Di Ultah Menteri P2MI Mukhtarudin: Hadiah Terindah adalah Masih Adanya Ibu di Sisi

JAKARTA – BELA RAKYAT – Ada pemandangan berbeda di hari kelahiran Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin hari ini, Sabtu (6/9/2026). Di tengah padatnya agenda menyiapkan 500 ribu pekerja migran terampil melalui program SMK Go Global, Menteri Mukhtarudin memilih merayakan secara sederhana bersama sosok paling berarti dalam hidupnya: Ibu tercinta.

Melalui refleksi yang dibagikannya, Mukhtarudin menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Baginya, bertambahnya usia bukan sekadar soal angka, melainkan soal nikmat kebersamaan yang masih Allah titipkan.

Bacaan Lainnya

“Hari ini usiaku kembali bertambah. Namun, hadiah terindah bukanlah tentang apa yang aku terima, melainkan tentang siapa yang masih Allah izinkan ada di sisiku: Ibu tercinta,” tulisnya di Instagram pribadinya.

Menteri yang dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin transformasi BP2MI menjadi Kementerian P2MI ini mengaku semakin menyadari betapa berharganya waktu bersama orang tua. Di hari istimewanya, ia tak meminta banyak hal, hanya kesempatan untuk terus berbakti.

“Ya Allah, aku tak pernah tahu sepanjang apa waktu yang Engkau karuniakan untuk kebersamaan kami. Maka selama Engkau masih memberi kesempatan, izinkan aku lebih banyak membahagiakannya, memeluknya, menemaninya, dan menyempurnakan baktiku kepadanya.”

Dalam doanya yang sederhana namun penuh makna, Mukhtarudin memohonkan keberkahan usia, kesehatan, ketenangan, dan kebahagiaan untuk sang Ibu. Ia juga memohon ampunan atas segala kekurangannya sebagai anak.

“Di ulang tahunku hari ini, doaku sederhana: Ya Allah, berkahilah umur kami. Karuniakan Ibu kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan usia yang penuh keberkahan serta ketaatan kepada-Mu. Berikan aku kesempatan untuk terus melihat senyumnya, mendengar doanya, dan menjadi salah satu sebab bahagianya.”

Bagi Mukhtarudin, makna ulang tahun kini bergeser. Bukan lagi tentang seberapa lama ia hidup, tetapi tentang bagaimana mensyukuri setiap waktu yang Allah hadiahkan untuk mencintai dan berbakti.

“Sebab kini aku semakin mengerti, bertambahnya usia bukan hanya tentang berapa lama aku hidup, tetapi juga tentang mensyukuri setiap waktu yang masih Allah hadiahkan untuk mencintai dan berbakti kepada orang yang paling berarti.”

Ia pun menutup refleksinya dengan kalimat penuh syukur:

“Alhamdulillah untuk bertambahnya usia hari ini. Dan Alhamdulillah yang tak terhingga, karena di hari istimewa ini Allah masih mengizinkanku bersyukur, berbahagia, dan merayakannya bersama Ibu tercinta.”

Momen haru ini menjadi pengingat, di balik tugas besar negara melindungi Pekerja Migran Indonesia dari hulu ke hilir, sosok Menteri Mukhtarudin tetaplah seorang anak yang menjadikan doa dan senyum ibunya sebagai sumber kekuatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *