DKM Masjid Dakwah Islam Resmi Dikukuhkan, DR. Suharsono: Semangat Gotong Royong Berkolabirasi Semangat Jamaah Menggema Memakmurkan Masjid!

JAKARTA – BELA RAKYAT – Semangat kebersamaan dan tekad untuk memakmurkan rumah Allah begitu terasa dalam acara Silaturahmi dan Pengukuhan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Dakwah Islam yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Acara tersebut dihadiri 128 jamaah, terdiri dari 88 laki-laki dan 40 perempuan, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap masa depan Masjid Dakwah Islam.

Bacaan Lainnya

Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana dipenuhi antusiasme jamaah. Kehadiran tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta warga sekitar menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan persaudaraan.

Salah satu Nadzir Terpilih Masjid Dakwah Islam sekaligus tokoh masyarakat, Dr. Suharsono, MM, MPd dalam sambutannya menjelaskan bahwa proses pembentukan kepengurusan DKM dilakukan secara terbuka dan demokratis.

Ia mengungkapkan bahwa pada 23 Juni 2026, pihak nadzir mengajak jamaah untuk secara sukarela mencalonkan diri menjadi pengurus masjid tanpa mengharapkan imbalan.

“Tanggal 23 Juni kami mengundang jamaah untuk mengusulkan dirinya sendiri menjadi sukarelawan bekerja tanpa gaji mengurus masjid yang kita cintai. Alhamdulillah respons jamaah luar biasa,” ujar Suharsono dalam sambutannya di Masjid Dakwah Islam, Jalan Nangka, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026) tadi pagi.

Menurut Suharsono, besarnya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang datang secara individu maupun berkelompok untuk mendaftarkan diri sebagai calon pengurus melalui tim penjaringan yang dibentuk.

“Ini menunjukkan jamaah benar-benar haus akan kepemimpinan di dalam masjid. Mereka ingin masjid dikelola dengan baik dan semakin makmur,” tegasnya.

Tahapan berikutnya, Suharsono.menceritakan dilakukan pada 1 Juli 2026, ketika jamaah diminta memberikan persetujuan terhadap penunjukan Sambas Moelyana sebagai Ketua DKM Masjid Dakwah Islam.

Persetujuan diberikan secara terbuka oleh jamaah yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan pemberian mandat kepada Ketua DKM untuk menyusun kepengurusan.

Dari sekitar 80 nama yang masuk sebagai usulan, Ketua DKM melakukan proses seleksi secara matang dengan mewawancarai para calon pengurus guna memastikan mereka memiliki keikhlasan, komitmen, dan semangat memakmurkan masjid.

Hasilnya, lanjutnya, terbentuk kepengurusan yang terdiri dari 30 orang yang mewakili berbagai unsur jamaah.

Suharsono mengapresiasi kerja keras Ketua DKM yang menurutnya harus menyaring berbagai aspirasi dari masyarakat.

“Pak Sambas sampai harus memilih, memilah, bahkan mewawancarai calon pengurus agar benar-benar terpilih orang-orang yang ikhlas dan siap bekerja untuk masjid,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar kepengurusan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda untuk berperan aktif, sementara para senior menjadi pembimbing dan penasihat.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masjid.

Dalam sambutannya, Suharsono mengungkapkan sejumlah perubahan positif yang mulai dirasakan sejak proses pembentukan DKM berjalan.

Kajian rutin kini dilengkapi dengan konsumsi sederhana seperti teh, kopi, jagung rebus, hingga ubi rebus sebagai bentuk pelayanan kepada jamaah.

Selain itu, pemasangan karpet baru di ruang utama masjid juga mulai dilakukan melalui partisipasi para donatur.

Ia bahkan mencatat adanya peningkatan jumlah jamaah shalat Subuh yang kini mencapai sekitar tujuh hingga delapan saf.

“Ini pertanda yang baik. Masjid mulai hidup, jamaah semakin banyak, dan semangat kebersamaan semakin terasa,” ujarnya.

Suharsono kemudian menyampaikan sejumlah harapan kepada pengurus DKM yang baru dikukuhkan.

Ia berharap Masjid Dakwah Islam menjadi masjid yang bersih, rapi, indah, dan nyaman sehingga semakin diminati masyarakat.

Selain itu, ia mendorong agar kegiatan kajian Islam diperbanyak, pembinaan ibu-ibu dan anak-anak semakin diperkuat, serta hubungan antara masjid dengan masyarakat sekitar, RT, RW, hingga pemerintah setempat semakin erat.

Ia juga mengusulkan adanya grup komunikasi jamaah agar seluruh kegiatan masjid dapat tersampaikan secara cepat dan efektif.

“Kita bangun kebersamaan, gotong royong, dan sinergi agar masjid ini menjadi pusat kebermanfaatan bagi lingkungan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Suharsono mengajak seluruh jamaah untuk terus mendukung kepengurusan baru.

Ia berharap seluruh pengurus diberikan kesehatan, kekompakan, ilmu, dan kekuatan dalam menjalankan amanah memakmurkan Masjid Dakwah Islam.

Sementara itu, Lurah Utan Kayu Utara Yuni Sarofah, S.Pd berkesempatan hadir pada kesempatan itu, menyampaikan sejumlah kolaborasi. Yuni setempat menyatakan kesiapan pemerintah kelurahan untuk berkolaborasi dalam mendukung berbagai program masjid.

Yuni menegaskan bahwa pihak kelurahan terbuka untuk bekerja sama, termasuk mengerahkan petugas PPSU apabila dibutuhkan dalam kegiatan kebersihan maupun perawatan lingkungan masjid.

“Kalau ada kegiatan, silakan undang kami. Teman-teman PPSU juga siap membantu bersih-bersih. Jangan hanya warga yang mendapatkan pahala, kami juga ingin ikut berpartisipasi,” ujarnya yang disambut senyum dan tepuk tangan para jamaah yang hadir.

Acara pengukuhan berlangsung penuh kekeluargaan dan optimisme. Antusiasme 128 peserta yang memenuhi lokasi kegiatan menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat agar Masjid Dakwah Islam semakin maju sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial bagi umat.

Dengan resmi dikukuhkannya kepengurusan DKM yang baru, masyarakat berharap semangat gotong royong yang telah tumbuh dapat terus dijaga sehingga Masjid Dakwah Islam benar-benar menjadi rumah bersama yang makmur, nyaman, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Laporan: Om Ian

Editor: Maming Halika

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *