Cegah Karhutla Sejak Dini, Firman Soebagyo Dorong Pemanfaatan Satelit dan Drone

JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong perubahan paradigma penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari pemadaman menjadi pencegahan melalui deteksi dini berbasis teknologi.

Menurutnya, teknologi modern seperti satelit dan drone harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memantau kawasan rawan karhutla.

Bacaan Lainnya

“Pencegahan harus dilakukan lebih awal dengan deteksi dini. Kita sudah punya satelit dan peralatan canggih. Dengan teknologi modern ini, semua bisa dipantau,” ujar Firman di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai Indonesia perlu belajar dari negara lain seperti China yang telah menerapkan sistem pemantauan karhutla berbasis teknologi dan menyesuaikannya dengan kondisi geografis Indonesia.

Ia juga menyoroti peran drone yang kini tidak hanya untuk pemantauan, tetapi juga untuk pemadaman.

“Kalau dulu kita hanya bergantung pada helikopter dan water bombing, sekarang sudah ada drone khusus pemadam kebakaran. Di China, drone sudah mampu membawa air hingga 50 kilogram. Ini bisa menjadi solusi,” kata Legislator Dapil Jawa Tengah III tersebut.

Firman menegaskan, teknologi harus menjadi bagian dari strategi utama pencegahan, bukan sekadar alat bantu saat kebakaran sudah meluas.

“Pemadaman itu adalah ketika terjadi baru kita bergerak. Harusnya sebelum terjadi, itu namanya pencegahan,” tegasnya.
VERSI 2: Versi Media Online – Ringkas, To The Point & SEO
Firman Soebagyo: Jangan Tunggu Terbakar, Buru Karhutla Pakai Satelit dan Drone

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta penanganan karhutla tidak lagi reaktif.

Ia menilai pemerintah harus beralih ke pencegahan dan deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi satelit untuk pemantauan titik api dan drone untuk pemadaman.

Menurut Firman, drone pemadam modern bahkan sudah mampu mengangkut air hingga 50 kg, seperti yang sudah dikembangkan di China.

Dengan sistem pemantauan yang kuat, titik api bisa diketahui saat masih kecil sehingga personel bisa langsung dikerahkan sebelum api meluas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *