Hamka B. Kady Tinjau Program BSPS di Takalar: Program Ini Bangun Semangat Kemandirian dan Gotong Royong

TAKALAR – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I Hamka B. Kady meninjau langsung progres pembangunan rumah masyarakat penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Bontepoma, Kabupaten Takalar.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan sekaligus melihat langsung manfaat yang dirasakan masyarakat seperti dikutip dari Instagram pribadinya

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Hamka menyampaikan rasa syukur karena pembangunan rumah penerima bantuan menunjukkan perkembangan yang baik. Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga berpartisipasi melalui swadaya untuk menyempurnakan pembangunan rumah mereka.

“Alhamdulillah, saya melihat langsung pelaksanaan program ini berjalan sesuai dengan konsep yang telah disepakati antara Komisi V DPR RI dan Kementerian. Program BSPS memang dirancang sebagai bantuan yang bersifat stimulan atau swadaya, sehingga masyarakat juga ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Hamka.

BSPS Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Mendorong Kemandirian

Hamka menjelaskan bahwa Program BSPS merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, berbeda dengan pembangunan rumah secara penuh, program ini menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Hamka, pemerintah memberikan bantuan awal sebesar Rp20 juta sebagai stimulus. Selanjutnya, pemilik rumah dapat menambahkan biaya pembangunan sesuai kemampuan agar rumah yang dibangun benar-benar memenuhi kebutuhan keluarga.

“Konsepnya memang swadaya. Bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta menjadi modal awal. Setelah itu, pemilik rumah dapat menambah sesuai kemampuan agar pembangunan selesai sesuai dengan perencanaan dan menghasilkan rumah yang lebih layak huni,” jelasnya.

Ia menilai konsep tersebut tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap rumah yang dibangun.

Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Saat meninjau salah satu rumah penerima manfaat di Desa Bontepoma, Hamka mengungkapkan bahwa pembangunan rumah tersebut memiliki nilai total sekitar Rp25 juta.

Bagi Hamka, hal itu menunjukkan adanya kontribusi nyata dari penerima bantuan dalam menyelesaikan pembangunan.

“Yang saya lihat hari ini, nilai pembangunan rumah ini mendekati Rp25 juta. Artinya, ada tambahan swadaya sekitar Rp4 juta lebih dari pemilik rumah, di luar bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta. Ini menjadi contoh yang sangat baik bagaimana masyarakat ikut berpartisipasi,” katanya.

Hamka menilai semangat gotong royong dan swadaya seperti ini perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan utama keberhasilan Program BSPS di berbagai daerah.

Ia berharap rumah-rumah yang dibangun melalui program tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Apresiasi untuk Pendamping Lapangan

Selain memberikan apresiasi kepada masyarakat, Hamka juga menyampaikan penghargaan kepada para tenaga pendamping yang selama ini mengawal pelaksanaan Program BSPS di lapangan.

Lebih lanjut, Hamka menjelaskan, keberhasilan pembangunan rumah tidak terlepas dari kerja keras para pendamping, Koordinator Kabupaten (Korkab), dan Koordinator Wilayah (Korwil) yang memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai ketentuan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendamping yang telah menjalankan tugas dengan baik. Mereka menjadi ujung tombak dalam memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat dan proses pembangunannya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Hamka menilai sinergi antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

Target Penyelesaian Harus Dikejar

Meski mengapresiasi progres pembangunan, Hamka mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan besar yang harus segera diselesaikan mengingat waktu pelaksanaan program semakin mendekati batas akhir.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan rumah agar seluruh target dapat tercapai tepat waktu.

“Tantangan kita ke depan, sekarang sudah mendekati bulan Agustus. Masih banyak target yang harus diselesaikan. Jangan sampai ada pembangunan yang tidak selesai. Karena itu saya meminta para pendamping, Korkab, dan Korwil terus mendorong percepatan agar semua target dapat diselesaikan sesuai jadwal,” tegasnya.

Tak hanya itu Hamka menerangkan, percepatan pelaksanaan harus tetap memperhatikan kualitas pembangunan sehingga rumah yang dihasilkan benar-benar layak dihuni dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Komitmen Mengawal Aspirasi Perumahan Rakyat

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perumahan, Hamka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, termasuk Program BSPS.

Ia berharap semakin banyak warga berpenghasilan rendah yang dapat menikmati hunian layak melalui program tersebut.

“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi menjadi fondasi bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kami akan terus mengawal agar program-program perumahan rakyat berjalan optimal dan tepat sasaran,” tuturnya.

Di postingannya itu, Hamka juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menyukseskan program pembangunan di daerah.

“Semoga setiap rumah yang dibangun melalui Program BSPS dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, nyaman, dan membawa kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *