BAZNAS Perkuat Tata Kelola Melalui Penyegaran Sistem Manajemen Mutu ISO

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola organisasi melalui penyegaran Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas layanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menjelaskan bahwa penerapan sistem manajemen mutu di lingkungan BAZNAS memiliki landasan yang kuat, salah satunya melalui Keputusan Sekretaris Utama BAZNAS RI Nomor 009 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengendali Dokumen Sistem Manajemen ISO 9001 dan ISO 37001 pada unit kerja BAZNAS.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, standar ISO tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman dalam memastikan seluruh proses kerja organisasi berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

“Melalui sistem ini, kami ingin memastikan bahwa layanan dan program yang dijalankan BAZNAS mampu memenuhi harapan para muzaki maupun kebutuhan mustahik, sekaligus tetap selaras dengan regulasi yang berlaku,” ujar Zainut.

Ia menambahkan, kegiatan penyegaran sistem manajemen mutu diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pegawai dan pengelola BAZNAS untuk terus meningkatkan profesionalisme serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada kualitas pelayanan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional BAZNAS RI, Ahmad Hambali, menegaskan bahwa penerapan ISO merupakan bagian penting dari komitmen BAZNAS dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel dan transparan.

Ia mengungkapkan, keberhasilan BAZNAS dalam mempertahankan sertifikasi ISO setiap tahun bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah menjadikan standar tersebut sebagai instrumen untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh lini organisasi.

“Setiap tahun Alhamdulillah BAZNAS berhasil mempertahankan sertifikasi ISO. Namun yang paling utama bukan sertifikatnya, melainkan bagaimana standar tersebut mampu mendorong peningkatan tata kelola, efisiensi kerja, dan kualitas pelayanan sehingga BAZNAS semakin profesional serta semakin dipercaya oleh umat,” kata Ahmad Hambali.

Melalui penguatan sistem manajemen mutu dan tata kelola yang berkelanjutan, BAZNAS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan terpercaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *