TANGERANG SELATAN – BELA RAKYAT – Konsep hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) dinilai efektif untuk menjawab kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan. Ke depan, konsep ini didorong untuk tidak hanya di pusat kota, tetapi juga menjangkau kawasan pekerja seperti nelayan dan pelabuhan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V ke Apartemen/Rusun Samesta Mahata Serpong yang terintegrasi dengan Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/8/2026).
Roberth menilai, program hunian terintegrasi transportasi publik ini sangat strategis. Penghuni yang bekerja di Jakarta bisa mendapatkan akses mobilitas yang cepat dan murah.
“Ini program yang sangat baik. Pemerintah menyiapkan hunian yang terkoneksi langsung dengan moda transportasi. Lokasi di Stasiun Rawa Buntu ini sangat strategis,” ujar Roberth.
Ia mencontohkan, dari kawasan tersebut waktu tempuh ke Jakarta hanya sekitar 35-40 menit dengan biaya kereta hanya Rp4.000. Menurutnya, ini menjadi nilai tambah karena masyarakat tidak hanya mendapat tempat tinggal, tapi juga kemudahan akses ke pusat ekonomi.
Namun, Roberth menekankan, pembangunan hunian MBR jangan hanya terpusat di Jabodetabek. Kawasan industri, kawasan nelayan, hingga kawasan pelabuhan yang menjadi pusat aktivitas buruh bongkar muat juga membutuhkan perhatian serius.
“Selama ini nelayan masih dianggap kelompok masyarakat miskin. Padahal kalau kawasan nelayan ini ditata dan diberdayakan dengan benar, kontribusinya untuk pendapatan negara bisa sangat besar,” tuturnya.
Ia pun meminta Perumnas sebagai BUMN perumahan untuk terus bertransformasi. Menurutnya, citra Perumnas saat ini sudah jauh lebih baik dari segi desain dan kualitas bangunan.
“Kita harus membangun image baru Perumnas. Jangan lihat ke belakang. Sekarang desainnya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana meningkatkan fasilitas, kenyamanan, keamanan, dan konektivitasnya,” kata legislator asal Papua tersebut.
Roberth menambahkan, aspek kenyamanan pejalan kaki dari hunian menuju stasiun masih perlu dibenahi agar penghuni merasa aman dan nyaman. Ia berharap pengembangan TOD bisa menjadi solusi menyeluruh yang tidak hanya menyediakan atap, tetapi juga mendukung mobilitas dan produktivitas warga.






