlihat
mata telanjang
bahkan melebihi
kecepatan suara
dicumbu
gatal hebat
sampai ke pori-pori sajakku
meleleh perlahan
basah dan lembab
cuaca berubah
di atas ranjang
bertebaran racun bakteri
mengundang jamur kulit
ingin bersetubuh
setelah puasa
hawa napsu
rajin dioles
salep kesunyian
seperti eksim kegelisahan
meradang memerah
jamur kulit
malah menyusup liar
ke dalam dubur
diserbu ratusan cacing
berjoget ria di pentas
dengan seduhan air panas
o, tak kunjung sembuh
Jakarta, Minggu 8 Maret 2026
RUMAH SAKIT AWAL TAHUN
rumah sakit awal tahun
terjebak penyakit
dinihari disiram air garam
ditusuk lambung
bertubi-tubi
sampai terkapar
muntah darah
di ranjang maut
mau menjemput
paru-parunya sudah terinfeksi
terekam di layar radiasi
virus yang berakar
dari permukiman liar
di pinggiran kota jakarta
tiba-tiba aku panik
darimana sunyi ini
dapat mencair
(padahal aku baru sembuh
disiksa di atas tempat tidur orang sakit mau turun ke dunia orang mati)
kini aku kembali disergap
di ruang instalasi gawat darurat
sampai subuhhari
sampai ditampar matahari
membangunkan sepotong angan-angan
yang berkarat
(semalaman aku tak bisa bermimpi hanya suara bising lalu lalang suara mesin menyeramkan disiram infus bernanah)
sampai kapan
kabar celaka
selalu muncul
di atas jendela flamboyan
di teras kamar besi lavender
rumah sakit bertingkat
dibungkus air hujan
dibakar tubuh
setiap malam
Jakarta , Senin pagi 19 Januari 2026
TENSI DARAH
tensi darah,
disuntik musim kemarau
diukur sepasang tangan
pengantin lansia
tetap setia
(sebelumnya mereka rindu masuk dalam tabung air raksa
meledak kecemasan
dibakar api
terus menyala)
tensi darah,
sampai kepala dan mata betina
berputar-putar lalu menari
pada tubuh matahari
tanpa suara
(lahirkan pendapat seperti berdebat untuk pandita mengalirkan kegelisahan di atas ranjang basah yang tak bisa lagi bergoyang)
tensi darah,
ruang gawat darurat
semoga tinggalkan cerita
tiga abad sudah
tak ada kematian
sampai pintu kasihan tertutup
ataukah sampai Tuhan datang
Jakarta, Jumat , 10 Juli 2026
RUMAH PERSUNGUTAN
-episode kedua-
rumah batu
di tubuh kota
di dalamnya telah tumbuh
sebilah pisau belati
untuk memutilasi
kesunyian-
keluh kesah-
dari tingkap-tingkap langit
semoga turun
hujan berkat
kini cuaca semakin
berwajah garang
turunkan api belerang
tiap hari hanya ada
satu suara
putus asa :
bunuh diri !
rumah batu
di kulit kota
selalu saja menjelma
jadi ratusan
persungutan kekal
dilontarkan
dari atas ranjang
tanpa ada lagi persetubuhan
lantaran janinnya
selalu kelaparan
dahaga di padang
kering kerontang
rumah batu
tanpa jendela hati
pintunya selalu menuju
kematian abadi
karena di sana telah dihuni
perempuan molek
dari tanah het, sidon, dan moab
selalu tawarkan kemurtadan
jadilah sajakku terjebak
tanpa mata dan telinga
hanya terhibur
pada tiga belas penderitaan
para rasul
pasrah ataukah-
berserah
pesan pandita
yang hilang entah kemana
menunggu setia
paket malaikat
dari sorga
Jakarta, Rabu, 13 Maret 2024
HARI INI
hari ini
menatap matahari pagi
hatiku semakin perih
tercambuk sapu lidi
bergerigi
tajam
menusuk bertubi-tubi
sulit tumbuh
ketika kusebar
benih berduri
yang berbuah
dari kitab suci
hari ini
nafas tanpa roh kasih
diuji batu rohani
berulangkali
digali sampai mati
musibah sampai terkapar
jari-jariku cemas
disiram air keras
padahal hari ini
sudah tertulis
dalam lembaran kertas
hikmat bersama akal budi
yang rajin kubaca
dengan kacamata
kadang tanpa permata
kebenaran selalu terbang
mengguncangkan iman
kesendirian
Jakarta, Kamis 1 Agustus 2024
PEDANG ROH
aku mau datang kepada-Mu
Tuhan semesta alam
membawa sebilah pedang roh
di tangan kanan yang terpenggal
kadang makin sulit penuh pergumulan
menebang pepohonan
di gurun kelaparan
bisakah batu penjuru itu
menolongku jadi roti sajian
untuk ribuan orang
nyaris mati kejang
agar mulutku
yang makin
rajin menyantap firman Tuhan
serta nubuatan akhir zaman
tak lagi terkapar
dalam meditasi kesendirian
Jakarta, Selasa 13 Agustus 2024
DRESS CODE, NYAWAKU CEMAS DI UJUNG AKHIR TAHUN
dress code, nyawaku cemas
di ujung akhir tahun ini-
seperti api penyiksaan
membakar otak depan
sungguh keterlaluan
penyair tanpa sayap burung rajawali
terbang di atas tanah perjanjian
singgah di gedung-gedung plaza tua
pusat perbelanjaan ibukota
gemerlap asesoris natal
tak ditemukan
gaun ibadah
ketika matahari sudah terbenam
masih diliputi kegelisahan
dress code,menjelma jadi ujian iman
sangat brutal
kering
keras
membaca kitab suci
membaca buku roh nubuat
tentang pandai besi dan ahli tembikar
terperangkap
dalam sarang burung liar
bernyanyi tanpa kidung matahari
dress code, akankah sajak ini diselesaikan
dengan amarah bebatuan
kepada sepasang pengantin
yang lahir membawa janin
untuk dikubur tanpa roh pertobatan
dress code, sesungguhnya hanya jubah kebenaran
yang harus digunakan
ketika masih bergulat dengan mata uang
bercumbu dengan dewa mamon
dalam lembaran mata uang
makin terpuruk
hari-hari buruk
dress code, menempuh perjalanan panas
membara ketakutan
membawa oma tua
sepanjang malam
nyaris tergelincir
amukan berakhir
di pintu gua kegelapan
sambil menunggu
tutup dan buka bahtera
bukan kematian kekal
Jakarta, Minggu 28 Desember 2025
MEDITASI BATU
pada akhirnya
kutikam pertarungan
berulangkali-
tanpa belati tajam
amarah manusia lama
meledak
dari lautan
paling dalam
maka harus kuakhiri
dengan meditasi batu
untuk menabur suara ilahi
di tanah berbuah
tanpa harus melirik
tabiat orang lain
karena aku wajib
menjadi manusia baru
Jakarta, Selasa 21 Februari 2023
RUMAH SENGKETA LUAR KOTA
rumah sengketa luar kota
masih berdiri
makin menua
nyaris mata kirinya
buta-
dihuni sepasang pengantin
tak punya spermatozoa
dulu rumah sengketa ini
dibangun dengan tiang-tiang
pondasi batu berhala
kini hanya terdengar
suara koor masa kanak-kanak
makin mengerikan
teriakan melengking
perempuan yang menularkan
penyakit persungutan
paling menyebalkan
gentengnya dari tanah iman
pagarnya air mata penderitaan
kamarnya dipenuhi ranjang kematian
seperti nyanyian putus asa
kapan berakhir
nafas kehidupan
dari bawah tanah
kekekalan
sampai hari ini
kita masih jadi pejalan kaki
sepanjang ribuan kilometer
menyusuri angan-angan kumal
terus mendaki
ke negeri-negeri
sampai cakrawala ketiga
tanpa ada airmata
tanpa ada matahari
tanpa ada duka cita
rajin terbang dengan dua sayap
kian kemari
bersembunyi di taman kaca pohon kehidupan
o, ternyata,
rumah sengketa luar kota
masih ada di sini
Jakarta, 1 Desember 2025
Penulis : Stanley Arsenova-Fakultas Pendidikan Jurusan Sastra Inggris, Universitas Indraprasta (Unindra) Jakarta






