JAKARTA – BELA RAKYAT – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Selain memastikan konektivitas komunikasi kembali pulih, Komdigi menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15 ton logistik serta 20 perangkat internet satelit Starlink untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan penanganan bencana di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa. Bantuan logistik yang dikirimkan terdiri atas berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, mi instan, air mineral, makanan dan susu, selimut, tikar, hingga kebutuhan lainnya yang diperlukan warga dalam situasi darurat.
Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI, Fifi Aleyda Yahya, kepada Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Daerah NTT di Jakarta, Christine Editha Mau.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar pemerintah untuk meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Menurut Meutya, bantuan yang dikirimkan tidak semata-mata dipandang sebagai barang kebutuhan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia kepada saudara-saudaranya yang sedang tertimpa musibah.
“Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT,” kata Meutya Hafid.
Ia menambahkan, setiap bantuan yang dikirimkan membawa doa dan harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Setiap bantuan bukan sekadar barang, tetapi juga titipan doa dan harapan agar saudara-saudara di NTT dapat segera bangkit,” ujar Meutya.

Selain kebutuhan logistik, Komdigi juga menyiapkan 20 perangkat Starlink untuk mendukung kebutuhan komunikasi di wilayah terdampak. Infrastruktur komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam kondisi bencana karena keberadaan jaringan internet dibutuhkan untuk memperlancar koordinasi antara masyarakat, petugas lapangan, pemerintah daerah, serta unsur penanganan kedaruratan.
Kehadiran perangkat konektivitas tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan akses komunikasi di titik-titik yang membutuhkan dukungan jaringan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Di sisi lain, Komdigi bersama penyedia layanan telekomunikasi juga terus melakukan percepatan pemulihan infrastruktur jaringan yang terdampak gempa. Dari total 812 site atau BTS yang berada di 11 kabupaten terdampak, seluruhnya kini telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi normal.
Pemulihan jaringan tersebut menjadi langkah penting karena komunikasi tidak hanya dibutuhkan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga sangat vital dalam situasi darurat. Akses komunikasi yang kembali normal memungkinkan informasi kebencanaan, koordinasi bantuan, serta layanan publik dapat berjalan lebih efektif.
Meutya menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi bagian penting dari upaya penanganan bencana. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, sementara petugas dan seluruh unsur terkait dapat berkoordinasi secara cepat di lapangan.
Langkah Komdigi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok. Dukungan terhadap infrastruktur komunikasi juga menjadi bagian penting agar proses evakuasi, distribusi bantuan, pemantauan kondisi warga, hingga pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih terkoordinasi.
Meutya berharap solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat NTT terus tumbuh. Menurutnya, dalam situasi bencana, dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting bagi masyarakat untuk melewati masa sulit.
Bagi pemerintah, bantuan logistik dan dukungan konektivitas merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi bencana.
“Kami berharap bantuan yang dikirimkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat NTT. Setiap bantuan adalah titipan doa dan harapan agar saudara-saudara kita di NTT segera bangkit,” tutur Meutya Hafid.
Dengan seluruh 812 site/BTS yang telah kembali beroperasi normal dan dukungan 20 perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak, pemerintah berharap proses penanganan serta pemulihan pascagempa di NTT dapat berlangsung semakin cepat.
“Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT,” tutup Meutya Hafid.






