BEKASI | BELA RAKYAT — Semangat kebersamaan kembali berembus hangat di tengah warga Perumahan Griya Syariah dan Sakinah, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Momentum Final Piala Dunia 2026 menjadi panggung persaudaraan melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang mempertemukan para pecinta sepak bola dalam balutan suasana kekeluargaan, keakraban, dan semangat persatuan. Pertemuan akbar Spanyol versus Argentina bukan sekadar adu strategi di atas lapangan hijau, melainkan sebuah perayaan kemanusiaan yang membuktikan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan hati, melampaui sekat perbedaan.
Kegiatan Nobar digelar pada Senin, 20 Juli 2026, dengan kick-off pukul 02.00 WIB, menghadirkan layar besar sebagai jendela bagi warga untuk menikmati atmosfer partai puncak sepak bola dunia. Di tengah sunyinya dini hari, sorak sorai, tepuk tangan, dan doa akan berpadu menjadi irama kebersamaan yang menghidupkan lingkungan, menjadikan malam itu bukan sekadar waktu menyaksikan pertandingan, melainkan momentum merawat tali silaturahmi.
Pelaksana Tugas (PLT) Ketua RW 029, Edi Yulianto, mengajak seluruh warga menjadikan Nobar sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan. Menurutnya, sepak bola adalah bahasa universal yang dipahami oleh siapa pun, mampu meruntuhkan sekat perbedaan, membuka ruang komunikasi, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebersamaan yang sederhana, tetapi meninggalkan makna yang mendalam. Menang ataupun kalah adalah bagian dari olahraga, namun persaudaraan antarwarga harus selalu menjadi pemenangnya. Karena sejatinya, kemenangan terbesar adalah ketika masyarakat tetap bersatu dalam kebersamaan,” ungkap Edi Yulianto, PLT RW 029 Perumahan Griya Syariah dan Sakinah, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan, Edi berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi tentang pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, toleransi, dan saling menghormati. Menghargai lawan, menerima hasil dengan lapang dada, menjaga ketertiban, serta merawat kebersamaan merupakan nilai-nilai luhur yang tidak hanya berlaku di lapangan sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, “Olahraga mengajarkan kita bahwa kemenangan tidak pernah lahir dari kesombongan, melainkan dari kerja sama, disiplin, dan saling menghargai,” tuturnya.
Bagi warga RW 029, malam Final Piala Dunia bukan semata tentang siapa yang mengangkat trofi juara. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi ruang di mana tawa, sorak sorai, harapan, dan doa menyatu dalam satu denyut kebersamaan. Di bawah langit dini hari, setiap teriakan dukungan akan menjelma menjadi simpul-simpul persaudaraan yang semakin menguatkan ikatan sosial antarwarga.
Bak bait-bait puisi yang mengalir di sela desir angin malam, bola yang bergulir di atas hamparan rumput hijau sejatinya mengajarkan bahwa setiap kemenangan selalu lahir dari perjalanan panjang, pengorbanan, kerja sama, dan keyakinan yang tak pernah padam. Cahaya layar besar bukan hanya menerangi wajah-wajah yang penuh antusiasme, tetapi juga memantulkan harapan akan tumbuhnya lingkungan yang semakin rukun, harmonis, dan saling menguatka, “Persatuan adalah trofi yang paling berharga, dan kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tutur Edi penuh makna.
Mengusung semangat “Satu RW, Satu Semangat, Satu Kemenangan,” kegiatan Nobar Final Piala Dunia 2026 di Perumahan Griya Syariah dan Sakinah diharapkan menjadi inspirasi bahwa membangun masyarakat yang harmonis dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama. Dari Mangunjaya untuk Bekasi, semangat persaudaraan terus bertumbuh, menjelma menjadi cahaya yang menerangi langkah menuju masyarakat yang guyub, berdaya, dan bermartabat. Pungkas Edi Yulianto.
(CP/Red)






