Jakarta – Pujian Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dinilai tepat, objektif, dan proporsional. Apresiasi tersebut disebut mencerminkan sejumlah kerja nyata Polri dalam mendukung keamanan, pelayanan masyarakat, penegakan hukum hingga agenda pembangunan nasional.
Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mengatakan apresiasi Presiden terhadap Kapolri merupakan bentuk penilaian objektif terhadap kinerja Polri dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas apresiasi dan pujian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas kinerja, prestasi, komitmen, dan dedikasinya dalam memimpin institusi Polri bekerja dengan sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara tanpa mengenal lelah,” ujar Nasky dalam keterangannya, di Jakarta, pada Kamis (13/8/2026).
Menurut Nasky, Polri memiliki peran penting dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Penilaian tersebut, kata dia, relevan jika dilihat dari perspektif kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai salah satu prasyarat pembangunan nasional.
Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semangat Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat dinilai tidak seharusnya berhenti sebagai jargon kelembagaan. Keduanya perlu diterjemahkan menjadi paradigma transformasi yang membuat Polri semakin prediktif, responsif, transparan, berkeadilan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Polri terus didorong untuk menerjemahkan semangat Presisi ke dalam kerja kelembagaan yang konkret, terukur, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Nasky.
Nasky menilai Polri tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat. Polri juga mengambil peran strategis dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional.
Sejumlah kontribusi tersebut antara lain penguatan pelayanan dan perlindungan masyarakat, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, dukungan terhadap swasembada pangan, Desk Ketenagakerjaan, dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Kamtibmas, pemberantasan narkotika, penguatan demokrasi yang sehat, serta penegakan hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nasky, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta, menilai dukungan Polri terhadap agenda nasional memiliki arti strategis. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan kebijakan ekonomi dan sosial, tetapi juga membutuhkan stabilitas keamanan, kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan ruang demokrasi yang sehat.
Sebagai Founder Nasky Milenial Center (NMC), Nasky menyebut Kamtibmas yang kondusif merupakan modal sosial dan institusional bagi pembangunan nasional.
Keamanan yang terjaga menciptakan ruang bagi masyarakat untuk bekerja dan berusaha, dunia pendidikan berkembang, aktivitas ekonomi bergerak, serta pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan secara berkelanjutan.
“Kamtibmas yang kondusif merupakan salah satu fondasi penting bagi produktivitas masyarakat, investasi, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta keberlanjutan pembangunan nasional,” tegasnya.
Karena itu, setiap langkah Polri yang berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan, pemberantasan kejahatan, perlindungan masyarakat, dan penegakan hukum yang profesional dinilai patut diapresiasi secara objektif.
Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang profesional, lanjut Nasky, memiliki hubungan erat dengan upaya mewujudkan masyarakat produktif dan pembangunan nasional yang inklusif.
Dalam konteks demokrasi, Nasky juga mendukung upaya Polri menjaga ruang demokrasi yang sehat dengan tetap menempatkan hukum, profesionalitas, proporsionalitas, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta prinsip keadilan sebagai landasan dalam menjalankan tugas.
Dalam penegakan hukum, dukungan juga diberikan terhadap komitmen Polri menghadirkan penegakan hukum yang Presisi. Penegakan hukum tersebut mencakup profesionalitas, proporsionalitas, akuntabilitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kepastian hukum dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Nasky yang merupakan penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” mengatakan makna Polri Presisi harus terus diwujudkan melalui kerja nyata dan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Semangat ‘Polri untuk Masyarakat’ harus hadir dalam bentuk kepolisian yang semakin profesional, humanis, responsif, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan rasa aman serta kepastian hukum bagi semua warga negara,” jelasnya.
Pujian Presiden Prabowo kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo
Apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri, menurut Nasky, harus menjadi energi untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan, inovasi, dan penguatan pengawasan.
Dukungan masyarakat sipil, kata dia, bukan berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, dukungan tersebut harus menjadi bentuk dukungan konstruktif agar Polri semakin kuat, profesional, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap pelaksanaan tugas kepada masyarakat dan negara.
“Dukungan terhadap kinerja Polri harus ditempatkan dalam kerangka kontrol publik yang konstruktif. Dukungan masyarakat bukan berarti menutup ruang kritik, melainkan menjadi energi positif agar Polri terus melakukan pembenahan, meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan internal dan eksternal,” tutur Nasky.
Nasky meyakini kepemimpinan Polri yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan keamanan, pelayanan publik, penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan dukungan terhadap pembangunan nasional dalam satu tata kelola kelembagaan yang Presisi.
“Institusi kepolisian yang kuat bukanlah institusi yang bebas dari kritik, melainkan institusi yang mampu menerima kritik, melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Karena itu, pujian Presiden Prabowo kepada Kapolri dinilai menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh jajaran Bhayangkara agar terus bekerja secara profesional, humanis, tegas, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
“‘Polri Presisi’ dan ‘Polri untuk Masyarakat’ harus terus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,” tambah Nasky.
Atas dasar tersebut, Nasky menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Bhayangkara untuk terus mempertahankan kinerja positif.
Dukungan itu mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan Kamtibmas, pemberantasan kejahatan dan narkotika, penjagaan demokrasi yang sehat, penegakan hukum secara profesional, serta kontribusi nyata bagi keberhasilan agenda pembangunan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga Polri semakin profesional, modern, terpercaya, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat sebagai bagian penting dari kekuatan negara dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana amanat konstitusi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 874 jembatan disebut telah dibangun dan direnovasi di puluhan wilayah Polda. Laporan tersebut disampaikan Sigit saat peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang digelar secara hybrid, Kamis (13/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Sigit melaporkan pembangunan jembatan dari wilayah Lebak, Banten, bersama jajaran dan masyarakat.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Sigit kepada Prabowo.
Diketahui, Presiden RI, Prabowo Subianto sebelumnya memberikan pujian kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Prabowo menilai Listyo pantas berada di posisi tertinggi kepolisian karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya.
Pujian tersebut disampaikan Prabowo saat peresmian ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dibangun TNI AD dan Polri, Kamis, 13 Agustus 2026.
Prabowo mengaku bangga dengan kerja Listyo bersama jajaran kepolisian. Menurutnya, pencapaian Listyo hingga menduduki jabatan Kapolri sejalan dengan apa yang telah dikerjakannya selama ini.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. Hari ini bagi saya, hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Listyo, baik dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia maupun secara pribadi. Ia menilai kepolisian telah ikut bekerja memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi. Polri melaporkan telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan yang tersebar di 30 wilayah kepolisian daerah.
“Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan yang tersebar di 30 wilayah kepolisian daerah,” kata Prabowo saat peresmian secara virtual, Kamis (13/8/2026).






