98 Tahun Sumpah Pemuda, PB HMI MPO Dorong Sistem Satu Data untuk Menjawab Persoalan Bangsa dan Menjaga Persatuan Indonesia

JAKARTA – Memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) mendorong penguatan sistem satu data sebagai langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan bangsa sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

Momentum Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober merupakan peristiwa bersejarah sekaligus momentum sakral bagi seluruh generasi muda Indonesia. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam Nataprawira memandang bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang refleksi dan konsolidasi bagi seluruh elemen pemuda untuk memperkuat persatuan, membangun solidaritas, serta berkontribusi secara kolektif dalam memperbaiki berbagai persoalan bangsa.

“Di tengah perkembangan zaman dan tantangan global, Indonesia membutuhkan pendekatan baru dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional. Salah satu langkah strategis yang perlu diperkuat adalah digitalisasi berbasis sistem satu data,” ujar Handy dalam keterangan persnya, Jumat (30/10/26).

Sistem satu data, kata Handy, merupakan solusi penting untuk membangun tata kelola informasi yang terintegrasi, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan ketersediaan data yang terpadu, pemerintah dapat merumuskan kebijakan secara lebih tepat sasaran, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembangunan ekonomi nasional.

“Selama ini, persoalan ketidaksinkronan data antarlembaga berpotensi menghambat efektivitas kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu, digitalisasi berbasis satu data harus menjadi agenda bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, perguruan tinggi, serta generasi muda,” terangnya.

Handy juga menilai bahwa transformasi digital tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut komitmen membangun sistem pemerintahan yang lebih efektif, inklusif, dan berkeadilan. Penguatan sistem satu data harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, keamanan informasi, serta pemerataan akses digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam momentum 98 tahun Sumpah Pemuda ini, PB HMI MPO mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk kembali merawat semangat persatuan dan mengedepankan kerja-kerja kolektif dalam menyelesaikan persoalan nasional.

“Persatuan Indonesia tidak cukup hanya dibangun melalui kesamaan identitas dan simbol kebangsaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kesamaan visi, kolaborasi, dan keberanian menghadirkan solusi atas berbagai persoalan rakyat,” tandasnya.

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa, dan Satu Data untuk Indonesia yang lebih maju.

PB HMI MPO meyakini bahwa semangat Sumpah Pemuda yang dipadukan dengan transformasi digital berbasis satu data dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas. Pemuda harus mengambil peran sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus kekuatan perubahan untuk memastikan masa depan Indonesia yang lebih bersatu, berdaulat, adil, dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *